![Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]](https://asset.asean.biz.id/duda-impian--musuh-kakak-kesayangan-.webp)
❣️❣️❣️❣️❣️
Usai makan malam semua anggota keluarga berkumpul di ruang tengah seperti biasa, terlebih malam ini ada Reza dan Melisa beserta si kembar yang semakin aktif di usianya yang menginjak delapan tahun.
"Aku pinjem, boleh?" pinta Mitha pada Bumi yang sedari tadi asik mewarnai kertas gambarnya.
"Boleh, mau warna apa?" tanya si tengah dengan ramah seperti biasanya.
"Kuning"
"Yellow punya kakak" jerit Air, bocah itu masih saja belum bisa berbicara lembut.
"Heh Tarzan, turun gak!" ujar Meera saat si sulung naik keatas sofa.
"Aku serigala! bukan Tarzan" protesnya pada Meera, adik dari papanya.
"Serigala itu serem, kak. Lah ini cengeng udah gitu teriak-teriak terus" kekeh Meera yang lagi-lagi menggoda Air.
"Dek, udah dong" seru mama pada si bungsu agar berhenti mengejek cucu sulungnya itu.
"Biarin, Mah. biar nangis" Meera yang tertawa langsung mendapat serangan mendadak dari keponakannya itu.
"Aw ... sakit, kak!" pekik Meera saat jari telunjuknya di gigit oleh Air.
"Kak, lepas dong. Gak boleh gitu" pinta Melisa Air yang malah menggelengkan kepalanya.
Reza hanya tertawa melihat pertengkaran adik dan anaknya itu karna ia sendiri sedang menemani dua gadis cantik menyusun puzzle.
"Gigit terus, kak" teriak Reza memperkeruh suasana semakin riuh.
Meera meniup telunjuknya yang merah Karna ulah si sulung yang sangat menyebalkan baginya.
Dua orang beda generasi itu tak pernah mau akur kapan pun dan dimana pun.
"Sakit loh, kak"
"Awas bilang kakak Tarzan lagi" Ancam Air.
__ADS_1
"Bodo amat!"
Derap langkah suara kakiq masuk mengalihkan semua fokus orang-orang yang sedang berkumpul di ruang tengah, Seorang pria tinggi putih berjalan mendekat saat sang anak berteriak memanggilnya.
" Daddy pulang"
Bocah empat tahun berjingkrak kegirangan membuat semuanya tergelak melihat tingkahnya.
"Selamat malam semuanya" sapa Ricko yang langsung mendapat pelukan hangat dari Mitha.
"Malam, silahkan duduk" jawab papa, yang lain hanya tersenyum simpul padanya.
"Terimakasih,.Om" Ricko menghempaskan bokongnya tepat di sebelah Ameera yang duduk bersebelahan juga dengan Melisa, menyadari hal itu tentu putra sulung keluarga Rahardian tak menerimanya.
"Masuk yuk, Ra" ajaknya kemudian.
"Kemana?" tanya Melisa polos membuat Reza semakin jengkel.
"Ngamar" Sahutnya dengan mata tajam melirik Ricko.
Sadar dengan sikap dingin suami dan kekasih adiknya itu, Melissa segera beranjak dari duduknya.
"Kenapa sih?" bisik Meera pada Ricko, pria itu hanya tersenyum sambil mengangkat bahunya.
"Bagaimana urusanmu di luar kota?" tanya papa mengawali obrolan.
"Lancar, Om. Semuanya selesai tepat waktu" jawab Ricko
"Bagus, semoga seperti itu seterusnya"
Keduanya berbincang dengan santai mengenai banyak hal terutama masalah dunia bisnis, Meera dan mama yang tak mengerti hanya fokus pada anak-anak terutama si kembar yang sudah ditinggalkan kedua orangtuanya masuk kedalam kamar.
Mitha yang tadi berada di atas pangkuan Daddy-nya kini sudah berpindah ke dalam pelukan Meera, sesekali bocah cantik itu menguap dan sedikit rewel
Si kembar yang mengajaknya bermain lagi pun di tolaknya.
"Ngantuk ya, kita bobo yuk" ajak Meera setelah ia meminta ART membuatkan susu untuk calon anak sambungnya itu.
__ADS_1
Mitha hanya mengangguk, matanya mulai sedikit terpejam dengan kepala sudah menempel di atas dada Mitha.
"Kita pulang aja ya" Ricko mengusap kepala anaknya dengan begitu lembut.
"Biarkan Mitha menginap lagi, ini sudah malam" ucap papa saat melihat sekilas jam di pergelangan tangannya
"Gak apa-apa, Om, saya dan Mitha permisi pulang dulu" pamit duda beranak satu itu.
Ricko langsung meraih tubuh kecil anaknya dalam dekapan Meera yang sedang menyusu dalam botol, menggendongnya dengan senyaman mungkin.
"Kamu mau kemana, dek?" tanya papa saat anak bungsu itu juga ikut bangun.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Papa gak nyium nih wangi begini, mana mungkin lah aku gak ikut!
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
Ish...
kenapa pada bucin akut sih?
__ADS_1
Tar maen anter anteran lagi ya kaya kakak Ay 😂
Like komen nya yuk ramai kan ❤️