Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]

Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]
bab 43


__ADS_3

❣️❣️❣️


"Mas, apa mungkin itu...?"


CEKLEK


Kedua pasangan suami istri itu langsung menoleh kearah pintu yang terbuka, terlihat si bungsu berdiri dengan derai an air mata yang membasahi kedua pipinya.


"Sayang.." Seru Reza dan Melisa bersamaan


Cahaya langsung masuk dengan suara Isak tangisnya yang lirih, membuat Melisa langsung bangun dari atas pangkuan suaminya.


"Kok bangun?, bobo lagi yuk" ajaknya, tapi si cantik berambut coklat itu menggeleng


"Gendong, papa!" Ia mengangkat kedua tangannya agar Reza mau mengangkat tubuhnya.


"Yuk, bobo sama papa ya"


Apapun masalah yang ia hadapi, ia akan selalu bersikap manis di depan anak-anaknya, Ia lah ayah terbaik untuk ketiga buah Hatinya


****


Ameera langsung memasuki kamarnya saat sampai dirumah, membersihkan dirinya dengan cara berendam di bathtup, tubuh polosnya kini tertutup busa yang sangat melimpah, harum aromaterapi membuat dirinya lebih rileks setelah drama pertemuannya tadi dengan Ricko tadi di mall bersama Mitha, Anaknya.


Ini tuh cinta apa cuma seneng aja sih liat cowok ganteng?


Kok gue bingung ya!


tapi gue gak pernah begini...


sampe Segede gini baru sekarang kebayang senyum cowok terus, mana wangi banget lagi..


Titisan surga kayanya lagi nyasar ke bumi!!


Ameera terus berbicara sendiri di dalam kamar mandinya yang luas.


Dia bingung dengan apa yang ia rasakan saat ini.

__ADS_1


Jantungnya selalu berdebar saat bertemu pria itu.


Pria yang memiliki satu anak..


hmm... salah! dua maksudnya meski belum lahir tapi jelas itu pasti anaknya.


Pria yang masih sah menjadi suami dari seorang wanita baik-baik.


"Huaaaaaaa.... kenapa gini sih?"


Ameera berteriak kesal memikirkan nasib cintanya yang bagai layu sebelum berkembang.


Ia kalah sebelum berperang dan melepas sebelum memiliki..


Ameera buru-buru membersihkan dirinya di bawah guyuran air shower karna malam semakin larut.


Usai melakukan ritual mandinya ia segera memakai piyamanya lalu kemudian meringsek Ketengah kasur menenggelamkan tubuh lelahnya di balik selimut tebal bersiap bermimpi karna esok ia akan kuliah pagi sekali


***


Ricko segera keluar dari rumah setelah menemani Mitha tidur, Ia akan kembali ke apartemennya seperti biasa meninggalkan anak dan isterinya di dalam rumah mewah yang selalu nampak dingin baginya.


"Mommy?, dia meminta Mitha untuk memanggilnya Mommy!.. Dasar aneh"


"Tapi jika sedang bersamanya entah kenapa rasanya berbeda, aku selalu tersenyum bagai orang bodoh!"


Ricko tertawa sendiri, sudah lama rasanya ia tak tertawa lepas begini jika tidak dengan putri kecilnya.


Tuntutan pekerjaan yang menumpuk serta masalah rumah tangga yang bagai ada tembok diantara dirinya dan istri membuat hidupnya tanpa warna.


menghabiskan waktu di meja kerja bertemu dengan para kolega bisnis adalah hal utama hidupnya.


Pergi pagi dan pulang malam, tak ada yang ia tuju untuk mengakhiri waktunya.


Bahkan ia sering kali bingung kemana ia harus pulang!


.

__ADS_1


.


.


Getaran ponsel di dekat bantalnya membangunkan Ricko dari tidur lelapnya, dengan malas ia membuka matanya untuk menerima panggilan telepon yang entah dari siapa.


Bunga..


"Hallo, ada apa?"


Ricko melirik kearah jam yang menempel di tembok masih pagi sekali rasanya jika Bunga hanya ingin membangunkan untuk bekerja


"Kak, Mitha demam, bagaimana ini?" jelasnya di sebrang sana dengan suara panik.


"Demam?, Mitha sakit!" pekiknya yang langsung terlonjak kaget.


"Iya... tapi dia??????" Bunga memotong ucapannya ada keraguan yang didengar Ricko untuk melanjutkannya kata-katanya itu.


"Apa?, Mitha kenapa?, ayo jawab!"


"Mitha......"


.


.


.


.


"Dia terus menerus memanggil kata ....Mommy!"


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺***


Wah.. apakah pelakor baik hati akan bertemu dengan madunya 🤣🤣🤣🤣🤣🤣


Kok gue jahat ya pgen si bunga cepet metong 🤭

__ADS_1


Like komennya yuk apa kalian juga sama? 🤔🤔


__ADS_2