![Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]](https://asset.asean.biz.id/duda-impian--musuh-kakak-kesayangan-.webp)
,❣️❣️❣️❣️
"Meera, kami bermusuhan!"
Dua pria tampan itu mengatakannya secara bersamaan membuat Ameera terlonjak kaget dan tak percaya, Ia memang tak pernah tau persis bagaimana hubungan Ricko dan Reza, yang Meera tahu keduanya berteman sejak masa sekolah kemudian berlanjut
Hingga dewasa dan kembali sering di pertemukan dalam kerja sama bisnis atau pertemuan pertemuan penting lainnya.
"Musuhan gimana" tanya Meera bingung.
"Nanti aku jelasin" sahut Ricko.
"Eh, enak aja! Lo mau jelasin apa ke Ade gue?, yang ada Lo itu cuma jelek in gue dan Lo bakal cerita kalo Lo itu bagai hamba Tuhan yang terdzhalimi, iya kan?" sentak Reza, belum apa-apa pria itu sudah menduga duga.
"Gue akan cerita in semua nya!" Tegas Ricko
"Gak perlu, adek gue gak butuh penjelasan, gak guna juga dia tau!" Reza meraih kunci di saku celananya, memencet tombol lalu membuka pintu mobilnya.
"Masuk!" titahnya pada Ameera.
"Gue yang anter dia pulang!" Kali ini Ricko yang menarik tangan Meera tapi tentu Reza menahannya dan adegan tarik menarik pun tak terelakkan.
"Stop!" teriak si gadis pirang, kedua pria itu reflek melepaskan cekalan mereka masing-masing.
Ameera berjongkok kemudian menangis menyembunyikan wajah kesal, marah,sedih dan kecewanya di balik telapak tangan.
"Jangan giniin aku!" ucapnya lirih dengan suara parau karna Isak tangis.
__ADS_1
Ricko dan Reza ikut berjongkok mencoba menenangkan Meera, Tapi gadis itu masih saja menangis.
"Maaf, maafin kakak ya. Kita pulang ya dek" aja Reza dengan suara seperti biasanya, lembut dan penuh kasih sayang.
"Aku akan jelasin, Mom. kita bisa bicara kan?" timpal Ricko sambil menguap punggung kekasihnya.
"Za, kali ini gue mohon, biarin gue selesai in dulu sama Meera" pinta pria berlesung pipi itu.
"Gada yang harus di omongin lagi, kalo kalian mau nyelesai in, silahkan selesai di detik ini. Jangan ada hubungan apa apa lagi diantara kalian" ucap Reza penuh penegasan.
"Bukan selesai hubungannya, Za!, gue gak akan lepasin Meera" Ricko kembali terpancing emosi.
"Dan gue pun gak akan izinin Meera Sama Lo!"
Ricko yang kesal akhirnya bangun, menarik kerah kemeja Reza lalu meninjunya sampai tersungkur di jalan ia melakukan itu sampai dua kali, sama persis dengan apa yang ia dapatkan tadi.
Belum sempat Reza membalas ternyata mereka sudah di pisahkan oleh beberapa satpam restaurant yang mendengar keributan sedari tadi.
"Cukup... kalian udah tua!"
Ameera yang sudah tak tau harus berbuat apa lagi hanya bisa menangis di pelukan Bella yang baru datang menghampiri
"Gue takut, Bell" ucap Meera dengan nada bicara bergetar.
"Lepas!!" sentak keduanya bersamaan.
"Jika kalian membuat onar lagi, kami akan laporkan kalian ke pihak berwajib" ancam salah satu satpam
__ADS_1
"Brengsek emang Lo!" umpat Reza sambil berteriak.
"Lo egois, gak mikirin perasan Meera!" balas Ricko dengan senyum ejekan di sudut bibirnya yang masih sedikit mengeluarkan darah segar
Meera yang sudah masuk kedalam mobilnya sendiri bersama Bella tak lagi Perduli dengan dua pria yang masih saja terus berdebat dan saling pukul, tingkah keduanya tak lagi mencerminkan sebagai para pengusaha yang berwibawa dan disegani malah justru cenderung seperti dua bocah kecil yang sedang memperebutkan mainan.
.
.
.
.
.
.
Bawa gue pergi, Bell..
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
Pusing ya Mom!
Sini kabur kerumah Mak othor kita bikin seblak 😂
Like komen nya yuk ramai kan ❤️
__ADS_1