![Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]](https://asset.asean.biz.id/duda-impian--musuh-kakak-kesayangan-.webp)
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Sudah sedari siang Ricko begitu sibuk mempersiapkan segalanya, ia ingin acara lamarannya berjalan lancar dan sempurna, Ia akan di antar oleh putri semata wayangnya, kedua orangtua kandungnya dan kedua mertuanya yaitu orang tua dari almarhumah sang istri, Bunga.
Mitha yang di minta untuk tidur siang lebih dulu pun menurut, bocah cantik itu adalah orang yang paling tak sabar untuk acara nanti malam.
"Semua sudah siap?" tanya mama Bunga.
"Sepertinya sudah" jawab Ricko saat memeriksa beberapa barang yang akan di di bawa nanti.
Pria itu menoleh pada wanita yang masih berdiri disisinya, mama yang peka sedang di perhatikan pun ikut menoleh.
"Ada apa?" tanya mama Bunga, bingung.
"Terimakasih" ucap Ricko Pelan.
"Untuk apa?" Mama Bunga yang belum paham sampai mengernyitkan dahinya.
"Terima kasih karna sudah menerima hubungan baruku, menerima Ameera sebagai calon istriku menggantikan posisi Bunga, Menjadi ibu sambung juga bagi Mitha" lirih Ricko, ia memang benar-benar terharu dengan rasa ikhlas mama mertuanya itu.
"Semua sudah takdirnya, jodohmu dan Bunga sudah selesai, Rick. Tapi jalan hidupmu masih panjang, berbahagialah di rumah tanggamu yang baru"
Ricko yang sempat menitikkan air mata sampai di peluk oleh wanita setengah baya itu, andai mama kandungnya bisa bersikap lebih bijak dan ikhlas hatinya mungkin terasa lebih lega saat ini.
Tapi ia cukup mengerti, kasih sayang mamanya untuk Bunga memang luar biasa, gadis itu cukup hebat bisa masuk kedalam hati mamanya sampai sedalam ini serasa hanya ia yang memang pantas mendampingi Ricko.
.
.
__ADS_1
********
"Berasa tua gak sih, gue?" tanya Meera pada Bella, sahabatnya.
"Kenapa?"
"Ya iya, udah mau nikah aja gitu, hahaha" gelak tawa gadis pirang itu menggema ke seisi kamarnya yang berantakan.
"Lah Lo enak, jodoh Lo gampang dan langsung punya anak" timpal Bella.
Meera hanya tersenyum, otaknya seakan memutar kembali masa-masa bagaimana dulu ia begitu berani memberi hatinya pada suami orang, Sampai akhirnya ia yakin telah jatuh cinta pada seorang pria tinggi putih yang sudah memilki istri dan anak yang begitu cantik.
"Jodoh gue laki orang ya Bell, gak nyangka!" seru Meera yang kini sudah berpindah duduk ke tepi ranjangnya.
"Dari laki orang sampe ke jadi duda impian" kekehnya lagi sambil mengusap layar ponselnya yang ternyata ada satu notifikasi pesan masuk.
*Ricko
Ameera tersenyum lebar, hanya dua kalimat itu saja sudah mampu membuat dunianya jungkir balik saking senangnya.
Ricko selalu saja mengacak-acak hatinya, membuat ia tersenyum lebar sampai terlihat deretan gigi putihnya.
*Ameera
[ Akupun, cepat lah datang dah halal kan aku ]
Meera meletakan lagi ponselnya ke atas nakas karna derap langkah kaki seseorang menggelitik telinganya.
.
__ADS_1
.
"Dek," sapa Melisa yang tiba-tiba datang, pintu kamar yang memang terbuka memudahkannya untuk masuk tanpa mengetuk pintu lebih dulu.
"Kakak, sini masuk" Sahut Meera sambil menepuk kasurnya, meminta wanita cantik itu duduk di sebelahnya.
"Semuanya sudah siap, hanya tinggal satu jam lagi kita menunggu kelurga Ricko datang, kamu sudah bisa merias dirimu dari sekarang" tutur Melisa sambil mengusap kepala adik ipar namun sudah di anggapnya adik kandung.
"Cepet banget ya" gumam Ameera.
"Tapi mandi lagi sana" titah Melisa sambil terkekeh, ia tahu jika si bungsu memang belum membersihkan dirinya dari pagi karna Sibuk bertengkar dengan si sulung.
.
.
.
.
.
.
Jarang mandi aja tuh duda impian udah klepek-klepek
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
Iya in ajalah yang penting Lo cepet kawin 🤭😀
__ADS_1
Like komen nya yuk ramai kan ❤️