![Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]](https://asset.asean.biz.id/duda-impian--musuh-kakak-kesayangan-.webp)
❣️❣️❣️
" Oh, aku lagi temenin istri ku periksa kandungan!
Dalam detik selanjutnya kini Ameera merasakan detak jantungnya seakan berhenti, merasakan sakit yang begitu pilu bagai di sayat dibuat silet tajam.
"Aku duluan ya" pamit Ricko untuk lebih dulu pergi, Ameera hanya mengangguk dan tersenyum tak ada niatan sedikit pun ia menjawab atau mengucapkan sampai jumpa kembali pada pria yang masih melempar senyum padanya.
Ricko terus melangkah sampai ujung lorong kemudian berbelok ke arah kanan, belum sampai pada ruangan yang di tuju ia justru menyandarkan tubuhnya pada dinding bercat putih itu
'Kenapa... kenapa rasanya begini?'
Pria tinggi putih dengan stelan jas hitamnya itupun memegang bagian dadanya sambil memejamkan kedua matanya.
"Daddy.." sapa anak kecil padanya.
Ricko yang terkejut saat ujung jasnya di tarik Langsung membuka matanya.
"Loh, Tata?" serunya semakin kaget.
"Daddy sakit juga?, dadanya kenapa kok di pegangin?" tanya gadis cantik itu dengan polos.
"Gak apa-apa, sayang. Mommy mana?" Ricko langsung menggendong anak perempuannya itu lalu meneruskan langkahnya menuju ruang pemeriksaan.
"Ada di dalam, dede nya belum di periksa" seru Mitha sambil berceloteh yang lainnnya juga.
__ADS_1
CEKLEK..
Ricko membuka pintu bercat putih itu dengan pelan, di lihatnya Bunga sedang mengobrol dengan seorang dokter di sofa panjang.
"Selamat pagi, pak Ricko" sapa dokter itu pada Ricko, keduanya pun bersalaman dengan sangat sopan.
"Bagaimana, ada masalah?" tanya Ricko pada Bunga.
"Enggak, kak. Belum di periksa" jawab Bunga.
Ricko mengernyitkan dahinya, Dengan tatapan penuh tanya.
"Kenapa?, ada yang di tunggu?"
Bunga mengangguk, lalu meraih tangan Suaminya.
Kini ketiganya menuju ranjang pemeriksaan, Ricko berdiri tepat disisi Bunga yang sudah berbaring siap di periksa oleh dua suster yang akan membantunya.
Dibukanya baju atasan Bunga sampai sebatas dada.
"Semuanya baik, detak jantungnya bagus"
"Gak ada masalah, Ok semua" tambah dokter itu lagi, lalu mengakhiri pemeriksaannya.
Setelah berkonsultasi sebentar, Keduanya pun berpamitan untuk pulang, Mitha yang masih betah dalam gendongan Ricko pun tak ingin di turunkan.
__ADS_1
"Nanti kalau ada bayi, Tata masih boleh gendong?" tanya gadis cilik itu, ada gurat kesedihan di matanya.
"Boleh dong, kalau adik bayi sama mommy, kan Tata bisa sama Daddy" jawab Ricko sambil mencium pipi bulat Mitha.
Gadis cantik berpita merah itupun tertawa senang..
Sepulangnya dari rumah sakit, Ricko hanya mengantar anak istrinya itu sampai depan pagar rumah mewah mereka, Tata yang tak sabaran lebih dulu masuk meninggalkan kedua orangtuanya yang masih di dalam mobil.
"Aku harap kakak malam ini pulang, Mitha sudah besar dia sudah bisa mencari mu saat bangun tidur bahkan tengah malam saat terbangun" pinta Bunga lirih.
Ricko diam bergeming, lama ia membuang pandangannya ke arah luar jendela mobilnya.
"Aku tak bisa menjanjikan apapun, Jika aku mau pulang aku akan pulang. jika tidak, aku mohon jangan menungguku" jawab Ricko tanpa sedikitpun menoleh kearah istri nya yang ia nikahinya empat tahun silam.
"Baiklah, tapi jika aku boleh memohon, Pulang lah dan jadikan aku rumahmu satu-satunya"
Bunga Langsung membuka pintu mobil, berlalu meninggalkan suaminya tanpa menunggu jawaban lagi, ia masuk kedalam rumah membawa sebuah luka..
Luka menjadi istri yang tak di inginkan...
💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦
Lah... kok melow Thor 😭😭😭
kan biar bucinnya Ricko buat pelakor baik hati aja🤭
__ADS_1
Like komen nya yuk ramai kan