Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]

Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]
bab 153


__ADS_3

❣️❣️❣️❣️❣️


EHEM...


.


.


.


"Siapa tuh, Dadd?" tanya Meera sambil melepas pelukannya. Namun keduanya terlonjak saat melihat sosok pria paruh baya di belakang mereka.


"Maaf, tuan. Bunga sama Air mawarnya belum bayar, saya mau pulang udah mau hujan" ucapnya sambil menunduk karna tak enak hati.


"Astagfirullah, saya lupa!" jawabnya merasa sangat bersalah.


"Daddy, malu-maluin ih, masa bunga sama air aja ngutang!" oceh Meera yang kesal dengan kelakuan pria dihadapannya itu.


"Aku lupa, Mom, bukan ngutang" elak Ricko.


"Sama aja bikin malu" ujarnya lagi sambil berjalan meninggalkan Kekasihnya.


"Ini, pak. maaf ya! ambil aja kembalianya" ucap Ricko pada si penjual bunga setelah memberikan selembar uang.


"Terimakasih, pak"


Ricko hanya tersenyum lalu menatap sekilas makam istrinya yang belum sempat ia taburi bunga sama sekali.


Aku pulang ya, lain kali aku datang bersama Mitha dengan membawa begitu banyak bunga untukmu.


Ricko yang berlari langsung menarik tangannya Meera yang hendak menyeberang, di perhatikannya punggung gadis Kesayangannya yang memang terlihat lebih kurus dari biasanya.


"Aku anter kamu pulang!"


Tanpa meminta persetujuan Ricko langsung menarik tangan Meera menuju mobilnya, tak perduli gadis itu kini sedang memberontak minta di lepaskan.


"Masuk" titahnya Sangat memaksa.


Meera yang melihat sorot mata Ricko Sangat mencekam akhirnya menurut untuk masuk.


Selama perjalanan meninggalkan area pemakaman tak ada yang memulai obrolan sampai akhirnya Meera sadar satu hal.


"kita mau kemana?,ini bukan arah menuju rumahku, Dadd" protes Meera.

__ADS_1


"Kita ke apartemen ku, Mom" jawabnya dengan senyum menyeringai.


"Tadi bukannya kamu bilang mau anter aku pulang?"


"Pulang ke apartemenku itu sama saja membawamu pulang, bukankah semua milikku berarti milikmu juga?" jelas Ricko namun membuat Meera bingung.


"Tentu bukan! aku ingin apartemen baru" protes Meera dengan melipat tangannya di dada.


Ricko tertawa melihat sikap gadis pirangnya itu.


"Wah, udah mulai keliatan nih matrenya" kekeh Ricko yang justru merasa gemas karna ia tahu Meera hanya menggodanya.


.


.


.


Didalam apartemen miliknya, Ricko mendudukkan sang kekasih di sofa ruang tengah, ia melepas jasnya dan melemparnya asal, lalu membuka dua kancing kemejanya setelah itu menggulung bagian lengannya sampai ke siku.


Harum tubuh pria itu sungguh membuat Meera tak tahan untuk berhambur kedalam pelukannya.


"Aku merindukanmu" ucap gadis Pirang itu, detak jantung duda impiannya begitu menghangatkan hatinya yang kemarin haus akan kasih sayang.


Bunyi bel pintu membuat keduanya mengurai pelukan, Ricko langsung bergegas berjalan kearah suara


CEKLEK


pintu terbuka dengan lebar, ada seorang pria dengan memakai seragam memberi Ricko begitu banyak bungkusan.


" Terimakasih" ucapnya kemudian.


"Sama-sama, Tuan"


Setelah semua bungkusan kini sudah berpindah tangan padanya, ia kembali menutup pintu.


Senyum lebar terlihat dari wajah tampannya.


"Apa itu?" tanya Meera dengan dahi mengerut.


"Makanan, yuk makan!" ajaknya kemudian sambil meletakkan semua bungkusan tadi di atas meja.


Ricko berjalan kedapur untuk menyiapkan alat makan.

__ADS_1


"Stop!" Ucapnya tegas sampai membuat Meera terkejut.


"Kenapa?, tadi ngajak makan!"


"Biar aku suapin" kata Ricko sambil meraih sendok ditangan gadis pirangnya.


Meera tersipu malu saat Ricko bersiap untuk menyuapinya, mulutnya kini sudah terbuka lebar untuk menikmati makanan.


"Mulai hari ini harus banyak makan, aku sedih liat kamu sampe kurus gini, Mom" keluhnya pada Meera, hatinya begitu sakit melihat keadaan gadis Kesayangannya itu.


"Semua karnamu" jawab Meera.


"Iya, aku minta maaf" balas Ricko penuh sesal.


"Berjanjilah untuk tidak mengulanginya lagi" pinta Meera sungguh-sungguh.


"Tentu, Mom. aku tak kan meninggalkanmu setelah ini apapun yang terjadi nanti aku akan selalu bersamamu"


"Benarkah?" tanya Meera, kini terselip keraguan dalam hatinya akibat kejadian kemarin yang membuat hubungan mereka sempat merenggang.


.


.


.


.


.


.


.


Bener sayang, habis ini aku akan mengantarmu pulang, tunggu aku dan kedua orangtuaku datang melamarmu secara resmi.


💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕


Yang nebak babang Reza Dateng ke kuburan, selamat ya!


tebakan kalian salah, 😂😂😂😂😂


Like komen nya yuk ramai kan ♥️

__ADS_1


__ADS_2