![Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]](https://asset.asean.biz.id/duda-impian--musuh-kakak-kesayangan-.webp)
❣️❣️❣️❣️
Reza yang sudah di tunggu ketiga anaknya langsung duduk di ruang tengah bersama si kembar, menikmati pizza yang sudah di pesan lebih dulu oleh si sulung.
"Kamu gak ganti baju?" tanya Melisa pada adik iparnya, yang masih saja seringkali manja padanya.
"Nanti, kak" sahutnya sambil mengunyah potongan sosis bakar.
"Aunty nginep kan, tidur sama adek, ok!" pinta si bungsu setelah mencium pipi mulus tantenya.
"Hahaha, adek gede sama adek kecil emang harus sama-sama" ejek Air dengan mulut penuh Pizza.
"Baiarin!" balas Ameera dan Cahaya berbarengan.
.
.
Usai menikmati cemilan, kini semuanya naik ke lantai atas menuju kamar masing-masing, berhubung malam ini ada Ameera jadi tugas mengurus anak-anak dibagi rata. si bungsu tentu di urus oleh si bungsu juga, Reza mengurus Air dan Melisa mengurus Bumi. ketiga bocah calon para penerus kerajaan bisnis Rahardian itu wajib membersihkan kaki dan tangan juga menggosok gigi sebelum tidur serta mengganti bajunya dengan piyama tidur.
"Udah beres semua sekarang waktunya tidur ya" ucap Melisa setelah mencium kening dan kedua pipi si kembar, begitupun dengan Reza yang melakukan hal yang sama seperti istrinya.
__ADS_1
"Dadah mama, papa sampai ketemu besok" balas si kembar dengan ekspresi wajah sangat menggemaskan.
Reza mematikan lampu besar setelah menyalakan lampu tidur di tengah-tengah ranjang si kembar, kini saatnya mereka menghampiri kamar Cahaya, si cantik berambut panjang berwarna coklat.
"Loh, kok belum tidur?" tanya Melisa saat membuka pintu.
"Aunty masih godain adek aja, mah"
"Yeeee, adek tuh yang kepo banget sama Aunty" kedua bungsu itu tak mau saling mengalah justru saling menyalahkan.
" Udah kalian tidur ya, besok sekolah" pesan Melisa pada Cahaya, hal yang sama pun ia dan suaminya lakukan yaitu mencium kening dan kedua pipi Cahaya sebelum keluar dari kamar.
"Aunty kenapa sih senyum senyum terus, pasti oppa abis kasih Aunty hadiah ya?, atau habis di beliin mobil baru soalnya Aunty abis nabrak pohon lagi, hahaha" Cahaya bertanya sambil tertawa membuat Ameera sangat gemas lalu memeluknya di balik selimut tebal.
"iya, Aunty makin cantik kalo lagi senyum terus, beda banget kalo lagi marahi kakak Ay, iiih serem" seru si bungsu menggerdikkan bahunya.
"kakak kamu itu nyebelin, godain Aunty terus"
Obrolan kecil di antara keduanya membawa Cahaya akhirnya terlelap dalam pelukan Ameera, gadis yang baru beranjak dewasa itupun mencium kening Cahaya, melihat bocah centil itu seakan melihat dirinya saat masih kecil dulu yang selalu dui limpahi kasih sayang dari orang-orang di sekitarnya.
Ada apa denganku?
__ADS_1
kenapa bayangannya tak sedetikpun lepas dari pelupuk mataku, dan deguppan jantungku pun belum berdetak normal kembali setelah ia melempar senyumnya tadi.
demi tuhan... aku belum pernah merasakan hal ini
Ameera yang belum merasakan kantuk terus saja mentap kosong langit-langit kamar Cahaya yang bernuansa pink, senyum masih tak pudar dari wajah cantiknya yang bersemu merah saat mengingat semanis apa pria tadi tersenyum padanya.
AKU JATUH CINTA, KAK!!!
.
.
.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️***
SELAMAT BERJUANG ADEK BESAR, KALO KATA SI KAKAK AY 🙄🙄🙄
ada perbedaan waktu di sini dan di nupel suami dadakan ya..
jadi ada sedikit lain.
__ADS_1
like komennya yuk ramaikan