![Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]](https://asset.asean.biz.id/duda-impian--musuh-kakak-kesayangan-.webp)
❣️❣️❣️❣️
"KALO AKU MANDI, NANTI BEKAS CIUMAN KAMU DI KENING AKU HILANG, KAN SAYANG.!!!!
Ricko tentu terkejut dengan alasan yang di katakan Ameera, hanya karna ciumannya ia tak mau mandi dan membersihkan dirinya.
"Nanti aku kasih yang banyak, mandi dulu sana" titahnya lagi.
"Kamu malu ya karna aku gak mandi?, apa aku jelek banget!" keluh Ameera lirih.
Ricko mendekatkan tubuhnya, menangkup wajah Ameera dengan kedua tangannya.
"Gak ada yang bilang Mommy jelek kan?"
"Ya udah ayok aku laper" rengeknya lagi, ia tak perduli dengan ucapan Ricko.
Akhirnya pria yang hanya memakai kemeja itupun mengalah, langsung merangkul bahu Ameera dan membawanya keluar untuk makan sore di luar.
Dengan menaiki mobil sportnya ia membelah jalan yang membentang di hadapannya, menjadi pusat perhatian sudah sangat biasa baginya.
"Cari pake ini, mom, cari tempat nya yang paling deket dari sini" Ricko menyerah kan ponselnya pada Ameera, barang pribadi yang tak pernah ada satu orang pun yang bisa menyentuhnya termasuk Bunga.
Ameera mengambilnya, ia tersenyum kecil saat menggeser layar benda pipih itu, ada foto mereka disana saat sepulang dari taman hiburan.
"Daddy mau pamer ya?" Ameera mengejeknya dengan perasaan yang luar biasa bahagianya
"Pamer apa?" Ricko tak paham apa yang di maksud gadis pirang nya itu
"Ini??"
Ameera memperlihatkan layar ponsel milik Ricko, dan pria itu hanya tertawa.
"Haha, kenapa?"
"Inget istri weeeeeeh, hahahaha" Ameera semakin gencar meledek pria yang masih sah berstatus suami orang itu.
"Istri ku dirumah, Mom"
__ADS_1
"Aku juga tau!" jawabnya sambil mencari-cari tempat makan terdekat.
.
.
.
"Gimana, ada gak?" tanya Ricko saat mobilnya berhenti di lampu merah.
"Hem, ada nih delapan menit lagi dari sini. Di depan nanti belok kiri" jawabnya tanpa menoleh, mata dan tangannya masih fokus pada ponsel Ricko.
Ricko tak menjawab hanya mengangguk kecil, ia terus menjalankan mobilnya sampai berhenti di tempat yang mereka tuju.
"Disini kan?"
"Iya, yuk turun!" ajak Ameera sambil mengembalikan lagi barang milik Ricko.
Keduanya turun bersama, Ricko menggenggam tangan mungil Ameera begitu lembut ada rasa hangat yang menjalar dalam tubuh gadis berambut pirang itu.
"Di sana yuk, kita mojok" bisik Ricko saat di sambut oleh pelayan di pintu utama.
Ricko meng aduh pura pura kesakitan, tingkah konyolnya itu membuat Ameera dan dua pelayanan di dekat mereka gemas padanya.
"Udah ah, di senyumin mbak nya tuh!" Ameera langsung menarik tangan Ricko ke tempat paling ujung yang tadi di tunjuknya.
Mereka duduk bersebelahan, tanpa jarak karna Ricko menggesernya menjadi lebih dekat dengan Ameera.
"Gak mandi aja nempel banget, gimana kalo tadi mandi" Ameera mencebikkan bibirnya mengejek Ricko.
"Kalo kamu tadi mandi, kita gak makan disini. Aku bakal pesen terus kita makan di hotel"
"Kenapa?" tanya Ameera bingung.
"Gak mau aja kamu di liatin orang"
Jiah..... ini laki kenapa jadi kaya kak Reza..
__ADS_1
pantesan kak Mel awet muda tanpa skin care ternyata enak ya punya laki bucin akut!!
Banyak senyum senyum dengerin rayuan maut!
.
.
"Aku mau ke toilet sebentar ya" pamit Ameera sambil menyingkirkan kepala Ricko dari bahunya.
"Jangan lama-lama"
"Kenapa?"
"Nanti Kambingnya nungguin, hahahaha"
Ameera memencet hidung mancung Ricko sampai pria itu sulit bernapas.
"Sakit, Mom" keluhnya sambil memegangi hidungnya yang merah, namun Ameera tak memperdulikannya ia tetap pergi dengan senyum kepuasan.
Sambil menunggu Ameera dan pesanan makanannya datang, ia memilih memainkan ponselnya sampai pada fokusnya teralihkan saat ada dua wanita berdiri di depannya dan memanggil namanya.
.
.
.
.
" Kakak, ngapain disini?, lagi makan sama siapa?"
🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉
Emang kudu cepet cepet menyandang gelar almarhumah kayanya nih orang 🤭🤭🤭🤭
Aminnya yuk jangan lupa!!
__ADS_1
eh salah!!! like komennya yang jangan lupa 🤣🤣🤣🤣