Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]

Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]
bab 158


__ADS_3

🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Air..


Bocah delapan tahun itu sedang merengut kesal karna ia kini di jaga oleh dua encus sekaligus, sikap aktif dan cerobohnya membuat semua orang khawatir dan takut akan ada hal heboh terjadi pada saat lamaran nanti malam.



"Eh ganteng, nanti diem diem ya" pesan Ameera saat melihat keponakannya itu duduk sambil memperhatikan adik dari papanya sedang di rias.


"Aku diem kok" protesnya pada sang Aunty.


"Awas tabrak tabrak barang"


"Barang yang tabrak kakak!" dengus si sulung kesal, lalu bangkit dari duduknya berlari menuju kedua adiknya yang sedang asik memakan buah strawberry.


.


.


PRAAAAANG...


Satu Gucci kecil yang sudah empat tahun berdiri di tempanya pun pecah terkena senggolannya.


Ameera hanya tertawa kecil saat mendengar keributan kecil di luar kamarnya.


"Tuh badan si kakak, ada apanya ya?" gumam Meera yang kadang tak habis pikir.


.


.


Lain hal dikamar sang kakak.


Sepasang suami istri itu pun kini tengah sibuk mempersiapkan segalanya, Reza yang sedari tadi duduk sofa hanya diam memperhatikan sang istri sibuk menyiapkan bajunya dan baju empat anaknya.


Langit, Air , Bumi dan Cahaya.


"Aku beneran gak boleh keluar?" tanya Melisa lagi.

__ADS_1


"Hem..diem dikamar" jawab Reza masih dengan keputusan awal.


"Kamu masih belum percaya?"


Pria tampan itu menggelengkan kepalanya, Melisa yang melihatnya pun hanya bisa membuang nafas kasar.


"Rasa takutmu tak beralasan!" sentak Melisa kesal.


******


Tiga mobil mewah kini sudah terparkir di garasi kediaman keluarga Rahardian, itu pertanda jika keluarga Pradipta sudah siap dengan niatnya datang untuk melamar.


Pintu utama rumah megah yang terbuka lebar seakan menyadarkan Ricko jika hubungannya kini sudah satu langkah lebih maju, perjuangannya mempertahankan Ameera tak sia-sia sedari ia masih berstatuskan seorang suami hingga sekarang menjadi duda.


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh


Kalimat salam yang.di ucapkan secara serentak oleh keluarga Pradipta saat semuanya sudah berada di ambang pintu.


Waalaikum salam warahmatullahi wabarakatuh


Kalimat jawaban pun di suarakan oleh pihak keluarga Rahardian secara bersamaan dengan senyum mengembang siap menerima kedatangan mereka.


Dua keluarga dari kalangan terhormat itu saling menyapa dengan begitu hangatnya.


"Mari silahkan duduk" ujar papa mempersilahkan para ditamu yang datang.


"Terimakasih pak Wisnu, kedatangan kami sungguh di sambut dengan sangat baik" jawab papa Ricko.


Tak pernah sedikitpun terbersit dalam pikirannya hari akan terjadi, dimana anak semata wayangnya itu akan bersanding dengan putri bungsu keluarga konglomerat dengan kekayaan yang luar biasa.


"Niat baik harus di terima dengan baik, bukan begitu?" jawab papa dengan begitu sopannya seperti biasa.


Kini dua belah pihak keluarga sudah duduk berkumpul di ruang tamu termasuk Reza namun tidak dengan Melisa, ia masih dengan tegas mengurung sang istri di dalam kamarnya.


"Maksud kedatangan kami tentu kemari tidak lain hanya untuk mengantar putra saya, Ricko melamar putri anda tuan Wisnu yaitu Ameera untuk di persunting dalam waktu dekat ini."


"Sekiranya Tuan berkenan, tentu kami sangat bahagia"


Papa hanya bisa melempar senyum, bayangan Ameera bayi malah terlintas begitu saja dalam benaknya, Ternyata waktu begitu cepat berlalu..

__ADS_1


"Tentu, kami sangat berkenan dengan kedatangan keluarga Pradipta kemari dengan niat dan maksud yang baik"


"Tapi kami hanya sebagai orang tua tentu hanya bisa menyetujui karna semua yang memutuskan menerima atau tidaknya adalah putri kami, Ameera" jawab papa.


Kini semua mata tertuju pada gadis cantik yang kini duduk bersebelahan dengan mama, tangannya terasa dingin dengan pandangan masih sedikit menunduk karna sedang menikmati detak jantungnya yang tak karuan saat ini.


"Bagiamana, Ameera?" tanya papa Ricko memecah keheningan.


"Apa kamu bersedia menjadi istri dari putra saya dan ibu sambung bagi cucu saya?"


Gadis itu menghela nafas, ia mengangkat sedikit wajahnya kemudian menatap Pria tinggi tampan yang sedang duduk berdampingan dengan putri kecilnya.


"Aku bersedia. Aku siap menjadi istri untuk Ricko dan ibu untuk Mitha" jawab Ameera dengan yakin.


.


.


.


.


.


.


.


.


Yes... kawin!!!!


🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉


Huaaaaaa....


Bikin part belah duren ala-ala duda kumaha nyah 😂


gurusak gurusuk kayanya 🤭🤭🤭🤭

__ADS_1


Karna gak sabar 😋😋😋


Like komen nya yuk ramai kan ♥️


__ADS_2