Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]

Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]
bab 116


__ADS_3

❣️❣️❣️❣️


"Eh... gak gitu sayang!"


Ricko yang panik mencoba meraih tangan Ameera yang masih berada di pinggang rampingnya.


Namun dengan kasar di tepis oleh gadis itu.


"Gak usah pegang-pegang!" sentaknya kemudian.


"Pantes gak inget aku, taunya kamu ngelemburin dia, iya!" Tuduh Meera pada Ricko, pria itu hanya melongo dengan tuduhan yang di lontarkan kekasihnya.


"Kamu ngomong apa sih?"


"Gak usah ngeles, kamu tuh udah tercyduk sama aku" ucapnya yang meletakkan ujung jari telunjuknya di kening Ricko.


"Tercyduk?"' Tanya Ricko masih tak mengerti.


"Hayo, udah ngapain aja tiga hari ini, hah?"


"Gak ngapa-ngapain, cuma lembur di kantor atau di hotel" jawabnya jujur.


"Aaaaaaaaaaaaaaaa!" teriakan Ameera hampir saja membangunkan Mitha jika Ricko tak membungkam mulutnya.


"Berisik, nanti Tata bangun!" bisiknya yang sudah mendudukkan Ameera di sofa.


"Kamu ngapain di hotel, Dadd.. mentang mentang aku gak kasih terus kamu sampe lembur di hotel!"


"Aku kerja, Mom!"


"Ngerjain dia, iya kan?"

__ADS_1


Ricko menarik nafas, kemudian ia menangkup wajah Ameera yang masam.


"Pikiranmu terlalu jauh sayang, jika mengira aku melakukan hal di luar batasku"


"Kamu ngomong gitu karna aku gak tau apa yang kamu lakukan di luar sana, apalagi dengan wanita tadi yang terlihat lebih dewasa dan menantang" Ameera malah melihat kearah dua gundukan daging kenyal miliknya yang tak sebesar sekertaris kekasihnya.


"Denganmu saja aku tak berani, apa lagi dengannya. Dan untuk masalah itu...... kurasa punya mu lebih menantang" Ricko berbisik dengan senyum jahil menggoda membuat Ameera langsung menyilang kan kedua tangannya di depan dada.


"Jangan mesum, aku gak kan termakan rayuanmu"


"Aku gak lagi ngerayu, tapi kalo kamu mau kasih aku siap sayang!" goda Ricko seakan menantang kekasihnya.


"Hey, jangan macam-macam atau aku menggantung mu di tiang listrik" ancam Ameera tak main-main karna wajahnya begitu Panik


"Aku gak akan macam-macam, cukup satu macam buatmu" Kekeh Ricko, kini ia sedang menikmati raut wajah ketakutan Ameera yang menurut Ricko sangat lucu dan menggemaskan.


"Apa satu macamnya?" tanya Meera dengan begitu polosnya rasa takut ternyata membuat otaknya tak bisa bekerja dengan baik.


"Kapan itu?" pertanyaan yang lolos begitu saja dari mulut Ameera yang menatap kedua manik mata Ricko dengan sendu.


"Secepatnya, aku akan datang menemui kedua orangtuamu. Aku akan bicara lebih dulu pada Reza tentang hubungan kita selama ini"


"Hey.. awas kalau kamu bilang jika kita dekat saat mbak Bunga masih ada" ancam Meera lagi.


"Kenapa?, bukannya itu kenyataannya ya" Goda Ricko


"Jangan! awas saja kalau sampai kamu mengatakan itu pada kakak"


"Haha, kamu takut juga rupanya pada Reza, ia tak mungkin marah pada adik kesayangannya ini" Ucap Ricko sambil mencubit pipi Ameera sampai gadis itu meringis.


"Sakit!" pekiknya kesal sembari menepiskan tangan Ricko.

__ADS_1


"Aku cuma gak mau nanti kakak banyak bertanya, cukup katakan jika kita dekat, jangan sampai kamu mengatakan sejak kapan kita dekat" pinta Ameera dengan wajah kesal.


"Sayang, aku tak mau menyembunyikan apapun dari keluargamu. Mereka harus tau bagaimana hubungan kita selama ini berjalan. Aku takan menutupi apapun itu" ucap Ricko memberi pengertian.


"Pokonya aku gak mau!"


"Kenapa?, kita saling mencintai dan bersama memang saat Bunga masih ada kan?"


.


.


.


.


.


.


.


.


iya, tapi sama aja itu kaya ngingetin aku kalo dulu pernah jadi pelakor!!!


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Malu gue sih 😂😂😂


Di gantung Lo Meer kalo Ampe pada tau 🙄🙄

__ADS_1


Like komen nya yuk ramai kan ♥️♥️


__ADS_2