![Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]](https://asset.asean.biz.id/duda-impian--musuh-kakak-kesayangan-.webp)
❣️❣️❣️❣️
Enam bulan berlalu begitu cepat, kedua pasangan yang dipertemukan takdir di sebuah pesta ulang tahun salah satu perusahaan ternama itupun semakin memantapkan hati meski sulit untuk bertemu, keduanya sibuk dalam aktifitas masing-masing, Ricko dengan beberapa perusahaannya dan Ameera dengan tugas kuliahnya yang akan usai beberapa bulan lagi.
Hanya makan siang waktu yang sering mereka manfaatkan untuk sekedar melepas rindu dan itupun terkadang tak lebih dari empat puluh menit.
Ameera tak pernah menuntut apa-apa dari kekasihnya, Ia sangat mengerti dengan kesibukan Ricko yang tak jauh berbeda dari kakak dan papanya, sepertinya ia sudah sangat terbiasa dan harus lebih biasa lagi, dunia bisnis memang sudah tak asing baginya.
Dan penguat ia untuk bertahan adalah Melisa, wanita tiga anak itu selalu menenangkan hatinya jika sedang dirundung rindu.
"Siapa yang udah buat kamu gini sih, dek?"
Pertanyaan yang tak pernah di jawab Ameera selama ini, ia masih membungkam mulutnya dan merahasiakan hubungannya.
Gadis pirang itu semakin bingung saat kakak kesayangannya selalu berusaha mendekatkannya pada Justin yang kembali tinggal di negeri ini kemudian menjadi salah satu orang kepercayaan Reza.
"Siapapun itu , aku mau kalian bisa menerimanya"
Harapan yang selalu di selipkan Ameera yang kini beranjak semakin dewasa dalam bersikap meski Ricko sangat sangat memanjakannya.
Rasa nyaman yang di berikan pria itu membuat Meera tak bisa menoleh pada pria manapun lagi.
Aku hanya ingin bersama Duda impianku!!!
********
Masih dengan memakai bathrobe, ia berjalan menuju nakas untuk meraih ponselnya yang bergetar sedari tadi, ada nama pujaan hatinya di sana yang langsung membuat gadis itu tersenyum simpul.
"Pagi, Dadd". sapanya setelah menggeser layar benda pipih itu.
"Pagi sayang, Kamu ada kuliah hari ini?" tanya Ricko dengan suara lemas.
"Ada, sebentar lagi aku jalan ke kampus ada apa?"
Meera menggigit bibir bawahnya untuk menahan rasa bahagia yang kini ia rasakan, pertanyaaan Ricko membuat ia berpikir jika mungkin pria itu akan mengajaknya keluar hari ini, mengingat sudah empat hari mereka tak bertemu sama sekali.
"Tata masuk rumah sakit, Mom"
"Apa?, rumah sakit mana?" pekik Ameera yang langsung panik, terakhir mereka bertemu sekitar sepuluh hari lalu saat Mitha dan Ricko menjemputnya di kampus untuk makan siang bersama.
"Rumah sakit di daerah barat, Mom"
"Aku kesana sekarang, kamu udah sarapan?" tanya Meera, mendengar suara lemas Ricko rasa paniknya menjadi berlipat ganda.
__ADS_1
"Belum sayang, aku lelah" lirihnya sendu.
"Tunggu aku ya, aku datang"
Ameera memutuskan sambungan teleponnya, kemudian bergegas memakai baju dan bersiap menuju rumah sakit yang di beritahu Ricko padanya.
.
.
.
Sampai di rumah sakit, ia langsung menuju lift untuk membawanya ke lantai lima tempat dimana Calon anak sambungnya itu di rawat, di tangannya kini sudah ada paper bag berisi makanan untuk ia dan Ricko.
Tanpa ragu Ameera langsung membuka pintu kamar rawat inap itu.
"Dadd...." sapa Meera sambil meletakan paperbag ke atas meja.
Ricko yang duduk bersandar dengan lengan di atas wajahnya langsung terperanjat kaget.
"Mommy..."
"Maaf, aku ketiduran sayang" Ricko mengulurkan tangannya.
"Kapan kejadiannya?, kenapa bisa begini?" tanya Meera sambil menyiapkan makanan.
"Entah lah, yang aku tau suster menggedor kamarku dan mengatakan Mitha Demam, aku pulang jam sebelas malam dan tak sempat melihatnya" ucap Ricko penuh sesal.
"Yang penting sekarang baik baik aja"
Keduanya sarapan bersama sambil menunggu Mitha bangun dari tidurnya, rasa lapar membuat pria itu menghabiskan makanannya hingga tandas tak tersisa.
"Mandi sana, biar seger" titah Meera, ia terkekeh melihat kekasihnya itu sedikit berantakan.
"Aku ngantuk"
Ricko menjatuhkan kepalanya di pangkuan Meera, meraih tangan gadis itu untuk menyentuh kepalanya, hal sepele namun mampu menenangkan hatinya dalam keadaan apapun.
.
.
" Daddy..." panggil Mitha dengan suara serak.
__ADS_1
Ricko dan Ameera langsung bangun kemudian bergegas mendekat ke arah ranjang.
"Iya sayang" ucap Ricko.
"Ini Mommy, cantik"
Mitha tersenyum kemudian merentangkan kedua tangannya meminta Ameera memeluk tubuh lemasnya.
"Tata kangen, Mommy"
"Mommy juga kangen Tata, Tata janji cepet sembuh ya nanti kita jalan-jalan"
Gadis kecil itu mengangguk senang, ada senyum kecil di bibir pucat nya.
"Aku temui dokter dulu sebentar" pamit Ricko pada Ameera yang hanya di balas anggukan.
Mitha memeluk Meera dengan begitu erat, gadis itu banyak bercerita tentang rasa sakitnya yang ia rasakan semalam.
"Pokoknya kepala Tata semalam pusing banget, Mom"
"Terus perutnya juga mual" jelas si gadis kecil.
"Mungkin ada kodoknya di dalam perut Tata"
Ameera yang mendengar sempat terkekeh, ia selalu meladeni ocehan Mitha dengan candaan sampai anak itu ikut tertawa atau bahkan malah mendecak kesal.
.
.
.
.
.
.
"Siapa kamu?"
💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕
Yuk berjuang, sini pegang tangan Mak othor 🤣🤣🤣
__ADS_1
like komen nya yuk ramai kan ❤️