Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]

Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]
bab 137


__ADS_3

❣️❣️❣️❣️


"pah, Kalo udah cinta, udah sayang, udah suka jangankan sama orangnya liat sendalnya aja aku udah seneng banget !!!!


Semua orang tertegun mendengar ucapan konyol yang keluar dari mulut si bungsu, papa saling pandang kemudian tertawa sedangkan Ricko menutup wajah malunya dengan kedua tangan.


"Astaga, Mom"


"Ricko, apa kamu sanggup jika harus bersama Putri saya yang seperti ini?" canda papa pada kekasih anaknya.


"Saya udah biasa, Om. asal jangan liat Meera nangis aja" Sahut Ricko.


"Ya, jangan pernah membuat putri kesayangan saya menitikan air matanya karena kesalahanmu, tegur ia jika salah tapi jangan pernah berkata kasar" pesan papa pada pria yang duduk dengan tegak itu.


"Saya berjanji, Om" balasnya tegas penuh keyakinan.


" Ya sudah, saya dan istri saya permisi kedalam, kalian bisa mengobrol disini". pamit papa yang bangun dari duduk berbarengan dengan mama.


Sepeninggal kedua orangtuanya, Ameera meringsek mendekati Ricko yang sudah mengulurkan tangannya.


"Makasih ya, udah mau Dateng kesini dan nemuin papa" ucap Ameera terharu.


"Udah seharusnya aku lakuin itu" sahut Ricko mencium kening gadis pirangnya


Keduanya berpelukan sangat erat seakan tak ingin di pisahkan, mengalirkan kekuatan ke tubuh masing-masing karna sadar bahwa masih ada yang harus di taklukkan.


"Maaf, soal kak Reza ya"


Ricko mengangguk paham sambil tersenyum, sekali lagi ia mencium kening kekasihnya.


"Aku akan bicara dengannya lagi, aku harap Reza bisa menerima hubungan kita"

__ADS_1


****


Seminggu berlalu semua berjalan lebih baik, bahkan sudah dua kali Ricko mengantar Ameera pulang setelah makan malam di luar.


Sikap terbuka kedua orangtua Ameera membuat ia lebih mantap untuk lebih serius meski belum ada waktu yang tepat bertemu dengan Reza lagi.


"Besok ada mama di rumah, mau jemput Tata Karna aku mau keluar kota, sebelum kesana aku mau kamu ketemu mama karna bagaimana pun kalian harus saling mengenal, Mom" pinta Ricko sebelum kedua turun dari mobil.


"Dadakan banget" Protes Ameera, tak siap rasanya jika harus esok ia bertemu dengan calon mertuanya.


"Terus maunya kapan?, mama udah tau soal hubungan kita dari Tata juga Mama Bunga"


Ameera diam tak menjawab, otaknya sedang berfikir kalimat apa yang pantas untuk menolak permintaan kekasihnya itu.


Meski benar kata Ricko, mereka sudah seharusnya saling mengenal karna ada niat baik setelah ini yang ingin keduanya segera laksanakan.


"Mom, kok diem aja sih?, sekalian ketemu Tata juga"


"Aku takut. Apa mamamu sebaik mamanya mbak Bunga yang bisa menerima ku?" lirihnya sambil memainkan kuku kuku di ujung jari lentiknya.


"Pasti, ada aku yang selalu menemanimu jika ada hal yang di inginkan terjadi, aku akan membelamu,.Mom" ucap Ricko meyakinkan gadis di sebelahnya itu


"Hey, aku tak akan membuatmu menjadi anak durhaka, apapun itu tetap harus dahulukan mamamu, mamamu, mamamu, papamu, Mitha kemudahan aku" jelas Ameera.


Ricko tersenyum bangga mendengar urutan yang di ucapkan calon istrinya itu.


"Tergantung sikapnya nanti, Mom. aku sudah lelah mengalah, kini saatnya aku berjuang untuk kebahagiaan ku Sendiri"


"Jadi gimana?, mau besok atau lusa setelah aku pulang dari luar kota agar kamu bisa lebih siap?" tanya Ricko pada Ameera yang kembali diam.


"Ya sebaiknya tunggu aku siap dan doaku terkabul"

__ADS_1


"Doa?, kamu minta apa?" Rasa penasaran kini menyusup relung hatinya


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Ya othor.... doaku ganti ya..


cukup nikahi duda kaya raya tak apa beranak satu asal yatim piatu!!!!


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Maaf ya, Meer


Gue bukan tukang daster yang bisa di tawar 🤭🤭


Bocah banyak maunya lama2 gue sleding nih.

__ADS_1


Like komen nya yuk ramai kan


__ADS_2