Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]

Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]
bab 58


__ADS_3

❣️❣️❣️❣️❣️


"Tata sama Daddy kemarin jalan-jalan ke taman hiburan sama Mommy"


Danish dan Bunga saling pandang, mencerna kata-kata yang di ucapkan bocah kecil berumur tiga tahun itu.


Mommy..


dari kemarin Mitha selalu sebut kata Mommy?


Siapa Mommy yang dimaksud Mitha?


Lamunan Bunga buyar saat pundaknya di tepuk oleh Danish.


"Bu, ada apa?" tanya Danish, pria itu ternyata sudah semakin mendekat ke arahnya.


"Hem, enggak!" jawabnya terbata dengan senyum yang di paksa


"Ya udah kalau gak ada, aku sama Mitha pulang ya" pamit Bunga pada Danish yang di balas anggukan kecil kepalanya.


Di dalam lift ia terus memikirkan suaminya, yang ia kira bekerja namun nyatanya entah dimana rimba nya sampai saat ini, Bunga ingin bertanya lebih lanjut pada Mitha tapi anaknya itu sudah berkali-kali menguap.


TRIIIING.


Pintu lift terbuka, ia segera keluar dari kotak besi itu menuju pintu lobby perusahaan suaminya, namun ia berhenti saat tangannya di cekal seseorang.


"Bunga!" seru orang itu yang nampak terkejut.


"Lena, ya?"'


Wanita yang mengenakan dress selutut itu mengangguk kini keduanya saling berpelukan.


"Lama gak ketemu, kangen"' ujar Lena .


"iya, udah hampir lima tahun ya"


"Lo ngapain disini?" tanya Lena lagi.


"Abis ketemu suami gue" Bunga terpaksa berbohong.


"Suami Lo kerja disini, bagian apa?, gue baru tiga hari kerja disini" ucap Lena antusias.


"Kita ngobrol di luar yuk, udah jam makan siang juga" ajak Bunga kemudian, ia menuntun Mitha sampai mobilnya.


"Pak, ajak Mitha pulang ya, saya ada urusan" titah Bunga saat Mitha sudah berada dalam mobil.


"Mama mau kemana, Tata ikut" rengek Mitha.


"Mama pergi sebentar, kamu pulang terus bobo ya sama suster"

__ADS_1


Tak menunggu jawaban dari anaknya, Bunga Langsung pergi begitu saja menghampiri Lena yang sudah menunggunya.


"Yuk, jalan"


"Itu anak Lo gak di ajak?, gak apa-apa juga kali kita makan siang bareng" ujar Lena saat Bunga sudah duduk di sisinya


"Gak lah, ribet. ntar rewel pengen tidur lah ini lah itulah bisa mati muda gue ngurusin anak Mulu" jawab Bunga yang membuat Lena terkejut.


"Dasar.. mau bikinnya doang Lo! ribet ngurus anak tapi hamil lagi?" ejek Lena melirik perut buncit Bunga.


Demi masa depan dan cita-cita gue, dua tahun lagi gue mau ke LN buat ambil S2.. saat gue sukses dengan gelar-gelar gue nanti gue gak mau repot ngurus anak kecil.


******


"Mom laper!"


Ricko menjatuhkan kepalanya di bahu Ameera.


"Mau makan apa?" tanya Ameera tanpa menoleh matanya masih fokus pada layar laptop yang menyala di depannya, bolos kuliah bukan berarti bebas dari tugas


"Kamu bisa masak?" tanya Ricko dengan nada mengejek.


"Bisa!" sahut Ameera.


"Masak apa?" goda Ricko, ia malah mengusel uselkan hidungnya di lengan gadis pirangnya itu.


"Hey, tolong ya jangan mesum disini!" sentak Bella, gadis berponi itu belum bisa menerima sahabatnya menjada pelakor baik hati.


"Yuk, mom kita pindah ke dapur!"


Ricko tiba-tiba menarik tangan Ameera menuju dapur


"Eh, Disitu malah makin mojok woey" Bella berteriak.


tapi dua manusia itu hanya terkekeh sambil terus berjalan saling bergandengan, malah Ameera sempat menoleh dan menjulurkan lidahnya pada Bella...


"Apa bener ya, kalo laki orang itu lebih menantang dan berpengalaman?" gumam Bella tak habis pikir.


.


.


.


"Cuma ada mie" ujar Ameera saat membuka lemari pendingin.


"Mau bikin gak?" tanyanya pada Ricko yang sudah duduk di meja makan minimalis.


"Boleh, tapi jangan pedes" pintanya serius

__ADS_1


"Gak suka cabe ya?" kekeh Ameera.


"Gak, tapi aku suka kalo cabe-cabeannya yang barbar" goda Ricko lagi.


"Hah?, Apaan tuh!"


"Mommy, kaya cabe-cabean, ha-ha-ha"


"Hem, kalo aku cabe cabean berarti kamu itu *S**ugar Daddy*!!!"


Ricko semakin tertawa, ia sadar dengan umurnya kini yang menginjak usia tiga puluh enam tahun sudah terlalu tua memang jika harus bermain main dengan Ameera yang baru menginjak usia dua puluh satu tahun, meski istrinya juga kini berusia dua pulau tiga tahun.


Namun rasanya berbeda, ia tak pernah selepas ini tertawa jika bersama dengan Bunga.


Hanya senyum kecil yang bisa ia berikan itupun jika di hadapan banyak orang.


"Nih, jadi mie nya ala ala chef Ameera" ucapnya bangga sambil meletakkan satu mangkuk mie dengan toping komplit.


"Terima kasih Mommy cantik"


"Berdo'a dulu sebelum makan karna aku takut!" lirih Ameera membuat Ricko bingung.


"Takut kenapa? ada apa?"


.


.


.


.


.


" Iya, itu mienya kan rasa ayam bawang tapi basonya rasa sapi, Mommy takut ntar berantem di perut Daddy"


.


.


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Golok mana golok 🤣🤣😝😝


Gua kira ada apanya tuh di mangkok!


Ya kali Lo kasih pelet jarang goyang 🤔🤔🤔🤔🤔


Like komen nya yuk ramai kan ❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2