Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]

Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]
BAB 165


__ADS_3

🍁🍁🍁🍁🍁


Ricko yang berdecak kesal akhirnya duduk di sofa yang ada di dalam kamar, matanya fokus pada sang istri yang memeluk dua gadis cantik di sisi kanan kirinya yaitu Mitha dan juga Cahaya. Sedangkan dua jagoan Rahardian tidur meringkuk saling memeluk, sungguh itu adalah pemandangan yang sangat menggemaskan bagi sang mantan Duda yang memang ingin sekali memiliki banyak anak nantinya.


"Terus gue tidur dimana?" gumam Ricko seraya membuang nafas kasar.


"Gila emang tuh orang, nitipin anak ke gue! "


"Masih belom ikhlas aja adeknya gue kawinin"


Ia terus mengoceh namun ia juga terkekeh geli sendiri, seorang Ricko Putra Pradipta harus gagal MALAM PERTAMA hanya karna para cebong Rahardian.


Ricko mengusap wajahnya secara kasar, Ia baringkan tubuhnya yang lelah di atas sofa. Kini kedua matanya hanya bisa menatap langit langit kamar yang sudah di hias semanis mungkin.


.


.


.


"Dadd.. bangun" Ameera mencoba mengguncang tubuh suaminya yang tertidur di sofa.


"Dadd...."


Ricko hanya bergeliat kecil, ia yang tidur tanpa selimut tentu membuat Ameera sangat merasa bersalah.


"Eugh..." lenguh si pria tampan, bahkan ketampanannya ternyata jauh berlipat lipat saat baru membuka kedua matanya.


"Maaf.." ujar Ameera sambil mengulum senyum simpul.


"Untuk apa?" tanya Ricko seraya mengusap pipi gadis yang baru di nikahinya tadi pagi.


"Daddy tidur disini, sedang aku tidur dengan anak anak" ujar si gadis pirang.


"Kita gak jadi MALAM PERTAMA" sambungnya lagi sambil merengut.


"Gak apa-apa, kan ada PAGI PERTAMA" timpal Ricko dengan senyum menggoda.


Pewaris perusahaan Pradipta itu langsung menggendong tubuh langsing sang istri menuju kamar lain dengan cara mengendap endap dengan pelan.


"Loh, ini kan lemari?" tanya Ameera bingung saat ricko memintanya untuk membuaka pintu kaca besar.


"Sssttt... diem"


Ameera tercengang saat masuk kedalam pintu kaca yang tadi ia kira sebuah lemari namun nyatanya itu adalah kamar yang begitu mewah meski berukuran minimalis

__ADS_1



"Kita ritual disini ya" goda Ricko dengan mencium pipi Ameera yang masih berada di gendongannya.


Ricko membaringkan tubuh sang istri di tengah kasur, Ameera yang memang sudah memakai gaun tipis dari semalam langsung Ricko buka bagian luarannya, kini terlihatlah bahu mulus putih bak susu di depan mata sang mantan Duda.


Bibir merah itu mencium kening Ameera dengan begitu lembut penuh perasaan seraya membaca doa.


"Boleh aku meminta hak ku sekarang?"


Ameera hanya mengangguk pelan, matanya justru kini sudah berkaca kaca, ia sedang menahan rasa haru yang bercampur bahagia. Bayangan ia pertama kali melihat, mengenal hingga nekat menjalin hubungan dengan Ricko yang dulu masih berstatuskan suami orang. Sampai pada saat akhirnya AUTHOR yang pelit UP ini harus menggugurkan sang BUNGA demi memperlacar hubungan PELAKOR baik hati dengan DUDA IMPIAN (Berdosa sekali anda THOR)


"Jangan nangis ya, karna pasti rasanya akan sakit" kekeh Ricko pada Ameera, ia yang sudah berpengalaman tentu akan mewanti wanti pada sang istri.


"Aku kuat loh, gak cengeng" ejek Ameera dengan senyum kecilnya.


Ia yang memang bukan gadis polos tentu sedikit paham dengan apa yang akan mereka lakukan sekarang setidaknya ia bsa mengimbangi suaminya yang memang sudah memiliki jam terbang tinggi soal ranjang.


Pergaulan Ameera memang luas namun tak bebas karna kakak kesayangannya selalu memantaunya selama dua puluh empat jam penuh dimanapun gadis itu berada.


Kecupan kecupan kecil ia daratkan di wajah Ameera, sampai pada ia akhirnya tak lagi sabar untuk menikmati bibir ranum istrinya. Di lu matnya secara halus dan lembut karna ini adalah sensasi pertama bagi istrinya.


"Enak gak?" goda Ricko saat melepas ciumannya.


Satu persatu semua yang menutupi tubuh mereka ia tanggalkan begitu saja, Ricko tersenyum simpul saat benar benar yakin jika wanita bertubuh polos itu adalah Amera, gadis pirang kesayangannya yang ia pertahankan dengan perjuangan dan rasa sabar luar biasa.


"Sekarang ya, kalo rasanya sakit kamu boleh nangis atau teriak. Gigit aku juga gak apa apa, karna aku gak akan kasih kamu ampun sebelum kita sama sama ada di puncak pelepasan" ujar Ricko.


"Aku akan tahan sesakit apapun itu, karna gak ada yang lebih sakit di banding saat kamu tinggalin aku pas lagi sayang sayangnya" Amera malah justru menggoda ditengah gejolak na f su sang mantan Duda.


Penuturan Ameera membuat Ricko akhirnya menciumi lagi wajah cantik bangun tidur sang istri.


Ciumannya perlahan turun ke area leher, ia meninggalkan beberapa jejak merah disana yang sangat kecil bahkan hampir tak terlihat jika tak fokus memperhatikannya.


Dua bongkahan daging kenyal padat berisi itu pun tak luput dari incarannya.


Permainan lidah sang suami di kerikil kecil puncak gunungnya pun membuat Ameera tak lagi tahan menahan geli bercampur nikmat.


"Please Dadd, aku gak kuat" rintih si gadis pirang yang terus bergelinjang.


"Belum apa-apa, sayang" jawab ricko sambil menyeringai dengan tangan mengusap buliran keringat di kening sang istri.


"Aku baru mau mulai sekarang" tambahnya lagi sembari memegang coklat batangannya yang siap mengobrak abrik lahan kenikmatan Ameera.


Ricko mengecup sekilas bibir Istrinya saat ujung batang coklatnya sampai di gerbang, ia yang kesulitan sampai harus mencoba berkali-kali.

__ADS_1


Rasa tak sabar dan penasaran membuat ia akhirnya harus menjebol dengan sedikit keras.


Ricko yang melihat Ameera mengggit bibir bawah sambil meneteskan Air mata langsung memeluk erat tubuh langsing yang kini sudah menyatu dengan tubuhnya.


"Maaf ya sayang karna aku gak akan berhenti. Jadi aku mohon tahan sakitnya sebentar" bisik Ricko yang hanya di jawab anggukan kepala oleh Meera.


Ricko yang tadi sempat mendiamkan miliknya sejenak agar Ameera rileks kini mulai melayangkan aksinya lagi, dari ritme pelan kini berangsur menjadi hentakan yang bagai menghujam lahah kenikmatan Ameera.


Gadis itu terus mende sah dan mele nguh hingga rintihan sakitnya menggema ke seisi kamar tersembunyi itu.


Lebih dari satu jam akhirnya Ricko ambruk di atas tubuh polos istrinya, kedua keringat mereka pun kini bercampur dengan keluarnya lahar panas di ujung pelepasan.


.


.


.


.


Aku Mencintaimu, Mom...


.


.


.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁 T A M A T 🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Lah kok tamat? 😱😱😱


Iyalah kan udah gak jadi Duda Impian. 😍😍


Next time ada extra part di Suami Impian 🤣


Itupun kalo ada yang penasaran sama kisah rumah tangga mereka 🙃🙃🙃 kalo gak ada ya udah paling Ricko sama Ameera nemplok di lapak para cebong 😉😉😉😉


Makasih banyak buat kalian yang udah sabar banget nunggu Up novel ini.. yang baca dari awal sampe akhir tanpa skip. apalagi like dan komennya.


Sehat sehat ya buat kalian para kesayangannya DaddyDud 😘😘


Ada novel baru juga di awal tahun jangan lupa mampir ya.. tapi ini khusus dewasa.. jadi bocil harap skip ya.


__ADS_1


__ADS_2