![Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]](https://asset.asean.biz.id/duda-impian--musuh-kakak-kesayangan-.webp)
❣️❣️❣️❣️
Ameera yang kaget langsung menepuk-nepuk kedua pipi Bella yang tiba-tiba jatuh ke lantai saat mendengar pengakuannya.
"Bel, Lo kenapa sih? ya ampun!" serunya lagi merasa khawatir.
Ameera yang panik Langsung masuk kedalam menuju dapur lalu menuangkan air ke dalam gelas besar kemudian kembali ke balkon dengan air ditangannya, dan....
BYUUUUUUUURRRR..
Air dalam gelas kini sudah berpindah ke wajah cantik Bella, Ameera menyiramnya tanpa berfikir lagi.
"Ayam.. ayam.. eh... ayam!!!"
Gadis cantik berambut pirang itu melongo melihat Bella yang baru sadar Langsung lari terbirit-birit masuk kedalam apartemennya.
"Bel, Lo kesurupan, Hah?" Ameera yang kesal lalu melempar tasnya yang langsung mengenai wajah Bella.
"Eh, sakit tau!" pekiknya sambil mengelus dahinya sendiri.
"Ups, tas gue lebih mahal dari jidat Lo, Bel" Ameera kembali terkekeh.
"Mandi dua kali ini sih, Lo siram pake apa sih?" tanya Bella sambil membersihkan wajahnya ke dengan handuk yang tadi membungkus rambutnya.
"Air keran!" jawab Ameera setelah duduk di sofa dekat jendela yang langsung menghadap ke kampusnya.
Ia kembali melamun sambil tersenyum, Pandangannya jauh seakan terbang ke ujung langit.
__ADS_1
"Lo mau kuliah gak, Meer?, apa mau disini aja mikirin laki orang?" ejek Bella, ingin rasanya ia mengulik lebih dalam, tapi waktu tak memungkinkan untuk membahas soal percintaan sahabatnya itu.
"Kuliah dong, biar gue cepet Lulus, terus nikah deh!" jawabnya sambil terkekeh, membuat Bella ingin menguncir bibir Ameera saking gemasnya.
"Huh, sekalinya jatuh cinta sama laki orang!" dengus Bella, kesal.
Ameera yang tahu sahabatnya itu sedang jengkel hanya bisa menahan tawa, merangkul nya keluar dari apartemen menuju Campus nya dengan cara berjalan kaki.
Tak butuh waktu banyak, hanya lima belas menit kini keduanya sudah sampai di pintu masuk sebelah kanan Area campus, sebuah universitas swasta bertaraf internasional paling populer di negri ini.
"Siang, tuan putri" sapa Leo, pemuda paling tampan bermata biru blasteran Eropa yang banyak di puja para mahasiswi kecuali Ameera.
"Hem, siang!" jawabnya datar tanpa menoleh pada Leo.
"Lo ada kelas sampe sore gak?" tanya Leo lagi masih berusaha mensejajarkan langkahnya dengan gadis pujaan hatinya yang sulit ia taklukan.
"Sampe jam tiga" balasnya lagi lebih datar nyaris sedingin bongkahan es batu dalam gelas teajus.
"Gak, gue balik ke apartemen kakak gue, dia bakal ngeluarin tanduknya kalo tau gue pulang telat"
.
.
Drrrrtttt drrrttt
Belum sempat Leo kembali berbicara, Ameera sudah lebih dulu berpamitan untuk mengangkat teleponnya yang terus bergetar di dalam tasnya.
__ADS_1
'kak Mel'
"Hallo, kak" sapa Ameera.
"Dek, kamu pulang kuliah jam berapa?" tanya Melisa.
"Jam tiga, kak, kenapa?" Ameera menjawab sambil balik bertanya.
"Temenin kakak ke panti asuhan, bisa?, adek ngerengek terus pengen main kesana, kangen Abang katanya"
"Ok, kak, nanti aku anter kesana" jawab Ameera, keduanya pun sedikit berbincang sebelum mengakhiri sambungan teleponnya,
Usai menaruh kembali ponselnya, ia langsung merangkul Bella menuju kelasnya di lantai empat, meninggalkan Leo begitu saja.
"Dia belom nyerah deketin Lo" bisik Bella.
"Bodo amat, gue gak suka yang model begitu, gue maunya yang glowing" sahut Ameera terkekeh.
"Haha, apapun statusnya yang penting glowing ya?" ejek Bella, ia merasa kesal campur gemas pada Ameera.
"Nah Lo tau, apapun itu intinya glowing!" ucapnya penuh penekanan.
"Glowing biar apa sih?" tanya Bella, kini raut penasaran sudah jelas terlihat.
"Biar gue bisa ngaca di jidatnya, hahahaha"
__ADS_1
Bewh.. kumaha kos teteh.. boro2 glowing iye jidat kos kaca nako 😭😭😭😭😭.. gulemek!!!
Like komen nya yuk ramai kan ❤️❤️❤️