Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]

Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]
bab 84


__ADS_3

❣️❣️❣️❣️


Hiks..hiks..hiks..


Mitha mulai merengek saat bangun tidur, ia mencari susu yang biasanya sudah tersedia untuknya.


Ameera yang masih terlelap langsung terlonjak kaget saat mendengar suara tangis di telinganya.


"Apa? apa itu!"


Gadis pirang yang belum sadar sepenuhnya mencari cari sumber suara tersebut.


"Mommy.."


Ameera menoleh, ada gadis kecil yang sudah berurai air mata sedang menatapnya.


"Ya Tuhan, Mitha!" Ameera membuang nafasnya kasar, ia baru ingat bahwa Mitha sedang bersamanya.


"Ada apa?, kenapa nangis?" tanya Ameera sambil meraih tubuh mungil itu lalu mendudukkannya diatas Pangkuan.


"Tata mau susu, mom" pintanya masih terisak.


Ameera tampak diam, sepertinya ia melupakan hal itu dalam list belanjaan semalam.


"Susu ya?, mommy cari dulu ya di dapur, Tata tunggu disini"


Mitha kembali di baringkan di tengah kasur, sementara ia bangun untuk bergegas keluar kamar menuju lantai bawah, Gadis yang baru bangun tidur itu menuruni anak tangga dengan tergesa sampai ia harus terkejut saat tangannya di cekal.


"Daddy.." ucapnya kaget sambil mengucek matanya.


"Ngapain pagi-pagi?" tanyanya kemudian.


"Aku bawa susu buat Mitha" jawabnya sambil memperlihatkan bungkusan kecil.


"Huft, Baru aku mau cari kedapur" seru Ameera membuang nafas lega.


"Maaf merepotkan mu, mom"


Ameera meraih bungkusan tersebut sambil menggelengkan kepalanya.


"Gak apa-apa, kalau aku gak lupa hal ini semua baik-baik aja kok"


Ameera melanjutkan langkahnya menuju dapur saat Aby datang menyapa mereka, kemudian ia mengajak Ricko untuk minum teh di teras depan.


*****


Mitha sudah terlihat cantik dengan dress polkadot selutut nya, rambut panjangnya kini sudah terkuncir dua bagian, bau harum khas Balita sungguh menggoda siapapun yang menyukai anak kecil tentunya.


"Tata udah cantik Mommy minta cium, boleh?" goda Ameera.

__ADS_1


"Boleh dong, sini..sini" kekehnya sangat menggemaskan.


Ameera mendapatkan ciuman bertubi-tubi dari Mitha di seluruh wajahnya sampai gadis itu merasa geli sendiri.


"Ke Daddy yuk, Mommy mau mandi dulu baru nanti kita sarapan" ajaknya pada Mitha.


Ameera menuntut tangan mungil Tata menghampiri Ricko yang masih berbincang di teras dengan Aby, entah apa yang mereka bicarakan sepertinya hal yang cukup menarik.


"Daddy......."


Mitha berhambur memeluk Ricko lalu duduk di atas pangkuannya, Pria itu menciumi wajah cantik Mitha berkali kali.


"Udah harum, udah cantik"


"Iya mandi sama Mommy, pakai baju sama Mommy"


Aby yang mendengar perbincangan anak dan ayahnya itu mengerutkan dahinya bingung, kepada siapa kata Mommy yang mereka maksud, karna bocah perempuan itu selalu melirik pada Ameera.


"Aku mandi dulu sebentar "


Ameera kembali masuk, sedang kan Ricko dan Aby kembali melanjutkan obrolan mereka.


Ingin rasanya Aby bertanya siapa sebenarnya Ricko tapi rasanya sungguh tak pantas walau rasa penasaran seakan meronta dalam jiwanya.


Selang tiga puluh menit Ameera datang kembali setelah membersihkan tubuhnya, ia menghampiri dua pria tadi untuk mengajaknya sarapan.


"Tata mau bubur" pinta Bocah itu.


"Sarapan dirumah dulu ya, nanti siang kita jalan jalan" rayu Ameera.


"N'Da, Tata mau bubur yang ada satenya" Mitha bersikeras dengan keinginannya.


"Bubur ayam di pertigaan enak loh" kata Aby memberikan info bubur ayam yang terkenal.


"Mau Sekalian?" tanya Meera pada Aby.


"Gak usah kalian aja"


Ricko dan Meera akhirnya menuruti kemauan sang anak untuk menikmati sarapan pagi dengan bubur Ayam.


Mitha memilih duduk di belakang sedang kan Ameera Sendiri didepan.


.


.


"Mom..." panggil Ricko saat tak ada obrolan di antara mereka.


"Hem.." Sahut Meera dengan deheman kecil

__ADS_1


"Aku mau cerita" kata Ricko yang masih sibuk memutar stir mobilnya namun matanya sesekali melirik kearah Ameera.


"Cerita apa?" tanya gadis pirang itu.


Ricko diam, ia tak menanggapi pertanyaan Meera yang masih sibuk dengan ponselnya.


"Daddy mau cerita apa, aku dengerin kok" ujarnya tanpa menoleh malah jari jari lentik itu semakin lincah bermain di atas layar pipih milikinya.


"Gak jadi, kamu nya sibuk" dengus Ricko kesal merasa diacuhkan


"Hem, engga kok" lagi-lagi Meera berbicara tanpa menoleh.


"Enggak! tapi nyatanya kamu gak liat ke aku!" gumam Ricko.


Pria itu mendesah sebal merasa Ameera sedang mengabaikannya.


Sadar pria itu kini diam akhirnya Ameera melirik kearah Ricko, terlihat wajah yang biasanya penuh senyum kini berubah masam menahan kesal.


"Kamu mau cerita apa?, aku dengerin sini"


Kata Ameera sambil meletakkan ponselnya di dashboard mobil.


"Semalem tuh ya--_" belum selesai Ricko memulai ceritanya ternyata notif ponsel Meera kembali berbunyi.


Triiiiiiing..


.


.


.


.


.


Pacar kamu tuh chat lagi...



♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


Gemoy banget sih bang kalo lagi cemburu 😝😝😝


Baru gitu aja udah Gegana..gelisah galau merana


😂😂😂😂😂


Like komen yuk ramaikan ♥️♥️

__ADS_1


__ADS_2