![Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]](https://asset.asean.biz.id/duda-impian--musuh-kakak-kesayangan-.webp)
❣️,❣️❣️❣️
Jam tiga Bunga benar-benar datang ke cafe dekat kantor Ricko, dengan memakai dress selutut berwarna hitam sungguh membuat gadis itu terlihat lebih dewasa, Danish yang sudah melihatnya dari pintu masuk pun tak lepas melempar senyumnya.
"Lama ya?" tanya Danish yang kemudian langsung duduk di hadapan Bunga.
"Gak, aku baru datang juga kok, kak" jawab Bunga menyimpan kembali ponselnya kedalam tas.
Seorang pelayan datang membawa buku menu, Bunga langsung membukanya dan memilih apa yang ingin ia nikmati sebagi teman ngobrolnya.
"Manggo jelly milk ice" pesan Bunga pada pelayan tersebut.
"Kamu mau apa?" tanyanya juga pada Danish.
"Samain aja sama kamu" jawab Danish.
Danish masih menatap lekat Bunga, Apa yang ia rasakan masih sama, gadis muda itu masih menjadi penguasa hati dan pikirannya meski Bunga pernah menolaknya tahun lalu di bandara tapi Danish tak sedikitpun mencoba melupakannya.
"Ayo cerita, kak Ricko kenapa?" Bunga membuyarkan lamunan Danish yang harus terkesiap secara tiba-tiba.
"Pak Ricko gak apa-apa, emang dia kenapa?" kekeh Ricko dengan tawa kecil.
__ADS_1
"semalam dia pulang mabuk, kenapa?" Bunga yang penasaran semakin gemas dengan jawaban Danish yang seakan bertele-tele baginya.
"Ya biasalah, namanya juga pengusaha muda kalau mabok begitu sih hal yang wajar" jawab Danish sambil mengangguk ke arah pelayanan tadi yang meletakkan dua gelas Manggo jelly milk ice pesanan Bunga.
"Terimakasih" ucap keduanya bersamaan.
Bunga menyesap langsung minumannya yang terasa begitu melegakan tenggorokan nya di penghujung siang yang begitu terik, ibu kota sangat berbeda dengan tempat tinggalnya yang masih tak begitu penuh dengan polusi kendaraan.
"Sampai kapan kamu disini?" tanya Danish mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Kurang lebih seminggu, aku cuma main-main disini" jawab gadis itu.
"Engga" sahut Bunga sambil menggeleng.
"Haha, kamu masih lucu aja ya" Danish tertawa melihat kepolosan di wajah Bunga.
Keduanya mengobrol ringan sampai dua jam lamanya, hanya obrolan ringan tapi mampu membuat mimik muka Bunga berubah , ada senyum, tawa hingga dengan lucunya ia juga memanyunkan bibirnya karna kesal terus di goda oleh Danish, pria yang memiliki sifat ramah dan humble dekat dengan siapapun tak perduli ia wanita atau pria asalkan baik Danish pun akan bersikap sebaliknya.
"Jadi ayo cepat katakan" rengek Bunga yang sudah sangat penasaran karna Danish tak kunjung memberi info apapun padanya.
"Apa, bukannya dari tadi sudah banyak hal yang ku katakan?" Danish kembali menyesap minumannya yang tinggal sedikit, berbeda dengan Bunga yang sudah kembali memesan menu lain selama mereka mengobrol.
__ADS_1
"Baiklah, kalau kak Danish gak mau bilang masalah kak Ricko, aku akan ganti pertanyaan ku" ucapnya menahan kesal.
"Hem, akan ku jawab sebisa ku"
"Apa kak Ricko punya pacar?, enam bulan lalu saat terakhir bertemu dengannya statusnya masih single, dan aku harap ia masih begitu sampai saat ini" kata Bunga yang membenarkan posisi duduknya agar bisa lebih dekat dengan Danish karna menurutnya ini adalah pembahasan yang sangat serius menyangkut masa depannya.
"Entahlah, yang aku tau ada satu nama yang sering ia sebut setiap pak Ricko sedang mabuk berat"
"Siapa, siapa wanita itu?, apa aku kenal?" tanyanya semakin penasaran.
"Mungkin, Karna nama itu sudah lama ia sebut" Kini Danish menyandarkan tubuhnya, ia fokus menikmati wajah Bunga yang kecewa karna kejujurannya.
Jangan mencintai seseorang yang sedang mencintai orang lain... bathin Danish
.
.
.
💕💕💕💕💕💕💕
__ADS_1