![Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]](https://asset.asean.biz.id/duda-impian--musuh-kakak-kesayangan-.webp)
❣️❣️❣️❣️❣️
Mama yang mendapat anggukan dari papa langsung bangun dari duduknya menghampiri si bungsu yang masih memegang erat tangan Ricko.
"Ayo sayang, kita ke kamar dulu" ajak mama.
Ameera menggelengkan kepalanya sambil terisak lirih membuat Ricko merangkul bahunya untuk masuk kedalam pelukannya.
"Gak apa-apa, kamu ikut mama dulu ya, aku malah gugup kalo ada kamu disini, doakan aku semoga niat baikku di terima keluargamu, ok" bisik Ricko mencoba menenangkan gadis pirangnya.
"Aku takut, bibirmu aja masih terluka, Dadd"
"Udah biasa, dari belasan tahun lalu juga aku sering kena bogem kakak kamu yang ada sadis itu" bisiknya lagi.
PLAAKKKK
"Kan... kan... kan kurang ajarnya maksimal" Umpat Reza sambil memukul Ricko dengan bantal besar.
Ameera langsung membulatkan matanya pada sang kakak yang sudah meletakan tangannya pinggang dengan raut wajah masam.
"Kakak bisa gak sih Jangan kasar?" teriak Ameera yang sudah bersiap membalas kakaknya namun di cegah oleh Ricko dan mama.
"Masuk kamar sana!" titah Reza lagi, papa yang melihat pertengkaran ketiganya hanya menggeleng kan kepalanya bingung.
Ameera tak lagi bisa membantah, ia akhirnya ikut dengan mama menuju kamarnya di lantai atas meninggalkan ketiga pria yang akan membahas soal hubungannya dan mungkin juga masa depannya.
__ADS_1
.
.
Ricko, papa dan Reza kembali duduk di sofa masing masing hanya meja kaca sebagai pemisah ketiganya yang belum juga ada yang mah memulai pembicaraan.
"Bagaimana, Ricko?, apa maksudmu datang kemari menemui saya?" tanya papa dengan serius siap mendengarkan alasan pria di hadapannya itu datang jauh-jauh kerumahnya.
"Sebelumnya saya minta maaf sudah lancang datang kemari tanpa memberitahukan Kalian lebih dulu.
Saya pribadi hanya ingin meminta restu Om Wisnu dan Reza untuk hubungan saya dengan Ameera" ucap Ricko serius kemudian menatap dua pria itu secara bergantian.
"Sejak kapan kalian bersama?" tanya papa.
"Emang istri Lo meninggal udah ada setahun?"
Pertanyaan yang sudah Ricko duga pasti di tanyakan padanya.
"Sudah"
"Kalian sudah dekat selama itu, dan kami baru tahu hari ini?" ucap papa, kini pria paruh baya itu menegakkan posisi duduknya.
"Maaf, Om" lirihnya, meski ia pernah menikah dan mempunyai anak namun perihal masalah bertemu orang tua seorang gadis untuk membicarakan hal yang serius, sungguh ini baru pertama kalinya Ricko lakukan jadi tentu hatinya sungguh berdebar takut jika salah berbicara.
Papa melirik ke arah anak sulungnya yang duduk bersandar di punggung sofa dengan tangan melipat di dada, Reza masih tetap menggeleng kan kepalanya tak setuju dengan hubungan yang kini. dijalani Meera dan Ricko.
__ADS_1
"Jujur saya terkejut, tapi jika kalian sudah saling melengkapi saya bisa apa?, jalani saja dulu masalah kami merestui atau tidak bisa kita bicarakan lagi nanti". ucap papa yang memang tanpa persiapan apa-apa.
"Baik, Om. Saya mohon izinkan saya dan Meera bersama, saya sangat mencintainya lebih dari apapun". Ricko mencoba meyakinkan papa dengan keseriusan lewat tatapan matanya.
"Ya, saya bisa merasakannya"
Kemudian Ricko melirik ke arah Reza yang masih santai.
"Apa?, gak! gue gak percaya sama omongan Lo, gue tau Lo itu laki model kaya apa!" sentaknya dengan nad kesal.
.
.
.
.
'Assalamualaikum!!"
🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉
Ngamuk dua kali kayanya nih Abang gajah 😂
like komen nya yuk ramai kan
__ADS_1