![Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]](https://asset.asean.biz.id/duda-impian--musuh-kakak-kesayangan-.webp)
❣️❣️❣️❣️❣️
"Ya udah, ayo antar aku menemui wanita itu akan ku ci cincang juga dia di depanmu!!!"
Ricko menelan Salivanya kuat-kuat, sepertinya ia lupa jika gadis yang ia pacari ini berbeda dengan gadis-gadis yang ia kenal sebelumnya jika sedang cemburu paling hanya sekedar merajuk atau menangis.
"Kenapa?, ayo jalan! antar aku kesana sekarang" titah nya lagi tak main-main.
"Aku anter kamu pulang ya" Ricko langsung menyalakan mesin mobilnya.
"Kamu gak usah anter aku pulang, aku bawa mobil. aku cuma mau kamu anter aku ke perempuan itu, Dadd"
"Sayang, aku gak mau kamu ribut, Ok"
"Aku gak ribut, aku cuma mau cincang aja" kata Ameera masih memaksa pria di sebelahnya itu.
"Sama aja!, lagian buat apa?, aku juga gak ladenin kan"
"Gak ladenin tapi menikmati, gitu?" dengus Ameera kesal, bagaimana pun kekasihnya itu habis mendapat sajian haram sebelum bertemu dengannya.
"Jangan kotori tanganmu dengan menyentuh tubuhnya, Mom. Kamu wanita terhormat tentu jauh di atasnya dalam hal apapun itu" ucap Ricko menenangkan.
"Kamu pikir aku tenang setelah dia melakukan hal itu?, hari ini bagian atasnya yang dia buka lalu jika esok seluruh pakaiannya ia lucuti di hadapanmu bagaimana?" Tangisnya pecah lagi kali ini lebih histeris dari sebelumnya.
"Jangan memikirkan hal yang belum dan tak akan terjadi, jika aku mau mungkin aku akan meminta nya padamu, Mom" Ricko meraih tubuh Ameera untuk masuk kedalam pelukannya.
"Percayalah, aku kuat menahannya sampai aku menjadi suamimu!"
"Janji?" tanya Meera sambil mendongakkan wajahnya.
"Janji sayang, aku akan kuat menahannya siapapun itu kecuali kamu" bisiknya dengan suara berat.
Meera yang merinding dengan bisikan Ricko yang tak biasa langsung menarik tubuhnya.
__ADS_1
"Kenapa?"
"Gak apa-apa, aku takut kalo suara kamu udah kaya gitu, Dadd" Ucap Meera yang sudah menyandarkan kembali tubuhnya di punggung jok.
"Hahaha, aku cuma sedang ingin, normal kan!" Ujar Ricko dengan senyum menyeringai namun sorot matanya begitu haus akan belaian
"Aku gak bisa, maaf!" Meera mengusap pipi Kekasihnya itu ,dan Ricko langsung menciuminya berkali kali.
"Aku tau, akupun tak kan memintanya darimu"
Keduanya tersenyum, lalu kembali saling memeluk dalam diam.
"Aku mencintaimu, ku mohon jangan ragukan itu" Rick mengusap kepala Ameera dengan begitu lembut, ia tak pernah ia mendapatkan ketenangan seperti ini kecuali bersama Ameera, hanya Ameera.
"Ya udah, aku mau pulang ya" Pamitnya pada Ricko setelah mengurai pelukannya.
"Aku antar ya, biar aku suruh orang untuk mengambil mobilmu nanti"
"Gak usah, aku bisa pulang sendiri"
"Hey, bukanlah besok kamu janji akan makan siang di apartemen Bella denganku?"
Ricko menepuk keningnya sendiri sambil tertawa, karna perdebatan kecil ia sampai lupa dengan apa yang sudah ia rencanakan pada Meera.
"Aku duluan ya, kamu langsung pulang Jangan mampir kemana, pokonya harus mandi sampai bersih dan satu lagi..."
"Apa?" tanya Ricko Sambil tersenyum.
"Cuci mata kamu sampai bersih, gak boleh inget Inget lagi kejadian tadi, paham!"
"Iya sayang, aku akan membuang bajuku jika perlu" kekehnya kemudian.
"Bagus!"
__ADS_1
Ricko menciumi seluruh wajah Ameera sampai gadis itu harus menjerit kesal.
"Hati-hati di jalan ya, love love love you" ucap Ricko saat Ameer sudah membuka pintu mobil.
"Love you you akang Duda"
Meera langsung membantingnya pintunya kemudian sedikit berlari menuju mobilnya sendiri,
Ia terkekeh sambil menyalakan mesin mobilnya yang berjalan lebih dulu meninggal Ricko.
.
.
.
.
.
.
.
Enak aja gue disuruh diem dan gak kasih pelajaran.
gak gue cincang tapi seenggaknya pengen gue remes tuh dadanya sampe betus!!!
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
Gak seru ya Meer kalo di wasitin 😂😂😂
mau duel berdua aja biar puas!
__ADS_1
Like komen nya yuk ramai kan ❤️😂