Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]

Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]
bab 112


__ADS_3

❣️❣️❣️❣️


Pukul sebelas siang, Ricko sudah keluar dari restaurant ia tak berniat bergabung makan siang bersama yang lainnya karna ia gelisah mengingat Ameera. Berkali-kali ia menghubungi gadis itu tapi tak satupun di jawabnya sampai Ricko harus menghubungi Bella sebagai jalan pintasnya.


Dia di apartemen gue lagi tidur, gak usah Lo ganggu!


Hanya itu yang di dengarnya dari mulut Bella yang sepertinya sedang sangat kesal.


Ricko menutup teleponnya lalu memutar arah mobilnya menuju apartemen miliknya.


Sampai disana ia hanya mengganti baju lalu bergegas pergi lagi, tentu kini tujuannya bertemu dengan Ameera di apartemen Bella.


Mobil ia lajukan dengan kecepatan tinggi karna tak ingin membuang waktu.


.


.


Tok tok tok tok..


Tangannya terus mengetuk pintu berwarna coklat itu dengan keras karna tak kunjung juga di buka sedari tadi.


Mana sih.. lama banget!


CEKLEK


Pintu besar itu dibuka Bella, raut wajahnya tak bersahabat bahkan gadis berponi itu tak membalas senyumnya.


"Bagi duit, gue mau keluar. Lo gak mau gue ganggu kan?" Ricko yang sebelumnya terkejut langsung mengulum senyum sambil mengusap tengkuknya.


"Nanti aku chat buat nomer pin nya" kata Ricko saat memberi creditcard nya pada Bella.


"Awas Lo kalo macem-macem" ancam Bella sebelum ia melenggang pergi dengan membawa kartu dari Ricko.


.

__ADS_1


.


Pria itu masuk dengan langkah pelan, di lihatnya Ameera sedang meringkuk di sofa.


" Mommy... sayangnya aku" bisik Ricko sambil mengusap kepala Ameera dengan lembut sampai gadis itu bergeliat.


"Sayang.. aku disini"


"Bangun, aku sedang sangat merindukanmu"


Ricko terus saja menganggu Ameera, gadis itu hanya bergeliat sebentar tapi kemudian terlelap kembali membuat Ricko begitu gemas padanya.


"Kalau kamu belum juga bangun maka itu sama saja kamu menolak perintah ku , dan pastinya kamu tau apa yang akan aku lakukan padamu nanti"


Entah ia mendengar dengan jelas atau tidak tapi ternyata Ameera benar-benar terlonjak dan bangun.


"Hah?, Jam berapa ini"


Ricko tertawa melihat raut wajah Ameera yang Kebingungan, bahkan gadis itu menepuk pipinya sendiri saat melihat Ricko sedang duduk bersimpuh di hadapannya.


"Iya, ini aku sayang"


"Aaaaaaaaaaaaaaaa.... aku Kangen lumer lumer tumpah ruah sampe luber kemana mana" jeritnya sambil berhambur memeluk pria yang Sangat ia rindukan itu.


Ricko mengusap punggung Ameera dengan tangan lembutnya, entah kenapa hatinya seakan teriris perih saat Meera begitu bahagia bertemu dengannya.


Aku belum pernah merasakan rasanya di rindukan oleh wanita yang juga aku rindukan!


Pria itu kini bangun, duduk disisi Meera yang lagi-lagi memeluknya dari samping.


"Gak bilang mau kesini?" tanya gadis itu saat ia mendongakkan wajahnya.


"Ponselmu dimana?, aku menghubungimu tak tapi tak dijawab"


Meera mengerutkan alisnya, ia nampak berpikir dan mengingat dimana terakhir kali ia menyimpan benda pipih itu.

__ADS_1


"Terserahlah, yang penting kamu sudah datang dan kini bersamaku" ucapnya sambil terkekeh.


"Aku merindukan mu" lirih Ricko sambil mengusap pipi putih mulus kekasihnya.


"huft, apalagi aku!" dengusnya kesal, lalu mengurai pelukannya, duduk tegak dengan tangan melipat di dada.


"Maaf, aku kadang tak sempat menghubungi mu"


"Aku sangat sibuk, maafkan aku!"


Ameera tetap bergeming, ia diam saat Ricko mencoba kembali meraih tubuhnya.


"Katakan, kamu mau apa?, hari ini aku akan bersamamu" tanya Ricko saat melihat gadis pirang kesayangannya itu sedang merajuk manja padanya sambil memanyunkan bibirnya.


.


.


.


.


Bohong, mungkin satu jama lagi kamu akan pergi seperti yang sudah-sudah...


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻



Talian Meer.. 😂😂😂


Biar gak nyangkut kemana mana..


Hari ini berapa bab?


Ada yang bisa jawab 🙄🙄🙄

__ADS_1


Like komen nya yuk ramai kan ♥️🤗


__ADS_2