![Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]](https://asset.asean.biz.id/duda-impian--musuh-kakak-kesayangan-.webp)
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
"Pagi sayangnya Daddy" sapa Ricko saat panggilan videonya tersambung kepada gadis pujaan hatinya.
"Pagi?, subuh ini Dadd" Protes Ameera yang masih belum terkumpul kesadarannya, dering ponsel yang tak henti membuat ia harus dengan terpaksa bangun dari mimpi indahnya.
"Masa?, aku udah gak sabar mau ketemu calon istri jadi gak bisa tidur, Mom" rayu sang Duda sambil mengulum senyum sampai terlihat jelas dua lesung pipinya yang membuat siapa pun akan terpesona dengan ketampanan ayah satu anak itu.
"Kita ketemu jam sepuluh, ini baru jam setengah empat, Dadd"
Ricko terkekeh geli saat Ameera berbicara sembari menutup kedua matanya, rasa rindunya begitu berat dan tak mampu ia tahan lagi, Ia benar-benar ingin segera menghalalkan gadis pirangnya itu.
Ia jatuh cinta sejatuh jatuhnya pada Ameera, gadis itu bisa mengembalikan lagi dunianya yang sempat hanya ada warna hitam dan putih.
"Baiklah, aku jemput kamu jam sembilan ya, lumayan ada sedikit waktu kita bersama berdua sebelum menjemput Mitha di sekolah, bagaimana?" tawar Ricko yang berharap Ameera menyetujuinya.
"Dateng sekalian di jam sarapan, biar lebih lama disini" sindir Ameera yang membuat Ricko tertawa.
"Tunggu tanggal mainnya, aku takkan melepaskanmu, sayang!" ancam Ricko yang tak sabar menanti hari itu tiba.
Obrolan Keduanya terhenti saat Ricko tak tega melihat gadis pirangnya itu menguap terus menerus karna masih merasakan kantuk, ia menyudahinya setelah menyatakan betapa ia sangat mencintai Ameera dan sialnya gadis itu hanya mengangguk saja, membuat sang Duda semakin gemas Padanya.
*****
"Dek, bangun!"
Mama yang sudah dua kali ke kamar si bungsu langsung menyibak kan selimut tebal yang membungkus tubuh anak perempuannya.
"Apa sih, mah."
"Katanya mau jadi Mommy, tapi setiap hari bangun tidur saat matahari udah tinggi, apa gak malu sama anak nantinya?" sentak mama lagi.
"Ish, kan belom Mah, ini adek masih jadi anak mama, kan!" ucapnya sambil merentangkan tangan ingin memeluk wanita yang selalu mengomelinya setiap pagi.
Ngiung... ngiung... ngiung.... tiiiit...
__ADS_1
Air datang bersama pesawat jet mininya bersiap menggoda Aunty pirangnya yang baru saja bangun dari tidur.
"Heh, anak tuyul. kirain udah pulang?" ejek Ameera pada keponakan yang merangkap menjadi musuhnya.
"Ish, ganteng begini masa tuyul! Kakak kan gak botak" protes Air, bocah delapan tahun itu langsung naik keatas ranjang berniat memisahkan Ameera yang sedang di peluk mama.
"Omma kakak, awas!"
"Yeeee... krucil dateng dateng langsung ngaku-ngaku, sana ah pulang, berisik!" usir Meera yang tak pernah akur dengan Air sedari bayi.
"Sudah, kalian ini"
Mama mengurai pelukan anak gadisnya setelah mencium kening Ameera agar si pirang segera membersihkan dirinya.
Dan wanita paruh baya itupun keluar sambil menggadeng tangan cucu kesayangannya.
"Kakak, gak main sama Bumi?" tanya mama.
"Bumi kemana?, kakak gak tau" Jawabnya sambil meloncat-loncat menuruni anak tangga.
Air si bocah periang yang hoby menangis itu selalu menjadi warna dan biang rusuh di setiap lapak orang 🙄🙄😭.
Jam sembilan pagi Ricko benar-benar sudah datang ke kediaman RAHARDIAN, bangunan yang memiliki dua lantai yang begitu mewah bak istana modern.
Dan pria tampan itu kini sudah duduk di ruang tamu setelah di persilahkan masuk oleh salah satu ART yang menyambutnya tadi di pintu utama
Tahu sang Duda impian telah datang kerumahnya, Ameera pun segera keluar dari kamarnya menuju lantai bawah rumahnya, dengan sedikit berlari gadis itu segera menghampiri Ricko yang sudah bersiap menerima pelukannya.
"Daddy..." seru gadis itu menggema ke seisi ruangan yang nampak sepi.
"Kangen Mommy" bisik Ricko saat si pirang kini berada dalam pelukannya.
"Banyak-banyak, tumpah-tumpah apa luber-luber?" goda Meera yang kini kedua wajah mereka saling berhadapan.
"Tiga-tiga nya deh, kangen aku berasa kaya banjir bandang gak bisa di tampung" balas Ricko yang saat itu langsung menciumi wajah Ameera.
__ADS_1
Keduanya tertawa bersama, Ricko yang sudah cukup dewasa entah mengapa seperti anak remaja yang baru jatuh cinta dan menjalin hubungan.
Mereka duduk di sofa panjang siap menceritakan apapun itu, sikap terbuka keduanya membuat Ricko dan Ameera tak pernah kehabisan bahan perbincangan.
"Pokonya nanti terserah, Mommy. Aku ikut aja" ucap Ricko yang menyerahkan tema pernikahan pada Ameera
"Aku mau jadi yang paling cantik" tuturnya sambil membayangkan dirinya sendiri saat memakai gaun pengantin.
"Bangun tidur pake piyama aja cantik, Mom" rayu sang Duda sambil mencubit hidung Ameera.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Oh, itu udah pasti dong, apalagi kalo aku gak pake piyama, UPS......."
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Jangan mancing deh..
__ADS_1
Itu yang di dalam karung nanti bisa angguk2 gak jelas minta Elus 🤭🤭🤭🤭
Like komen nya yuk ramai kan ❤️