![Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]](https://asset.asean.biz.id/duda-impian--musuh-kakak-kesayangan-.webp)
❣️❣️❣️
Reza gak akan tinggal diem..
Reza pasti tau apa yang kalian lakuin..
Reza bukan orang bodoh yang diem aja..
Ricko diam menyerap semua perkataan Ardi barusan memang harus ia akui kuasa Reza memang masih di atasnya, bukan maksud untuk bersembunyi ia hanya tak ingin kebahagiaan di ganggu apalagi di tentang.
"Kak Ardi bilang apa tadi?" tanya Meera saat ia datang bersama Mitha.
"Gak bilang apa-apa, kita disini mau main kalau mau bahas itu dirumah ya"
Ameera mengangguk, kali ini fokusnya hanya pada Mitha anak perempuan cantik yang haus belaian lembut seorang ibu.
"Kamu jadi tiga hari disini?"
"Iya, lusa aku pulang langsung kuliah" jawab Ameera sambil membuka bungkusan snak yang baru di belinya.
"Reza tau kamu disini?"
Ameera menoleh lalu tertawa.
"Aku gak bilang pun pasti udah banyak yang bilang, pihak kampus pasti udah kasih laporan ke kak Reza dan mungkin disini banyak mata-matanya juga" ucapnya santai seperti sudah sangat biasa.
"Segitunya?" Ricko mengernyitkan dahinya
"Kamu anak tunggal, sedangkan kak Reza anak sulung caranya kamu dan dia beda. Kakak selalu mikirin aku sebelum dirinya sendiri"
"Sesayang itu dia sama kamu ternyata" ledek Ricko sambil mengelus kepala gadis pirangnya.
__ADS_1
"Hem, Sayang banget kayanya. Apapun itu selalu kasih buat aku bahkan tanpa aku minta"
Ricko menarik ujung bibirnya sampai terlihat sebuah senyuman di wajahnya yang tampan.
.
.
.
.
Ricko memutuskan kembali ke hotel saat Mitha mulai merengek, berkali-kali bocah yang sudah terlihat lemas itu menguap dalam pelukan Ameera.
"Iya kita pulang ke hotel ya"
"Mau kerumah Mommy aja!" pintanya yang sudah hampir menutup matanya.
"Ke hotel aja ya, besok lagi kerumah Mommy nya" Ricko mencoba merayu gadis kecilnya agar mau ikut ke hotel.
Mitha mengangguk lemas dengan mata yang sudah terpejam membuat Ricko dan Meera terkekeh.
Selama perjalanan pulang ke hotel hanya obrolan ringan karna jarak yang memang dekat, hanya butuh tiga puluh menit kini mobil sudah terparkir di hotel dimana Ricko akan menginap sampai lusa.
Pria itu langsung mengambil alih menggendong Mitha sedang Meera berjalan disisinya dengan tangan yang saling menggenggam.
"Tidur ya sayang," Ricko merebahkan tubuh mungil Mitha di tengah kasur lalu mencium kening berponi nya.
Pria tampan itu mendekat ke arah Meera yang duduk di sofa dengan ponsel di tangannya.
"Mulai kan cuekin aku lagi" gumamnya yang sudah menyandarkan kepala di bahu kanan Meera.
__ADS_1
"Leo chat aku lagi, katanya dia mau ketemu"
"Lalu kamu balas apa?" tanya Ricko, yang sebenarnya malas membahas pria lain
"Aku bilang nanti saat aku pulang"
Ricko mengambil ponsel Meera, diletakkannya benda pipih itu di atas meja.
"Jangan menemui pria lain selain aku, bisa?" pintanya dengan sorot mata memohon.
"Kenapa?" Ameera yang gugup tak berani menatap kedua manik mata pria di depannya itu
"Karna aku akan melakukan hal yang sama untukmu"
Keduanya terdiam, Meera yang menunduk hanya menikmati sentuhan lembut tangan Ricko saat memainkan jari-jari lentiknya.
Mereka tenggelam dalam pikirannya masing-masing, banyak pertanyaan yang tak bisa mereka utarakan walau ingin.
.
.
.
.
"Jika suatu hari aku memakaikan cincin disini, apa boleh?"
💕💕💕💕💕💕💕💕💕***
Boleh bang 🤭😀😂
__ADS_1
Ndek hayang baraha kilo😪😪😪
Like komennya yuk ramaikan ♥️🤗