Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]

Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]
bab 39


__ADS_3

❣️❣️❣️


"Boleh gak sih aku nyelip di hati kamu?, di pojokan juga gak apa-apa!!!"


"Apa?, kamu bicara apa tadi?" Tanya Ricko yang memandang aneh pada Ameera, gadis yang kini tepat berada di depan wajahnya.


Ameera yang sadar langsung membenarkan posisinya agar kembali tegak bersandar, ia meremat tali tas kecilnya yang menjuntai di atas pahanya.


"Ada yang mau kamu omongin?, kok pelan banget" kata Ricko, sepertinya laki-laki itu cukup penasaran dengan apa yang di ucapkan Ameera Karna tak terlalu jelas di telinganya.


"Enggak, aku gak bicara apa-apa tadi" elaknya dengan panik, dalam hati ia mengutuk dirinya sendiri yang ceroboh bergumam sembarangan tepat di hadapan pujaan hatinya.


***


"Nama kamu siapa?" tanya Ay pada Mitha saat bocah perempuan itu sudah datang menghampiri


"Mitha, panggil aku Tata" jawabnya sambil mengulurkan tangannya.


"Oh, namanya cantik, kaya orangnya, haha" kekeh Air yang langsung meraih tangan Mitha.


"Kakak kembar ya, kok sama?" tanya Mitha polos menatap si kembar secara bergantian.


"Iya, aku Air dan ini adikku Bumi. Cara bedain kita ya tentu aku paling ganteng karna aku lahir duluan jadi gantengnya banyakan aku dan Bumi cuma dapet sisa" sahutnya panjang lebar sampai membuat gadis kecil yang berumur kurang lebih tiga tahun itu melongo tak mengerti.


"Jangan di denger, ayok main sama kakak" ajak Bumi pada Mitha, kini keduanya pun berlalu meninggalkan Air yang berdiri di dekat ayunan.


"Ooooy, tunggu!" teriak Air pada dua orang yang berjalan lebih dulu.


.


.


.


Ameera hanya mengaduk-aduk ice creamnya yang sudah lumer, tak ada lagi rasa dingin pada makanan tersebut membuat Ameera tak berselera untuk menghabiskannya.


"kamu mau makan sesuatu?" tanya Ricko membuyarkan lamunan gadis berambut pirang itu.


"Enggak, aku gak mau apa-apa" sahutnya dengan menggelengkan kepalanya.


Obrolan kecil mereka bicarakan sambil menunggu anak-anak puas bermain, banyak yang Ricko tanyakan dari hal kuliah sampai kekasih hati Ameera, gadis itu hanya tertawa sumbang saat pria disisinya itu tak percaya kalau seumur hidupnya belum pernah berpacaran.

__ADS_1


"Kamu memang terlihat polos, hanya pria bodoh yang menyia-nyiakan wanita cantik sepertimu" ucap Ricko pada Ameera..


Ya.. dan Kamulah pria bodoh itu, Andai kamu tak beristri mungkin saat ini aku sudah melambaikan tangan agar kamu melihatku.. bathinnya dalam hati.


.


.


.


Ricko kembali tersenyum, rasanya ia tahu jika gadis di sampingnya itu sedang berbicara dalam hati.


Namun senyuman itu pudar saat dering telepon lagi lagi membuyarkan lamunan Ameera.


"Maaf, aku angkat telepon dulu".


Entah apa yang di bicarakan Ricko pada orang di sebrang sana, dari apa yang di dengarnya mungkin itu mengenai pekerjaan semata, Ameera menangkap satu sikap yang sama persis dengan kakaknya.


Tipe pasangan yang terbuka, melakukan hal apapun tetap di sisi pasangannya.


"Aku ke anak-anak sebentar ya" pamit Ameera dengan suara pelan.


Ameera berjalan santai menuju Playground tempat dimana tiga bocah keturunan konglomerat itu asik bermain.


"Aunty" teriak Ay dari atas perosotan.


"Iya kak, awas jatuh"


Ameera yang nampak ngeri meminta Ay untuk cepat turun.


"Tante..." Ia langsung menoleh saat punggungnya ada yang menyentuh.


"Iya sayang" Sahut Ameera.


"Ayo main"? ajak Mitha pada Ameera, Putri kecil Ricko itu langsung menarik tangan Ameera, bagai terhipnotis gadis pirang itu hanya menurut saja.


Air dan Bumi terus saja bermain begitupun dengan Mitha, Ameera duduk didepan Mitha namun matanya tak lepas dari Daddy nya yang belum selesai menerima panggilan telepon, wajah serius Ricko terlihat begitu berwibawa, dan entah kenapa jiwa jahil Ameera pun tiba-tiba muncul.


"Tata, Tante boleh minta tolong gak?" pinta Ameera pada Mitha yang sedang fokus menyusun puzzle.


"Tante mau minta tolong apa?"

__ADS_1


"Coba deh, sini bisikin sesuatu di telinga Tante" Ameera terkekeh saat semakin mendekat ke arah Mitha.


"Apa sih?" Puteri kecil itu mulai penasaran


"Bilang, Mommy" ujarnya sambil mengeja.


Mitha mengernyitkan dahinya, melihat Ameera dengan kebingungan.


"Ayo bisikin sini" Ameera mendekatkan telinganya kepada Mitha lagi.


"Mommy... mommy..."


Ameera bertepuk tangan kecil, rona bahagia terlihat dari wajahnya senyum lebar ia berikan pada Mitha sambil memeluknya.


"Terimakasih sayang" ucapnya setelah mencium kening Mitha, yang tanpa ia sadari sepasang sorot mata terus memperhatikan kedua nya.


"Tapi nanti jangan bilang Tante mommy ya kalo di depan Daddy!" kekeh Ameera.


"Iya, mommy!"


.


.


.


.


.


"Ya ampun.. sweet Banget kan! kalo gini sih buy one get one juga gue ikhlas Ridha dunia akhirat"


🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥***


Duh, nih anak cari penyakit aja dah..


Segala ngarep di panggil mommy!!


Panggil Emak aja, Ta... 😂😂😂😂


Like komen nya yuk ramai kan..

__ADS_1


__ADS_2