![Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]](https://asset.asean.biz.id/duda-impian--musuh-kakak-kesayangan-.webp)
❣️❣️❣️❣️
"Ya, dia calon madu gue!"
Bella langsung ambruk ke ke kursi saat mendengar bisikan Ameera, membuat yang lain langsung mentapnya dengan bingung.
"Kamu kenapa?" tanya Melisa.
"Gak apa-apa, cuma kesemutan" kata Bella memberi alasan.
"Bu Bunga lagi hamil ya?" tanya Melisa pada wanita yang barusan menyalami adik iparnya itu.
"Iya, baru tiga bulan. Doakan lancar sampai persalinan ya" jawabnya dengan mengelus perut yang sedikit membuncit.
"Pasti, semoga kalian selalu sehat"
Ameera tersenyum ke arah anak gadis berumur tiga tahun yang begitu cantik, anak itu begitu lekat menatap Ameera tanpa ekspresi.
"Adek kecil, kenapa?" Ameera yang salah tingkah di perhatikan akhirnya bertanya sambil berjongkok untuk mensejajarkan tubuhnya dengan anak kecil itu.
"Enggak apa-apa" jawabnya sembari menggeleng.
"Nama kamu siapa?"
"Mitha" Jawabnya pelan, kini ada senyum di ujung bibirnya yang begitu mirip dengan pria yang kini selalu berputar di otaknya.
"Tante, cantik.. Rambutnya lucu kaya Barbie" ucapnya menggemaskan.
"Haha, iya. Tante Barbie besar, sayang" sahut Ameera yang tergelak.
Semuanya pun ikut tersenyum menyaksikan Ameera dan Mitha sampai akhirnya Bunga pun mengajaknya untuk pulang.
"Assalamualaikum" sapa seorang pria tinggi putih menyapa empat wanita dan satu gadis cilik di hadapannya.
"Waalaikum salam"
"Daddy...." sahut Mitha yang langsung merentangkan tangannya, dengan sigap Ricko pun langsung menggendong putri kecilnya.
__ADS_1
"Ganteng, Meer" bisik Bella lagi.
"Hot Daddy, Bell"
Kedua gadis itu saling berbisik membuat Melisa harus mencubit kecil tangan adik iparnya itu.
"Kaya pernah ketemu, dimana ya?" tanya Ricko setelah menatap lebih intens ke arah Ameera.
"Di ujung hati!"
Jawaban Ameera sontak membuat semuanya terkejut termasuk Ricko yang langsung mengernyitkan dahinya.
"Maksudnya apa?" tanya Melisa bingung.
"Hah, apa?, itu ... maksudnya kita ketemu di ballroom hotel dan sekarang ketemu lagi di panti asuhan Muara hati" jawabnya dengan salah tingkah.
"Muara kasih, Meer!" seru Melisa .
"Haha, salah ya!" ucap Ameera dengan mengulum senyum menahan malu.
"Ya, kamu yang di bawa Reza semalam, kan?" tanyanya dengan senyum yang membuat Ameera ingin mencubit hidungnya yang mancung bagai perosotan.
"Mau pulang sekarang?" tanya Ricko pada Bunga.
"Mau!" jawab Ameera, semua orang langsung melihat ke arahnya.
"Mau apa, dek?" Melisa yang heran dengan tingkah adiknya yang tak biasa mentapnya penuh curiga.
"Mau, mau.... mau permen gak?" Ameera dengan cepat merogoh isi tasnya lalu menyodorkan Sebatang coklat pada Mitha.
"Itu coklat bukan permen" kata Ricko, pria tampan itu sungguh sangat menikmati tingkah lucu adik dari musuhnya itu.
"Haha, sama ajalah yang penting manis"
Bunga tanpa bicara lagi langsung mengangguk kan kepalanya pada Mitha, dan gadis cantik itupun langsung meraih coklat pemberian Ameera yang disebutnya Barbie karena warna rambut Ameera yang seperti jagung.
"Kami pamit duluan" ujar Bunga.
__ADS_1
"Ya, silahkan" jawab Melisa, Ameera masih tersenyum ke arah Ricko sedangkan Bella sudah mendengus menahan rasa kesalnya.
"Umi antar Bu bunga dan pak Ricko dulu ya, Mel"
"Ya, Umi"
ketiganya pun melenggang pergi meninggalkan Melisa Ameera dan Bella.
Mata gadis itu tak lepas menatap punggung lebar pria yang sedang menggendong putri kecilnya.
"Kakak, mau ambil minum dulu"
"Iya, kak.. Aer satu bak ya kalo ada buat guyur Ameera" oceh Bella yang hanya balas senyum kecil oleh Melisa.
"Woy, sadar! laki orang tuh, jangan di senyumin mulu" ujar Bella yang tak habis pikir dengan sikap sahabatnya itu.
"Iya dia Laki orang, Bell. " sahutnya masih dengan senyum mengembang.
"Dan Lo---__"'
.
.
.
.
.
." BIBIT PELAKOR BAIK HATI..."
🎉🎉🎉🎉🎉🎉***
Baaaaaaaaaaaaaang...
Adek Lo kacau nih udah niat jadi pelakor 😂😂
__ADS_1
like komen nya yuk ramai kan..
sayang kalian semua ❤️❤️❤️