![Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]](https://asset.asean.biz.id/duda-impian--musuh-kakak-kesayangan-.webp)
❣️❣️❣️❣️
..... 🌻 Hal Hebat 🌻 .....
by: Govinda.
Di hidup ini
Telah kusinggahi banyak cinta
Namun tak pernah aku temui cinta
Sekuat aku menginginkan dia
Hal hebat kurasakan
Kini dicintai seseorang
Yang 'ku pun mencintai
Itu sempurna
Takkan siakan dia
Belum tentu ada yang seperti dia
Satu dunia tahu aku bahagia
Banyak pasang mata saksinya
Takkan duakan dia
Belum tentu esok 'kan masih ada
Kesempatan tak datang kedua kalinya
Hargai dan jaga hatinya
Dalam diamku
Kupanjatkan selalu doa untuknya
Jodoh bukan soal sempurna
Namun yang mampu tangguh 'tuk bertahan
Dan berjuang...
Sebuah lagu yang tak sengaja Ricko dengar di dalam mobilnya menuju rumah Ameera, ia tak lagi bisa sabar menunggu kabar dari kekasihnya yang sedari kemarin tak mau membalas pesan juga mengangkat teleponnya.
Dengan langkah mantap ia memutuskan untuk datang menemui orang tua Ameera, apapun hasilnya setidaknya ia sudah berusaha semaksimal mungkin.
waktu satu tahun sudah cukup Baginya menjalani hubungan tersembunyi.
__ADS_1
Ia ingin mengatakan pada dunia jika Ameera adalah penguasa hatinya selama ini.
Sudah lelah rasanya menolak atau menghindari orang-orang yang ingin mendekat kan ia dengan seorang gadis saat melihatnya datang ke pertemuan-pertemuan penting seorang diri, berbeda saat istrinya masih ada, Bunga selalu berada di sisinya menggandeng lengannya hingga kembali kerumah.
.
.
.
Mobil sedan mewahnya berhenti di depan pagar rumah kedua orang tua Ameera yang nampak mewah dengan pagar hitam menjulang tinggi.
Ricko membuka kaca mobilnya saat seorang satpam datang menghampiri.
"Selamat siang, tuan" sapa si satpam penjaga rumah.
"Siang, Pak"
"Mohon maaf, anda siapa dan perlu apa ya?" tanya si satpam dengan sopan.
"Saya Ricko, ingin bertemu tuan Wisnu, apa ada?" jelas Ricko.
"Baik tunggu sebentar"
Ricko menunggu hingga lebih dari lima menit lamanya, namun setelah itu ia melihat si satpam kembali datang.
"Mari, Tuan silahkan masuk" ujarnya saat pintu gerbang sudah terbuka lebar.
Ricko kembali menekan pedal gasnya untuk membawa mobil mewahnya masuk, ia menyeringai saat melihat mobil Reza ada di garasi berdampingan dengan mobil Ameera.
"Udah gue duga Lo pasti ada! udah terlanjur basah juga jadi sekalian aja gue mandi, dan gue kesini kau minta sabun Sama shampo ke Lo biar gue bersih" Ricko terkekeh geli di dalam mobilnya sendiri.
Sudah dirasa siap menormalkan detak jantung yang tiba2 berdebar hebat ia pun turun dari mobil setelah menarik nafas dan membuangnya kasar, merapihkan kembali pakaiannya agar terlihat baik oleh sang calon mertuanya kelak.
Langkahnya begitu mantap.
Matanya langsung menangkap dua sosok paruh baya yang masih terlihat begitu gagah meski rambut putih menghiasai hampir seluruh kepalanya.
"Selamat siang, Om, tante" sapa Ricko dengan ramah, meski beberapa kali bertemu tapi pertemuan kali ini sungguh berbeda.
"Selamat siang, Nak Ricko silahkan duduk" ucap papa gak kalah ramah pada pria yang ia kenal sebagai teman dari anak sulungnya.
"Terimakasih, Om" jawab Ricko.
"Maaf mengganggu, maksud kedatangan saya kemari adalah..... "
"Mau apa Lo kesini?, belom puas gue hajar kemaren, hah?" suara Reza menghentikan ucapan Ricko, ketiga nya langsung menoleh kearah Reza yang mengeram kesal.
"Reza!" pekik Papa yang tak suka tamunya di perlakukan tak sopan.
"Pulang deh, mau apa juga kesini" usir Reza.
"Gue kesini mau ketemu orang tua Ameera, bukan mau ketemu Lo" ujar Ricko, ia sedang menahan emosinya agar tak terpancing.
__ADS_1
"Sama aja, lo.kira gue anak pungut disini" sentak Reza
.
.
"Daddy...." teriakan Ameera dari tangga mengalihkan fokus keempatnya.
"Meera, sini sayang" Dengan percaya dirinya ia mengulurkan tangannya pada gadis yang sedang ia rindukan itu
Meera menyambutnya, membuat kedua orangtuanya bingung dan saling tatap.
"Ada apa ini?" tanya papa yang penasaran melihat putrinya begitu dekat dengan Ricko, putra dari rekan bisnisnya beberapa tahun silam sebelum musibah menimpa papa Ricko yang kini hanya berpasrah diri di atas kursi roda.
"Udah saatnya aku kasih tau keluargamu juga Dunia kalau kamu milikku, Mom" ucap Ricko dengan penuh penegasan.
"Meera, masuk kamar sana!" titah Reza pada adiknya.
"Gak mau, kak" tolak si bungsu yang justru mengerat Kan genggamnya.
"Masuk sana, biar kakak sama papa yang urus semuanya" sentak Reza, ia seakan lupa dengan siapa ia berbicara, gadis kecilnya yang selalu ia manjakan sedari bayi.
"Aku mau disini, kak. aku mau denger niat baiknya ngomong ke papa" satu tetes air mata jatuh membasahi wajah cantiknya lagi.
"Sudah, ada apa ini sebenarnya" papa yang bingung semakin di buat penasaran ditambah sikap Reza yang tak biasa pada adiknya.
.
.
.
.
.
.
.
.
Balik kamar... atau kakak bikin pacar kamu hari ini dapet gelar ALMARHUM????
🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉
Ancemanmu bang 🙄🙄🙄🙄🙄
serem amat kaya mba Kunti di atas pohon 🤭🤭
pawangnya mana sih, harus di kasih sentuhan di bagian belalai nie si Abang biar gak marah marah Mulu😂😂😂😂...
Like komen nya yuk ramai kan ❤️
__ADS_1