![Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]](https://asset.asean.biz.id/duda-impian--musuh-kakak-kesayangan-.webp)
❣️❣️❣️❣️
Tapi ke hotel ya..
Ameera mengernyitkan dahinya, bingung
"Dokter tuh bukannya di rumah sakit ya?, kok ke hotel sih?" gumam gadis pirang itu.
"Gak usah ke rumah sakit, aku cuma mules aja".
Ameera mencoba membantu membangunkan tubuh Ricko yang ternyata lumayan berat baginya yang bertubuh kecil dan langsing.
"Aku bayar dulu bentar" ucapnya saat sampai di mobil.
Ricko menyerahkan dua lembar pecahan merah pada Ameera, gadis itu pun berlalu kembali ke gerobak bubur untuk membayar semuanya.
"Aku yang bawa mobilnya , mana kuncinya"
Meera membuka pintu belakang untuk Mitha, dan samping kiri untuk Ricko, kemudian masuk kedalam mobil dan menyalakan mesinnya.
"Kamu tau aku nginep di hotel mana?" tanya Ricko.
"Enggak, kan kamu gak bilang" jawab Ameera santai.
"Harusnya kamu tanya dong, aku nginep dimana! dari semalem aku tungguin berharap kamu chat aku sampe aku ketiduran!" dengus Ricko kesal sambil memegangi perutnya yang terasa perih.
"Emang penting banget ya?" ledek Ameera sembari mencebikkan bibirnya
"Iyalah, kamu tuh harus banyak tanya, biar kamu tau semua tentang aku!" ocehnya seperti anak kecil.
"Kamu pikir aku itu -Miss kepo?" kekeh Ameera.
Ricko membuang pandanganya, senang memberi kode tapi jika di beri kode gadis itu tak pernah peka.
__ADS_1
"Kamu beneran gak tanya aku nginep dimana, Mom?"
"Ya Othor!!!, ok kamu nginep dimana, Dadd?" Ameera menarik nafasnya dalam-dalam.
"Hotel sapphire sky" jawab Ricko sambil mengulum senyum.
"Hah?, itu kan udah lewat tadi!" Ameera melotot ke arah Ricko yang menganggukkan kepalanya.
"Iya, barusan tuh kelewat , suruh siapa kamu telat nanyanya" balasnya enteng tanpa dosa.
Ameera terpaksa harus menahan rasa kesalnya Karna ada Mitha yang disana, jika tak ada bocah itu mungkin pria yang kini sedang menahan tawanya sudah habis menikmati kuku-kuku panjangnya.
*****
Ketiganya kini sudah masuk kedalam kamar hotel yang tak begitu luas namun terasa nyaman.
Mitha sudah berada di tengah kasur berguling guling, sedang kan Ricko berbaring di sofa setelah keluar dari kamar mandi.
"Masih sakit?" tanya Ameera sambil membawa gelas berisi air putih ditangannya.
"Minum dulu airnya, aku udah pesen obat tadi"
Ricko meraih gelas itu kemudian menegaknya sampai tandas, rasa lega menjalar sampai ke perutnya yang tadi terasa perih.
"Makasih ya" ucapnya sambil menyerahkan gelas.
"Lagian pagi pagi udah makan kuah cabe" kekeh Ameera, mengingat bubur yang harusnya putih ke Kuningan karna kuah kaldu seketika menjadi merah Karna sambal.
"Aku kesel" ucapnya sambil menoleh kearah Ameera yang duduk di sisinya sedang mengetik pesan entah pada siapa di ponselnya
"Kesel kenapa?"
"Kesel karna kamu cuekin aku, kaya gini nih aku bicara sama kamu tapi kamunya Sibuk Chatingan" Ujar Ricko kali ini ia tidak mengumpat kesal justru cenderung lembut mengungkapkan isi hatinya
__ADS_1
"Aku-_"
Belum selesai Ameera melanjutkan kata-katanya, Ricko malah merebut benda pipih itu dari tangan Gadis pirangnya, menyembunyikan di balik punggung sampai Ameera harus mencondongkan tubuhnya untuk merebut kembali ponselnya.
"Balikin, Dadd" pinta Meera memaksa.
"Gak, aku sebel liat kamu maen ponsel terus" ocehnya masih menyembunyikan benda itu.
"Aku lagi tanggung bales chat temen aku" Ameera yang kesal mulai menaikan nada bicaranya.
"Siapa temen kamu?, sampe bikin kamu acuh sama aku dari tadi?" tanya Ricko yang kembali kesal.
.
.
.
.
.
"Leo, dia mau nikahin Pembantunya sore ini terus langsung di cerai demi status Duda biar bisa jalan sama aku!" teriak Ameera Frustasi.
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
Nah kan!!
cari masalah sih 🤭🤭🤭🤭
yang satu udah duda.. yang satunya calon duda 😂
Yang mana yang menantang, Meer ,🤧🤧🤧
__ADS_1
Like komen nya yuk ramai kan ♥️