Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]

Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]
bab 134


__ADS_3

❣️❣️❣️❣️❣️


Getar ponsel dalam tas Melisa membuyarkan lamunannya yang sedang menunggu si kembar keluar dari dalam kelasnya.


" Hallo, dek" jawab Melisa santai namun raut wajahnya berubah panik setelah mendengar isak tangis.


"Kamu kenapa?" tanyanya lagi yang bingung karna Ameera tak menjawab sapaannya.


"Kakak dimana?"


"Di sekolah si kembar, Ada apa sih, dek?" Melisa yang panik reflek berdiri.


"Cepetan kerumah, kakak sama Ricko lagi berantem" jelas Meera pada kakak iparnya itu


Ricko.


"Ada Ricko dirumah, ngapain?" tanya Melisa semakin bingung dan penasaran.


"Kakak cepetan dateng kesini, bawa kak Reza pulang sana" Melisa mengernyitkan dahinya, ada hubungan apa antara Reza, Meera dan Ricko.


"Ok, kakak kesana sekarang, tapi kakak mau hubungi Justin dulu buat ajak anak-anak main keluar"


Melisa mematikan sambungan teleponnya bersama Ameera, otaknya terus berfikir tentang kejadian apa yang saat ini ada dirumah mertuanya.


"Mau apa Ricko kesana?, apa ini urusan pekerjaan tapi kenapa Meera sampai menangis?" gumam ibu tiga anak itu.


Ia kembali meraih ponselnya, mencari nama Justin di sana, kemudian meminta pemuda tampan itu menggantikannya menjemput sikembar karna ia akan datang kerumah mertuanya tanpa anak-anak.


Usai mengirim pesan dan mendapat balasan dari Justin yang mengiyakan permintaannya kini ia bergegas kembali kedalam mobil.


"Mang Udin, kita kerumah mama ya sekarang" titah Melisa pada supir pribadinya.


"Loh gak nunggu anak-anak, Bu?" tanya mang Udin pada ibu majikannya karna waktu keluar kelas tinggal lima belas menit lagi.


"Aku udah minta Justin yang jemput"


Mang Udin langsung menyalakan mesin mobilnya, kemudian membawa nyonya mudanya itu kerumah Tuan besar Rahardian.

__ADS_1


Rasa cemas dan khawatir menyelimuti hati Melisa selama perjalan kerumah mertuanya yang memang tak begitu jauh dari sekolah si kembar.


"Makasih ya, Mang" ucap Melisa pada supirnya.


"Sama-sama, Bu"


Wanita cantik dengan tubuh semampai itu langsung masuk kedalam rumah mewah yang terbuka lebar pintu utamanya, hal yang jarang terjadi jika bukan pada pagi hari.


.


.


"Assalamualaikum"


Ketiga pria yang sedang duduk dengan wajah datar itu langsung menoleh kearahnya yang masih berdiri di ambang pintu, sadar dengan tatapan tajam suaminya ia pun hanya bisa menelan Salivanya kuat-kuat.


Langkah kakinya lebih dulu menuju papa yang sudah tersenyum sedari tadi padanya, senyum hangat seorang ayah yang tak pernah menganggap nya sebagai menantu.


"Pah, sehat" sapa Melisa.


Reza yang menyadari tatapan Ricko pada Istrinya langsung bangkit dari duduk menghampiri pria itu dengan wajah kesal.


"Tutup mata Lo, atau colok pare garpu" ancam Reza lagi tak main-main, langkanya langsung dihentikan Melissa yang langsung menarik tangan sang suami.


"Cih" desis Ricko dengan senyum menyeringai membuat Reza semakin panas dan marah.


"Gue bilang merem!, gak usah Lo liat liat bini gue" teriak Reza tak suka saat istri tercintanya di tatap oleh pria lain.


"Dia ada depan mata gue, Za"


"Ya udah merem!" sentaknya lagi.


Papa yang melihat pertengkaran Reza dan Ricko hanya bisa memijit pelipisnya yang sedikit berdenyut pusing.


"Mas, udah dong Kenapa sih" rayu Melisa.


"Dia liatin kamu, Ra" oceh suaminya.

__ADS_1


Melisa menarik nafasnya dalam-dalam, beruntung ia tak membawa ketiga anak-anaknya kemari, ia hanya tak ingin si kembar melihat tingkah konyol papa nya yang seringkali marah tanpa sebab yang jelas pada Ricko.


"Cukup, Mas. Kita pulang yuk aku ada kejutan buatmu" bisik Melisa di telinga sang suami.


"Kejutan apa?" tanya Reza, ia mulai mengecil kan suaranya tak seperti tadi yang meledak ledak.


Melisa tersenyum lalu berbisik.


.


.


.


.


.


.


.


.


" Aku punya lingerie baru, mau liat gak?"


💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕


Sip 👍👍👍


Seret tuh gajah ke hutan belantara ya, Ra.


biarin dia mah anteng ngubek ngubek goa sama mendaki gunung, gak usah ribet ngurusin orang 😂😂😂


bener gak ???


like komen nya yuk ramai kan ♥️♥️

__ADS_1


__ADS_2