![Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]](https://asset.asean.biz.id/duda-impian--musuh-kakak-kesayangan-.webp)
❣️❣️❣️❣️
Ameera melempar ponselnya ke kolong meja sebelum ia berlari ke tempat tidur, kemudian menelungkup kan tubuh langsingnya diatas Kasur.
Bodoh.. bodoh.. bodoh.
Ini mulut harus di karetin dua biji kalo lagi ngomong sama Mitha.
Gadis pirang itu mengumpat dalam hatinya, lagi lagi ia harus termakan dengan godaannya sendiri.
Harusnya gue sadar, tuh anak gak mungkin telepon gue sendiri kalo gada bapaknya kan!!
Malam ini ia akan meresapi rasa malunya sendiri, Bagaimana jika Ricko meneleponnya lagi atau mungkin jika mereka bertemu secara sengaja atau tidak. Sedangkan Ameera sudah sangat terbuka mengatakan jika pria itu TERGANTENG SEDUNIA.
***
"Kamu sering bangun pagi ya sekarang" ucap mama saat anak bungsu nya itu datang dengan masih memakai piyama tidur.
"Bangun doang, abis sarapan tidur lagi" kekeh papa menggoda anak perempuan kesayangannya.
Bagi pria paruh baya itu Ameera adalah dunia terindahnya, tanpa meminta ia akan memberikan segalanya untuk si bungsu yang luar biasa manja padanya.
Papa tak pernah menuntut apapun dari Ameera asal anak itu bahagia semua sudah cukup bagi pasangan paruh baya yang sudah memiliki tiga cucu kembar dari anak sulungnya, Reza.
"Pah, aku mau cuti kuliah, aku mau ke kampung eyang sama Bella ya" pintanya dengan jurus andalannya, apalagi kalau bukan rengekan yang di bungkus dengan wajah menggemaskan.
"Ngapain?" tanya mama dan papa berbarengan.
"Liburan, mumet banget kepala aku" sahutnya asal.
"Mikirin kuliah?" tanya mama serius.
"Bukan!"
"Lalu?" Papa bertanya sambil mengerutkan alisnya
__ADS_1
"Mikirin my Duda!" jawab Amera sambil mengunyah roti dalam mulutnya
Kedua orang tuanya saling pandang, memahami apa yang mereka dengar dari ucapan anaknya itu.
"Duda, Pah" kata mama pada suaminya.
"Kuda!, masa iya Duda" kekeh Papa, keduanya tertawa tak lagi menanggapi omongan si bungsu.
.
.
.
Usai sarapan Ameera kembali ke kamarnya, mandi dan bersiap ke kampus untuk mengurus surat cutinya untuk beberapa saat, kali ini ia sedang butuh refreshing.
Dan kampung Eyang adalah tempat terbaik baginya.
"Gile Lo cuti dadakan!" oceh Bella saat keduanya berada di halaman kampus
"Ameera sayang, Emang gak bisa ya pas libur semester?"
"Gue maunya besok!" kekueh si pirang sambil menghentakkan kakinya.
Bella mendengus kesal, keduanya berdiri saling berhadapan dengan tatapan dingin saling mengintimidasi.
"Meera!!!"
Mereka menoleh bersama kearah suara yang memanggil dari kejauhan.
"Ada apa?" Sahut Ameera pada Leo, pemuda bule tampan tapi jauh dari kriteria Ameera yang lebih suka laki-laki glowing.
"Jalan yuk!" Ajak Leo tanpa basa-basi lagi karna sudah lelah terus ditolak.
"Gak, gue males!" jawab Amera.
__ADS_1
"Kok gitu, sekali aja deh Lo mau gue ajak jalan" Leo tetaplah Leo, semakin sering di tolak ternyata membuatnya semakin gigih mengejar Ameera.
"Gue gak mau, Lo terlalu ganteng buat gue yang cuma remahan ini, Leo!"
Pria itu mengernyitkan dahinya, ia Bingung dengan yang dikatakan Wanita pujaannya itu.
"Jadi Lo mau gimana biar gue bisa jalan sama Lo?" tanya Leo, sepertinya ia sudah sangat frustasi karna seringnya di tolak Ameera.
"Gampang!"
"Lo jangan macem-macem, Meer" Bella mengingatkan sahabatnya itu agar jangan terlalu acuh pada Leo, pria bule itu juga memiliki pengaruh besar di Kampus mereka.
"Ayolah, Meer. Cinta gue tulus buat Lo"
Ameera tertawa, ia sudah sangat bosan dengan kata cinta Leo selama setahun belakangan ini.
"Lo cinta sama gue?" tanya gadis pirang itu.
Leo mengangguk kan kepalanya mantap.
.
.
.
.
"Lo harus jadi duda dulu, karna incaran gue sekarang Hot Daddy!!!"
🍁🍁🍁🍁🍁🍁***
Mintanya gak kira-kira 😂😂
kawin dulu sana ya Leo sama kucing tetangga juga gpp intinya sudah berpengalaman!! 🤭🤭🤭
__ADS_1
Like komen nya yuk ramai kan