Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]

Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]
bab 63


__ADS_3

❣️❣️❣️


"Kakak, ngapain disini?, lagi makan sama siapa?"


Suara Bunga tentunya mengangetkan Ricko, Pria dengan kemeja di gulung bagian tangannya itu justru reflek menengok ke belakang.


"Kak?" panggil Bunga Lagi saat merasa tak mendapat jawaban dari suaminya.


"Hem, Iya. Aku lagi mau makan, kalian disini juga?"


Bunga yang duduk di sebelah Ricko langsung di cubit kecil oleh Lena yang masih terkejut tak percaya.


"Apa sih?" tanya Bunga sambil mengusap lengannya yang merasa sakit.


"Itu Bos gue!" bisiknya dengan panik.


"Iya, bos Lo itu suami gue!" sahut Bunga dengan bangganya.


Lena langsung menepuk jidatnya sendiri sambil berdoa dalam hati Ricko tak mengenalinya.


Pesanan Ricko sebanyak dua porsi kini sudah terhidang di atas meja, Bunga yang melihatnya langsung mengernyitkan dahinya bingung dengan apa yang di lihatnya.


"Kakak makan sama siapa?, kok banyak banget?" tanya Bunga penuh selidik.


"Aku laper banget, tadi cuma makan bubur ayam" sahutnya santai sambil kembali menoleh lagi ke belakang arah tadi gadis pirangnya berlalu.


**


Ameera yang baru keluar dari kamar mandi langsung menghentikan langkahnya saat ia melihat pria yang tadi berasamanya justru sedang duduk bersama dua wanita yang salah satu di antara nya sangat di ingat oleh Ameera.


Mbak Bunga..


Gadis pirang itu menarik nafasnya dalam-dalam, kemudian membuangnya secara kasar berkali kali sambil menyandarkan tubuhnya di tembok.


Maju ngusruk.. mundur ngejengkang!!


Ia lalu menertawakan dirinya sendiri yang merasa bodoh dan menyedihkan.


"Eh, mbak, maaf!" Ameera menarik tangan seorang pelayan.


" Iya ada apa?" tanya pelayanan tersebut.

__ADS_1


"Boleh pinjem ponsel?, saya mau pesen taxy online"


Pelayan tadi mengerutkan dahinya, heran.


"Tunggu sebentar, saya ambil ponsel di loker dulu" pamitnya pada Ameera, gadis itu tersenyum sambil bernafas lega.


Ameera kembali mundur untuk bersembunyi, ia tak berani melihat ke arah Ricko walau hanya punggung lebarnya.


.


.


"Aunty!"


Bocah tampan berumur tujuh tahun itu berlari ke arahnya.


"Bumi" gumam Ameera yang langsung berjongkok bersiap memeluk keponakan keduanya itu.


"Sama siapa?" tanya Ameera, bingung melihat keponakannya sendiri.


"Sama mama, tuh mama" tunjuk Bumi pada mamanya.


Lagi-lagi Ameera bernafas lega, saat melihat Melisa datang menghampirinya dengan tatapan penuh tanya.


"Aku sendiri, mau makan tapi lupa bawa dompet sama ponsel" Ameera menggaruk kepalanya tak gatal.


"Ya ampun, kasian Banget" kekeh Melisa pada adik iparnya itu.


"Ya udah yuk makan, kakak juga lagi pesen buat di bawa pulang"


"Bungkus aja, makan di apartemen" ujar Ameera.


"Ya udah kita duduk disana yuk sambil nunggu"


Melisa menarik tangan adik iparnya itu menuju kursi paling depan, namun tanpa dugaan Bunga justru menyapa Melisa dan melambaikan tangannya.


"Bu Mel....!"


Melisa menoleh, tapi tidak dengan Ameera gadis pirang itu malah berpura pura tak melihat.


"Ada Mbak Bunga, kita samperin dulu yuk" ajak Melisa yang tak enak jika Bunga yang menghampiri.

__ADS_1


"Kakak aja, aku tunggu disini aja sama Bumi"


"Ayo, dek.. gak enak ah, kalian juga kenal kan pernah ketemu"


Melisa menarik tangan adiknya untuk menemui Bunga dan Ricko juga seorang wanita yang tak di kenalnya.


"Kalian disini juga, apa kabar?" sapa Melisa setelah memeluk wanita hamil itu.


"Iya lagi makan siang" jawab Bunga.


Melisa dan Ricko hanya melempar senyum begitupun dengan wanita di samping Bunga.


Ameera hanya diam tak menanggapi basa basi mereka, bahkan Ameera tak sedikit pun melirik Ricko ia hanya fokus pada gulai kambing pesanannya yang masih utuh belum di sentuh di atas meja.


"Kami duluan ya" pamit Melisa kemudian.


"Iya, hati-hati di jalan" ucap Bunga.


keduanya kembali saling memeluk tanda perpisahan.


.


.


"Kamu jangan bilang kak Reza ya kalo kita ketemu sama Ricko!" pesan Melisa pada Ameera.


"Kenapa?"


.


.


.


.


"Yang ada kita dapet siraman Rohani tujuh hari tujuh malem!"


🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉


Kode tuh Ameera...

__ADS_1


jangan nakal lagi ya 🤭🤭🤭🤭


__ADS_2