Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]

Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]
bab 104


__ADS_3

❣️❣️❣️


Yakin, kan belum pacaran!!


Reza menautkan kedua alisnya saat mendengar Ameera bergumam tak jelas.


"Siapa yang pacaran?" tanya Reza.


"Hah?, ah itu si Bella, kak" jawab Meera dengan tergagap.


"Oh, kirain kamu yang pacaran, dek" goda Reza, ia menatap Adiknya itu dengan tatapan hangat penuh kasih sayang.


"Gak, aku baru mau pacaran, Hahaha" Ameera tertawa untuk menutupi kepanikannya.


"Sama siapa?" Reza bertanya sambil menarik tangan adiknya untuk duduk di sofa


"Aku bercanda kak"


Reza menghela nafas panjangnya, ia mengusap kepalanya Ameera dengan tangan besarnya yang lembut.


"Kamu udah besar ya sekarang, kayanya baru kemarin Kakak ngambek sama mama juga papa pengen punya adek gara-gara liat Si Damian punya adek jadi pengen juga"


Ameera tertawa, jarak yang lumayan jauh di antara mereka memang membuat ia sangat di manja oleh kakaknya, meski tak jarang Reza juga sering mengganggunya karna Ameera memang adik yang sangat ia inginkan.


"Kakak baru sadar ya kalo aku udah besar segini?"


"Iya, Suatu hari nanti sayangnya kamu akan terbagi dengan pria lain, dan kakak harap pria itu harus baik untukmu" pinta Reza dengan sungguh sungguh, entah kenapa akhir-akhir ini ia selalu khawatir dengan Adik semata wayangnya itu.


"Asal kakak mau berjanji padaku, kalau kakak akan menerima siapapun itu pilihan ku kelak, Ok!" Ujarnya dengan manja seperti biasanya jika sedang menginginkan sesuatu.


"Hahaha, ternyata kamu masih kecil jika harus memaksa kakak selalu menuruti mau mu, dek"


Ameera mencebirkan bibirnya lalu bangkit dari duduknya meraih tas dan ponsel.

__ADS_1


"Kakak anter aku ya ke kampus, udah lama kakak gak anterin aku sering


ditanyain loh sama mang Ego" kekeh Ameera saat menyebut nama salah satu satpam di universitasnya.


"Boleh, gak ada rapat juga hari ini" Reza menyetujui permintaan Adiknya lalu ikut bangun dan menggandeng tangan si bungsu.


Langkahnya berhenti saat keduanya sudah sampai di ujung tangga, Reza menoleh ke arah kamar tamu yang masih tertutup rapat.


"Kamu udah ketemu Justin?" tanya Reza.


"Belum, jam segini dia mana Bagun sih" jawab Meera.


"Ya udah nanti malam kalian ke apartemen kakak ya buat makan malam" pinta Reza yang langsung di iyakan oleh Ameera, tak adanya perasaan spesial pada Justin membuatnya ia menyetujui permintaan Reza tanpa ia sadari kini ia memiliki hati yang harus ia jaga disana.


.


.


.


"Pokonya aku pengen Plagiat kak Mel" keukeh si cantik, itulah Keinginannya sedari dulu, melihat keromantisan kedua kakaknya selama ini membuat ia selalu saja iri.


"Kamu mau kaya kak Mel kalo suaminya gak kaya kakak ya sama aja, Haha" tawa Reza mengejek adiknya.


"Yeee... ya nyarinya yang kaya kakak lah"


"Emang ada?, kakak tuh Limited edition loh, dek" jawab Reza dengan bangganya"


"Ada kak, aku udah nemu orangnya yang mirip sama kakak" balas Ameera santai seperti biasanya.


"Nemu dimana kamu?, hahaha"


"Ish, gak percaya banget deh" desis gadis pirang itu menahan kesal.

__ADS_1


"Ok.. apanya sama?" tanya Reza, tangannya masih sibuk memutar stir mobilnya.


.


.


"Dia ganteng"


"Dia tinggi"


"Dia wangi"


"Dia kaya"


"Dia pemilik perusahaan"


"Dia Tiga puluh enam tahun"


" Dia romantis"


"Dia penyayang"


"Dia juga punya anak!"


"Gimana?, sama kan kaya kakak?"


💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕


Bedalah.


Lo gak sebut dia duda, Meer 😂😂😂😂😂


Nih anak pinter Ngasih kode, cuma yang di kodein nya aja pada muter kaga Nyambung 🤭🤭🤭

__ADS_1


Sorry ya bang gajah 😎😎😝😝


Like komen nya yuk ramai kan


__ADS_2