![Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]](https://asset.asean.biz.id/duda-impian--musuh-kakak-kesayangan-.webp)
❣️❣️❣️❣️❣️❣️
Gadis berambut pirang anak bungsu dari keluarga konglomerat itu duduk di sebuah ayunan rotan sisi kolam renang belakang rumah kedua orangtuanya, Ameera sedikit melamun memperhatikan Mitha yang sedang bermain dengan si kembar.
Semenjak drama penolakan mama Ricko malam itu hubungannya dengan Tata semakin erat terjalin, pada saat Ricko ke luar kota dalam urusan pekerjaan pun bocah cantik itu memilih ikut dengan Meera di banding dengan kedua neneknya.
"Tata mau sama Mommy, pokonya semuanya mau sama Mommy!"
Begitu lah rengekan putri tunggal Ricko jika sedang merajuk marah pada siapapun yang ingin mengajaknya, ia akan menangis meraung-raung dan akan berhenti jika Ameera datang memeluknya.
"Mom, kakak Chaca mana sih?" tanyanya sambil berlari kearah Meera.
"Belum bangun bobo, Sayang" jawab Meera sembari menaikan tubuh mungil itu ke atas pangkuannya.
"Main sama kakak Ay sama kakak Bu aja dulu" ujar Meera sambil merapihkan kunciran di rambut panjang Mitha.
"N'Da ah... mainnya tabrak tabrak terus"
Ameera tertawa kemudian menciumi seluruh wajah cantik polos Mitha, anak dari pria yang begitu ia cinta setahun belakangan ini.
"Mitha bobo juga yuk, udah siang loh"
Gadis kecil itu menggelengkan kepala sambil memanyunkan bibir merah mungilnya.
"Dek, ayooooo" teriak Air mengajak Mitha untuk masuk kedalam
"Tunggu" jawabnya yang juga berteriak, Tata langsung turun dari pangkuan Meera kemudian berlari menyusul Air dan Bumi yang sudah lebih dulu masuk kedalam rumah.
"Aw, maaf, Om" ucapnya saat Mitha menabrak tubuh tinggi Reza di ambang pintu kaca.
"Gak apa-apa, jangan lari-lari lagi ya, nanti jatuh" pesan Reza sambil mengusap kepala Mitha.
"Iya, Om, permisi" pamitnya lagi yang langsung berlalu dengan sedikit berlari.
__ADS_1
Reza memperhatikan Mitha yang perlahan menjauh dah hilang dari pandangannya sambil berdecak kesal.
"Anak sama bapak sama aja, bilangnya iya tapi gak di denger!" umpatnya sambil menggelengkan kepala.
Meera tersenyum melihat sang kakak dari kejauhan jalan mendekat ke arahnya, senyum terbaik sudah ia berikan untuk pria kedua kesayangannya itu.
"peluk....." rengeknya manja pada Reza sambil merentangkan kedua tangannya.
"Cih, laganya di panggil Mommy tapi kelakuan mirip anak sambungnya" ejek Reza.
"Hahaha, aku kan kangen sama kakak" ucapnya setelah mengurai pelukan.
Reza mengacak rambut adiknya itu dengan gemas, tak ada kata dewasa di mata pria tiga anak itu, baginya Meera selalu menjadi bocah kecilnya yang sangat menggemaskan, Ia masih ingat dimana ketika Meera lahir ke dunia ialah yang menemani sang mama ke rumah sakit.
Bayi itu kini tumbuh menjadi sosok gadis manja namun tak lemah, penyabar serta penuh sayang.
"Bagaimana hubunganmu dengannya"
"Baik, sangat baik" jawab Meera sambil tersenyum lebar.
"Apa kalian benar-benar serius?" tanyanya lagi.
Meera mengangguk penuh keyakinan, meski hatinya berdebar takut jika Reza marah seperti yang sudah-sudah.
"Kakak sering bertemu dengannya?"
Reza menggeleng sembari membuang nafas kasar.
"Untuk apa?, Beberapa urusan pekerjaan dengannya pun sudah kakak serahkan pada semua asisten" jawabnya malas, ada yang lain dari tatapan pria tampan itu.
"Oh, Aku kira kalian sering bertemu"
Reza tersenyum kecil menoleh sekilas lalu kembali melempar pandangannya jauh ke depan.
__ADS_1
"Kak, aku mencintainya! kumohon restui kami" pinta Meera, entah ini sudah yang keberapa kalinya ia memohon.
"Kakak tak melarangmu mencintainya, itu urusan hatimu sendiri, dek"
"Lalu apa?, berikan aku alasan yang jelas dan masuk akal, jangan libatkan aku dalam masalah kalian" protes Meera dengan kesal karna sampai detik ini kedua pria itu tak pernah mau memberi tahunya tentang alasan mereka sering bertengkar.
"Meera!!"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Kak, Ricko itu Duda impian ku, meski ku tahu dia juga merangkap menjadi Musuh kakak Kesayanganku!":
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
Tenang dek, tar gue cium juga tuh dia langsung kabur, nah pas kabur Lo kawin ya sama si Duda 😂😂😂😂
Like komen nya yuk ramai kan biar bisa nambah.❣️
__ADS_1