Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]

Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]
bab 13


__ADS_3

❣️❣️❣️❣️


Sepeninggal Ricko dari hadapannya kini Ameera pun kembali melanjutkan langkahnya menuju kamar rawat inap Cahaya yang semalam demam tinggi Sampai harus tak sadarkan diri.


"Kak.."


Ameera membuka pintu dengan Pelan sambil memanggil kakak iparnya yang ternyata sedang tak bersama Cahaya.


"Kakak lagi bersih-bersih, dek" sahut Melisa dari dalam kamar mandi.


Ameera melempar tasnya secara asal ke sofa, langkah gontai nya kini mendekat ke ranjang Chaca yang terbaring lemah, gadis kecil yang terpasang selang oksigen itu masih menutup matanya dengan begitu rapat.


"Dek, udah sampe?" tanya Melisa, ia mendekat ke arah dua bungsu Rahardian.


"Iya, kak, kakak mau berangkat sekarang?"


"Ya, cuma sebentar kok', kakak titip adek ya" Melisa meraih tas juga ponselnya yang tergeletak di atas nakas sisi ranjang Cahaya, mencium kening anak bungsunya itu sebelum bergegas ke sekolah dua jagoannya karna ada rapat wali kelas secara mendadak pagi ini.


"Mama pergi ke sekolah dulu ya, sayang, adek di temenin sama Aunty disini" bisik Melisa lirih di telinga kanan putrinya yang tertidur lelap.


"Kakak jalan dulu ya, cepat hubungi kakak jika terjadi sesuatu" pesan Melisa pada Ameera yang di balas anggukan kepala, hati gadis itu sedang tak baik-baik saja ada goresan luka kecil di hatinya.


.


.

__ADS_1


Ameera bangkit dari duduknya menuju sofa dimana tasnya berada, merogoh isinya untuk mengambil ponsel yang bergetar beberapa saat tadi, ada satu pesan yang belum sempat ia baca setelah pertemuannya dengan Ricko barusan.


*Bella


[ Lo kuliah gak? ]


*Ameera


[ Gak, gue dirumah sakit lagi nungguin Chaca]


*Bella


[Ok, balik campus gue otewe sana ya]


Ameera tak membalasnya lagi, ia menaruh benda pipih itu Kembali kedalam tasnya.


Rasa mulai tak suka karna sadar akan status Ricko membuatnya menitikkan satu bulir air bening dari ujung matanya.


Kenapa aku harus jatuh cinta pada pria yang jelas-jelas tak bisa ku sentuh?


Bahkan membayangkannya saja aku tak rela!


Gadis cantik itu menyandarkan tubuhnya yang lemas, menatap langit langit kamar rawat inap Cahaya yang bagai hotel bintang lima.


****

__ADS_1


Reza yang baru saja keluar dari salah satu restauran ternama setelah mengadakan meeting dengan beberapa rekan bisnisnya harus menghentikan langkahnya saat berpapasan dengan Ricko, kedua pria dewasa itu masih saja bertingkah layaknya remaja yang merebutkan seorang gadis.


"Biasanya kalo gue ketemu Lo begini, gue bakal sial seharian" sungut Reza dengan tangan yang sudah melipat tangannya di dada.


"Lo ketemu gue sial seharian, nah gue ketemu Lo bisa sial tuju turunan delapan tanjakan!" jawab Ricko tak mau kalah, permusuhan yang terjadi sejak mereka sama-sama duduk di bangku sekolah menengah atas tepatnya saat masih di kelas sepuluh.


Tiada hari tanpa keduanya harus bersaing dalam segi apapun itu, dalam hal pelajaran, kepopuleran hingga Masalah kesetiaan. Dan Reza bersyukur Karna ia lah yang selalu lebih unggul walau perbedaan itu sangat tipis.


"Tujuh turunan?, dua aja belom berojol ke dunia, makanya jadi gue nih sekali dapet langsung tiga" balas Reza membanggakan dirinya sendiri.


"Hah, Lo nyiksa bini itu namanya! gue yakin Melisa itu capek ngurusin buntut Lo yang banyak itu" Ricko mencebikkan bibirnya, ejekannya tak bisa di terima oleh Reza.


"Yang penting rumah tangga gue gak acak-acak an!"


.


.


.


💦💦💦💦💦💦💦


Sombongnya kau bang 🤣🤣🤣


Gak inget tuh pas dulu di tinggal bini pas lagi sayang sayang nya kaya apa mewek Mulu 🤭🤭

__ADS_1


Like KOMENNYA yuk RAMAIKAN kan


Babang Reza kayanya tau sesuatu nih 🤔🤔🤔


__ADS_2