Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]

Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]
bab 9


__ADS_3

❣️❣️❣️


"Tante tadi cantik ya mah ?" seru Mitha saat mereka sudah berada dalam mobil menuju arah pulang.


"Iya, cantik ya kaya Barbie nya Tata" jawab Bunga pada si cantik Mitha yang sering di panggil Tata.


"Nanti Tata kalau besar mau kaya gitu, boleh?" pintanya polos yang membuat Bunga tersenyum manis padanya.


"Boleh, sayang. jadilah diri kamu sendiri"


Begitulah obrolan yang terjadi antara Mitha dan Bunga sedangkan Ricko hanya sesekali tersenyum dengan pandangan terus fokus pada jalan di depannya, sampai pada akhirnya mobil pun kini sudah terparkir di garasi sebuah rumah berlantai dua.


"Biar aku yang gendong Mitha" ucap Ricko saat di lihatnya sang buah hati terlelap dalam dekapan Bunga.


Wanita berbadan dua itupun hanya mengangguk kan kepalanya sekali.


Ricko Langsung membuka pintu sebelah kanan mobilnya, meraih tubuh mungil putri kecilnya yang sudah mendengkur halus.


Sampai di kamar Mitha.


"Tidurlah, bermain sepuasmu di alam mimpi" ucap Ricko setelah merebahkan tubuh mungil anaknya di tengah ranjang yang berbentuk hello Kitty.


Dipandanginya wajah mungil Mitha dengan tatapan penuh kasih sayang setelah mencium keningnya secara lembut.


"Daddy, sayang Mitha, Mitha yang buat Daddy terus disini. jadilah penghubung antara Daddy dan mommy ya sayang" kata Ricko begitu lirih, sesak dadanya jika terlalu lama menatap Mitha.


.


.

__ADS_1


.


CEKLEK..


Bunga membuka pintu kamar setelah ia membersihkan dirinya, di liriknya Ricko yang duduk bersandar di sofa dengan ponsel di tangannya, matanya fokus sampai tak menyadari jika sang istri sudah duduk di sebelahnya.


"Ada apa?" tanya Ricko pada Bunga.


"Gak, aku cuma mau bilang kayanya Mitha suka sama gadis yang tadi, adiknya Bu Melisa" ucap Bunga langsung ke inti pembicaraan.


"Biasa aja, namanya juga anak-anak" sahut Ricko santai masih memainkan ponselnya.


"Mitha itu jarang sekali menilai seseorang, kakak tau kan kalau Mitha itu sulit dekat dengan siapapun"


Ricko langsung menoleh, ia mengernyitkan dahinya bingung dengan arah obrolan mereka.


"Gadis itu juga sepertinya suka dengan kakak" ucapnya lagi, kini di balas tawa gamang oleh Ricko.


Ricko mendesah, kadang ia jenuh dengan sikap posesif istrinya yang sering kali memancing emosi dan akhirnya berujung pertengkaran kecil.


"Yang ini lain, gadis itu cantik rupa dan hatinya"


"Lalu kamu mau apa?" tanya Ricko mulai kesal.


Bunga menggeleng, ia malah bangkit dari duduknya berjalan menuju tempat tidur, merebahkan dirinya di balik selimut tebal.


.


.

__ADS_1


Ameera...


Cantik.. lucu.. dan terbuka sepertinya akan banyak tantangan dengannya.


Ricko melempar ponselnya ke atas meja, berlalu menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya yang seharian ini banyak melakukan aktifitas di luar kantor.


****


"Ganteng sumpah ganteng maksimal"


Begitulah kalimat yang di ucapkan dalam hati gadis berambut jagung itu di balik selimut berwarna biru bergambar kucing ajaib.


Debaran jantungnya kembali tak normal, bayangan Ricko yang sedang menggendong anaknya bagai punya daya tarik sendiri, Dimata Ameera Ricko justru menjadi lebih dewasa dan sexy.


Ya tuhan.


Adek pengen punya suami kaya gitu, boleh?


Yang tinggi, putih, berlesung pipi, glowing ya harus glowing pokonya, hahaha.


hidung mancung dan punya mata cerah.


Tapi...


dari pada ribet harus nyari nyari juga susah kan ya.


Itu aja deh gak apa-apa, ckckck!!!


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺

__ADS_1


Doa nya maksa amat 😂😂


Like komen nya yuk ramai kan ♥️


__ADS_2