Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]

Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]
bab 72


__ADS_3

❣️❣️❣️


Ameera dan Bella masih duduk berdampingan di sofa yang menghadap langsung ke TV, masih ada beberapa stasiun televisi yang menyiarkan berita kematian Bunga, namun tak satupun yang bisa mewawancarai Ricko untuk di mintai keterangan tentang kronologi kecelakaan yang menimpa sang istri, hanya Danish yang mewakilinya di karnakan ia adalah asisten Ricko tanpa ia tahu bahwa pria itu juga sangat terpukul atas kejadian meninggalnya Bunga karna baru siang kemarin mereka bertemu.


.


.


"Lo mau gimana abis ini?" pertanyaan Bella membuat Ameera menoleh padanya.


"Gimana apanya?" gadis pirang itu malah balik bertanya.


"Masih mau lanjut?, udah duda noh" Bella menunjuk layar tv dengan memanyunkan bibirnya yang sedang menyiarkan kenangan pasangan Ricko dan Bunga semasa hidup.


" Apa kalo udah jadi duda masih menggoda!"


"Eh, kurang ajar Lo ya!" Bella menoyor kepala sahabatnya itu sampai Ameera harus mendesis kesal.


"Udah godain laki orang, bininya udah metong Lo enteng banget ngomong begitu!"


Ameera hanya tersenyum kecil, Baginya ada atau tak adanya Bunga sama saja, karna wanita itu tak pernah menggangunya kecuali di restauran kemarin.


Terlebih Ricko tak pernah menyinggung soal istrinya saat mereka bersama sampai Ameera selalu merasa pria itu hanya miliknya.


"Sebenernya kalian berdua itu apa sih?, pacaran?" Bella semakin di buat penasaran karna Ameera terlihat biasa saja mengetahui berita itu.


"Entahlah, gak ada tuh dia ngajak gue pacaran. Atau mungkin mau langsung ajak gue kawin aja, hahaha"

__ADS_1


"Meer, liat gue sini" Bella mencoba memalingkan wajah sahabatnya itu agar menghadap padanya.


"Bosen gue liatin Lo Mulu" kekeh si gadis pirang.


"Gue serius, gue mau Lo jawab jujur!" pinta Bella dengan wajah tanpa candaan.


"Apa?, biasa aja dong kok lo jadi horor gitu sih?" kata Ameera yang tak suka dengan tatapan gadis berponi itu.


"Lo cinta dia?"


Ameera mengerutkan alisnya, ia diam beberapa detik namun setelahnya ia mengangguk mantap.


"Lo tau konsekuensinya?" tanya Bella lagi yang di balas gelengan kepala.


"Status!! gue rasa itu point' pertamanya. Dia Duda anak satu cuy"


Ameera tertawa, namun Bella malah memukul keningnya.


"Lo siap jadi ibu sambung?, jangan samain Anaknya nanti sama tiga ponakan Lo ya" Bella sudah tau jawaban Ameera.


"Dan yang terakhir, dia temen kakak Lo!"


Ucapan terakhir Bella seakan menyentak hati Ameera.


*****


Ricko merebahkan tubuhnya di tengah kasur usai membersihkan dirinya, dua hari ini ia melupakan dirinya sendiri, fokusnya hanya pada Mitha yang tak mau lepas darinya, banyaknya orang Secara tiba tiba datang kerumahnya tentu membuat putri cantiknya itu ketakutan, belum lagi saat kedua neneknya menangis histeris, Mitha hanya diam memperhatikan tanpa bertanya justru ia merasa ketakutan jika nanti mamanya bangun dan berteriak.

__ADS_1


Tok tok tok


"Daddy....."


Ricko beranjak dari kasur saat mendengar Suara anaknya menanggil dari arah luar kamar.


"Tata, ada apa sayang?" tanya Ricko setelah membuka pintu.


"Gak bisa bobo, main yuk" ajak Mitha pada Ricko, pria itu langsung menoleh ke arah jam di dinding.


"Udah malem, besok lagi ya mainnya"


Mitha menggelengkan kepalanya, anak perempuan ber piyama hello Kitty itu merajuk dengan menjatuhkan Boneka Doraemon yang sedari tadi di peluknya.


"Tata kangen mama ya?" tanya Ricko menebak sikap Mitha.


.


.


.


"Tata kangen Mommy!"


💦💦💦💦💦💦💦💦💦


Duh.. ni anak!

__ADS_1


Gue takut emaknya bangkit dari kubur 😝😝


Like komen nya yuk ramai kan


__ADS_2