![Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]](https://asset.asean.biz.id/duda-impian--musuh-kakak-kesayangan-.webp)
Flashback On
❣️❣️❣️❣️
"Deeeeeek, bangun!"
Mama menggedor pintu kamar anak bungsunya itu dengan sangat keras, sudah dua kali balik namun tetap saja Ameera tak kunjung turun untuk makan siang.
Ya .. makan siang karna waktu sudah menunjukan hampir pukul satu siang.
"Ya, maaaaah"
CEKLEK.
Masih dengan piyama Doraemonnya Ameera akhirnya membuka pintu, jangan tanyakan bagaimana rambut panjang pirangnya itu Karna pastinya sudah tak berbentuk lagi lebih tepatnya mungkin mirip singa betina.
"Anak gadis baru bangun!" ucap mama sambil menggelengkan kepalanya.
"Aku gak kuliah mah" rengeknya manja.
"Cepat mandi, kita ke apartemen kakakmu" titah mama yang mendorong kembali si bungsu masuk kedalam kamarnya.
"Mau ngapain?" tanya Ameera sebelum masuk ke kamar mandi.
"Mama sama kakak ipar mu mau kontrol Chaca, nanti kamu jaga Ay juga Bu"
Ameera langsung membulatkan kedua matanya.
"No..no..no.. mah" tolaknya dengan wajah menyedihkan.
"Mama bawa Ay, aku mau sama Bu aja"
"Gada protes lagi, ngerti!"
Mama meninggalkan Ameera yang terduduk lemas di lantai, ia menggaruk kepalanya yang tak gatal namun sambil menahan emosi.
"Lagi patah hati begini males banget di ajakin perang"
.
.
Ameera menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju apartemen Reza, Janji kerumah sakit pukul tiga dan kini sudah lebih dari jam dua siang, alhasil selama diperjalanan mama terus mengoceh pada Ameera.
"Aku kan lagi sibuk nonton drama mah" alasan yang selalu Ameera utarakan jika bangun kesiangan.
"Ngapain nonton begitu, bikin matamu jadi hitam begitu!"
"Why?, beneran mah!" pekik Ameera tak percaya, namun mama langsung terkekeh gemas.
Sampai di parkiran dua wanita beda generasi itu langsung masuk kedalam gedung dimana Reza dan istrinya tinggal, bergegas masuk kedalam lift yang di sediakan khusus untuk lantai-lantai tertentu.
__ADS_1
.
.
"Sayaaaaaaaaang" panggil mama pada ketiga cucunya saat memasuki apartemen, Ameera yang sudah tau pasword nya tentu dengan sangat mudah keluar masuk sesukanya.
"Omaaaa" teriak Cahaya dari tengah tangga.
"Peluk Oma sini sayang"
Cahaya langsung berhambur memeluk Neneknya yang nampak masih segar di usianya yang tak lagi muda.
"Kakak sama mama mana?, kok sepi?" tanya mama yang bingung melihat sekitaran ruang tengah yang rapih tak seperti biasanya.
"Ada di kamar kakak semua" sahut Cahaya yang kini sudah pindah berpelukan dengan Ameera.
"Kalian tunggu disini, mama ke atas dulu"
Kedua bungsu dari keluarga Rahardian itupun mengangguk bersamaan.
"Adek mau kerumah sakit ya?" tanya Ameera sambil mengelus kepala keponakan kesayangannya.
"Iya, adek mau di periksa lagi sama Tante dokter"
"Cepet sembuh ya sayang, nanti kalau sembuh kita jalan-jalan" ucap Ameera yang langsung membuat kedua mata Bocah itu berbinar.
"Kemana?, Aunty mau ajak aku kemana?"
"Ish, ngapain jauh-jauh, tinggal liat papa aja kan sama aja itu juga"
.
.
.
Setelah kepergian mama, Melisa dan Cahaya kini tinggal Ameera dan Ay di lantai bawah karna Bumi belum bangun dari tidur siangnya.
"Adek gede kenapa?" tanya Ay pada Ameera yang Langsung mencebikkan bibirnya.
"Aunty, kak!"
"Yes, Aunty!" balasnya dengan tertawa.
"Gak apa-apa, lagi gak mood ngomong jadi Kamu jangan nakal" titah Ameera, ia memang sedang tak ingin di ganggu semenjak pertemuan terakhirnya dengan Ricko di rumah sakit.
"Aku gak nakal, Cuma sedikit doang. Aku kan bukan Bu yang diem aja"
Ameera menghela nafasnya dalam-dalam, Ia mengusap kepala si sulung dengan lembut, rasa sayang yang ia berikan memang terkadang tertutup dengan rasa jengkel karna ulah Ay sendri yang membuatnya kesal jika sudah di jahili oleh Ay. Namun bagaimanapun juga Ay tetap kesayangannya.
"Aunty suka galak sama kakak, maaf ya"
__ADS_1
Ay tentu langsung mengernyitkan dahinya bingung.
"Emang Aunty baru sadar kalo galak sama kakak" sahutnya dengan ketus.
"Hahaha, iya kak.. Aunty Minta maaf ya sayang" godanya pada Ay, ia langsung memangku bocah tujuh tahun itu keatas pahanya.
"Ok, aku maafin"
Ameera mencium seluruh wajah Ay tanpa ampun meski Air sudah tergelak karna rasa geli.
"Aunty boleh tanya?" kata Ameera.
"Tanya apa?, emang kita lagi Adain kuis?" kekeh Ay
"Hem, sayangnya kakak ke Aunty, kalau dari satu sampai sepuluh berapa?" tanya Ameera.
"Heeeeemmmmm, berapa ya?" Ay pura pura berfikir dengan menunjuk nunjuk keningnya sendiri
"Dua aja deh!" jawabnya Langsung.
"Ko dikit banget cuma dua?" Oceh Ameera dengan raut wajah kecewa.
.
.
.
.
.
..
"Dua aleeeem banget!!!"
.
.
.
.
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Moodboster ya pagi2 di gombalin cebong 😂😂
Like komen nya yuk ramai kan ❤️
__ADS_1