Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]

Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]
bab 129


__ADS_3

❣️❣️❣️❣️❣️


Berani Lo nyentuh adek gue!


Suara berat jelas terdengar oleh semua orang yang menyaksikan drama Perdebatan yang tadi sempat memanas, mata mereka langsung beralih pada pria tinggi yang tak kalah tampan dari Ricko sedang mencekal pergelangan tangan Intan.


"Kakak!"


"Reza!"


"Kak, Reza"


Semuanya memanggil pria itu dengan pelan karna terkejut.


Reza menepis tangan Intan kemudian sedikit mendorongnya sampai kena pada kursi yang kosong.


Tatapan mata pria itu begitu tajam menatap Intan yang basah kuyup bajunya, terlihat jelas dua bongkahan dada kenyalnya yang hanya terbungkus BR@ hitam yang kontras dengan kemeja putihnya.


"Dia yang mulai duluan, menghina dan juga menyiram ku" sentak Intan, ia sedang membela dirinya dengan mengumbar kesalahan Ameera.


"Meera gak akan ngusik kalo Lo gak ngusik duluan!" Reza berteriak sampai semua orang kembali terkejut, begitu pun dengan adiknya yang malah memeluk Ricko dan parahnya pria itu malah mencoba menenangkannya


"Ini apa lagi?, ngapain Lo meluk Ade gue!" Reza menarik paksa Ameera dalam dekapan Ricko.


"Sakit, kak" rengek Ameera, ia yang tak tahu apa-apa tentang hubungan tak baik kakaknya dengan sang kekasih hanya bingung saat dua pria itu bersitegang.


"Lepas, Za" pinta Ricko


"Ini adek gue, gada urusan sama Lo!" sentaknya lagi dengan amarah yang sudah sampai di puncaknya.


"Iya, dia adek Lo tapi dia calon istri gue, Paham!"

__ADS_1


Ricko menarik kembali Ameera, kini gadis pirang itu berada di balik punggungnya.


"Apa maksud Lo?" tanya Reza tak percaya.


"Kita pacaran!"


BUGH..


BUGH..


Dua pukulan mendarat sempurna di wajah Ricko, pria itu tersungkur dilantai membuat Ameera menjerit histeris begitupun dengan Intan dan juga Bella


"Kakak!" pekik Ameera, kini gadis itu sudah menitikan air matanya tak tega rasanya sang kekasih mendapat bogem mentah dari kakaknya.


"Gua harap, gua salah denger" ucap Reza yang kembali menarik adiknya agar bangun.


"Kak, jangan gitu dong"


"Gitu gimana, Hah?" baru kali ini Reza membentak adiknya selama ia hidup.


"Ayo pulang!"


"Gak mau, urusan ku belum Selesai, kak" Tolak Meera. namun tak di indahkan oleh Reza, pria itu tetap menarik adiknya.


Ricko langsung bangkit dari lantai, mengejar Ameera yang di tarik paksa oleh kakaknya keluar dari restaurant, begitu pun dengan Intan, tinggal Bella yang sepertinya masih shock melihat drama yang terjadi.


"Kok gue di tinggalin, terus ini yang bayar siapa?" gerutu Bella yang kesal.


"Za, tunggu!" Ricko menghalangi jalan Reza dan Ameera yang sudah hampir sampai di mobilnya.


Tak lagi perduli dengan rasa sakit di wajahnya, ia hanya memikirkan kekasihnya saat ini, tak terima rasanya saat Ameera disentak dan terus tarik paksa.

__ADS_1


"Gue gak pernah punya urusan sama Lo kecuali urusan bisnis, Lo paham itu kan?" ucap Reza yang sudah sangat kesal.


" Iya gue tau, tapi itu dulu" sahut Ricko, melihat Meera masih meringis sakit membuat hatinya ikut teriris perih.


"Sampai kapanpun tetep sama, gue dan Lo!" Reza menunjuk dada Ricko dengan jari telunjuknya.


"Gak akan pernah punya urusan!" tambahnya lagi penuh penegasan.


Meera menatap kedua pria tampan itu bergantian, ada rasa aneh dengan sikap mereka yang sepertinya tidak saling menyukai satu sama lain


"Kak..."


Reza dan Ricko menoleh secara bersamaan, ada banyak tanya yang bisa Reza lihat di kedua manik mata adiknya yang kebingungan.


"Sayang, maaf. ada satu hal yang belum kamu tau di antara kami" ucap Ricko yang paham arti diam kekasihnya itu.


"Kalian kenapa?, tolong jawab!" satu tetes air bening kembali turun dari matanya yang memanas.


" Meera...kami bermusuhan!''. Jawab keduanya.


🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉


Sampe sini paham kan, adek besar 😂😂😂


mau lanjut gak?


Tuh emak emak udah siap mau ikut antri pas lamaran katanya bawa keresek 🤭🤭🤭🤭


@Candakresek


Like komennya yuk ramaikan kan.

__ADS_1


__ADS_2