Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]

Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]
bab 32


__ADS_3

❣️❣️❣️❣️


Anggap saja, satu hari setelah pekerjaan Ku selesai itu sebagai bulan madu kita, bagaimana?"


Ricko tersenyum sampai terlihat lesung pipi di kedua pipinya yang tirus dengan rahang yang tegas.


"Cepat mandi, bersihkan dirimu" titahnya kemudian yang langsung meringsek ke tengah kasur membuat Bunga refleks bangun dari duduknya.


Gadis cantik yang kini berstatus kan nyonya Pradipta langsung keluar dari kamar Ricko menuju kamarnya sendiri, tak ada permintaan untuk ia tinggal maka Bunga cukup sadar diri untuk cepat pergi dari kamar suaminya.


Ricko yang lelah ternyata tak sadar dengan kepergian istrinya itu, ia sudah terlanjur nyaman dengan kasur selimut juga guling yang ia peluk saat ini.


Beberapa waktu belakangan ia memang tak lagi merasa betapa indahnya tidur dengan nyenyak sampai matahari menyapa paginya.


Tidur hanya beberapa jam menjelang subuh membuat ia kini hanya ingin bermimpi indah.


.


.


.


"Kak, bangun!"


Bunga menggoyangkan bahu Ricko dengan pelan setelah membuka Gorden putih di kamar Suaminya.


"Hem."


Pria tampan dengan rambut berantakan itu menggeliat dengan menyipitkan matanya karna sinar matahari yang langsung menyilaukan matanya.

__ADS_1


"Jam berapa?" tanyanya yang malah menarik selimut.


"Jam enam lebih lima belas menit" jawab Bunga yang duduk di tepi ranjang.


"Aku berangkat jam sembilan" ucapnya yang kembali memejamkan mata.


"Ada yang bisa aku siapkan?" tanya Bunga, Sebagai istri ia mulai ingin menjalankan kewajibannya mengurus suami.


"Lakukan jika kamu ingin"


Bunga menghela nafas, lalu bangkit dari duduknya ia yang kebingungan hanya berdiri mematung di depan lemari.


Aku harus apa..


apa yang kak Ricko harus bawa!


Di sela kebingungannya terlintas nama Danish yang ia harap bisa membantunya, Bunga langsung mencari nama pria itu di kontak ponselnya.


"Hallo, kak Danish"


"Ada apa, Bunga?, ah.. maaf maksud saya Bu Bunga"


Bunga langsung membulatkan Kedua matanya, ia melihat kembali layar ponselnya untuk memastikan ia tak salah menghubungi orang.


"Bu Bunga?, kak Danish apa-apaan sih"


Danish tertawa, sungguh iapun merasa lucu tapi ini memang sudah aturan mainnya, jika wanita yang berbicara dengannya itu kini adalah nyonya Pradipta


"Panggil aku Bunga, gak usah pake Ibu" tukasnya dengan nada kesal.

__ADS_1


"Aku nanti bisa dipecat pak Ricko" kekehnya di sisa gelak tawa.


"Tapi kan sekarang gak ada kak Ricko" sungutnya lagi.


"Ok..ok..! ada apa, apa yang bisa ku bantu wahai pengantin baru" ejek Danish, jika saja Bunga tau kini wajah pria tampan itu sudah berubah menjadi sangat menyedihkan.


"Hari ini kak Ricko mau ke luar kota A?, biasanya apa yang ia bawa" tanya Bunga dengan bersungguh-sungguh.


"Oh, Hem... sepertinya tugasku menyiapkan itu semua sudah berpindah padamu" Danish kembali menggoda Bunga, gadis itu langsung mencebikkan bibirnya.


"Sudah cepat katakan, aku sudah lama berdiri di depan lemari" ucapnya sebal.


"Baiklah, pak Ricko hanya dua hari disana. Berangkat jam sembilan berarti Sampai di bandara jam satu, istrirahat kurang lebih empat puluh menit di hotel kemudian langsung pergi lagi ke tempat pertemuan diadakannya meeting. Jam lima sudah kembali ke hotel untuk sekedar istrirahat ataupun menghabiskan malamnya di luar"


"Esoknya ia kembali menemui beberapa koleganya, di mulai dari jam 8 pagi, jam dua siang dan terakhir jam tujuh malam, sudah bisa kamu hitung berapa stel pakaian yang harus di bawa pak Ricko karna Setiap pertemuan beliau akan mengganti bajunya"


Bunga yang masih berdiri di depan lemari hanya mangut mangut sambil menghitung dengan jarinya sendiri, otaknya sedang mengingat apa yang di jelas kan oleh Danish.


"Untuk baju di hotel ya itu terserah padamu, tapi untuk pengantin baru seperti kalian aku rasa tak butuh banyak baju" Kekeh Danish yang langsung membuat Pipi bunga merah merona.


"Apa hubungannya baju dan pengantin baru!!!"


Bunga langsung mengumpat dan mematikan sambungan teleponnya dengan Danish.


.


.


.

__ADS_1


.


Apa aku juga harus menyiapkan sesuatu?


__ADS_2