Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]

Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]
bab 44


__ADS_3

❣️❣️❣️


" Dia terus menerus memanggil kata ....Mommy!"


Ricko terdiam, ia mencoba mencerna apa yang baru di katakan istrinya tadi.


"Aku kesana sekarang!" tanpa memberi penjelasan ia langsung meraih kunci mobil dan jaket kemudian berlari keluar kamar apartemennya.


Sampai di mobil ia langsung melajukan kereta besi itu dengan kecepatan tinggi, karna waktu menjelang subuh tak nampak banyak kendaraan yang menghalangi jalannya menuju rumah.


.


.


.


BRAAAAKKK


Pria tinggi itu membuka pintu kamar anaknya di lantai dua dengan keras setelah menaiki tangga dengan sangat tergesa.


"Tata..." pekiknya dengan sangat khawatir.


"Daddy!!!" bocah cantik itu merengek meminta di gendong.


"sayang nya Daddy, kenapa?" tanyanya sambil meraih tubuh demam anaknya, wajahnya terlihat pucat dengan bibir yang kering.


Sosok ayah siaga itu menggendong putri kecilnya sambil terus mengusap punggungnya, Mitha menenggelamkan kepalanya di ceruk leher Ricko.


"Bobo ya sayang"


"Tata mau Tante mommy" rengeknya manja dengan mata berkaca-kaca.


Ricko dan Bunga saling pandang, Bunga sungguh sangat tak mengerti dengan apa yang di inginkan buah hatinya disaat dalam keadaan demam.

__ADS_1


Ricko tak berani buka suara, ia bersikap tak tahu apa-apa di hadapan istrinya.


"Tata bobo ya, masih malem" titah Ricko lagi agar Mitha mau di baringkan.


"Tapi besok harus ketemu Tante mommy ya"


Bunga mencoba meraih tubuh anaknya, namun Mitha segera menepis tangan mamanya.


"Mau bobo sama Daddy"


Ricko memberi kode pada istrinya dengan anggukan kepala, Bunga yang terlanjur kesal akhirnya keluar dari kamar anaknya.


Setelah wanita berbadan dua itu menghilang dari balik pintu, Ricko segara membaringkan tubuh mungil putri kecilnya di tengah kasur tanpa bertanya lagi


"Tata mau apa?" tanya Ricko saat keadaan sekitar sudah aman untuk ia bicara berdua dengan Mitha.


"Tante mommy janji mau main lagi sama Tata, mau makan sama Tata" jawaban air mata siap lolos ke pipinya.


"Kan tadi baru ketemu, masa mau ketemu lagi" Rayu Ricko agar anaknya mau mengerti.


Ricko akhirnya menghela nafas panjang.


"Ok, besok Daddy akan bawa Tante mommy kesini, tapi Tata harus janji satu hal sama Daddy" pintanya mulai bernegoisasi.


"Apa?"


"Jangan panggil Tante mommy jika ada mama di dekat kamu, bagaimana?"


Si cantik bermata coklat itu mengangguk setuju, ada senyum di wajahnya yang kini tak lagi pucat.


Ricko membuang nafas kasar, ia bingung harus berbuat apa sedang kan ia sudah terlanjur berjanji.


Sambil menemani Mitha terlelap pikirannya ikut melayang pada sosok gadis berambut pirang, Ameera.

__ADS_1


No ponselnya pun aku tak punya.


bagaimana aku bisa membawanya demi Mitha?


Lalu bunga?


apa yang harus ku jelas padanya nanti?


seburuk buruknya aku menjadi suaminya setidaknya selama ini aku tak pernah main perempuan di belakangnya


Ricko mengusap wajahnya dengan kasar karna frustasi, Andai bisa di tukar tentu ia ingin rasanya mengganti permintaan anak kesayangannya itu.


Dirasa Mitha sudah kembali terlelap, Ricko dengan pelan turun dari ranjang, menyelimuti tubuh yang mulai berkeringat itu sampai batas perutnya.


.


.


"Sembuh ya sayang, jika memang dia di takdir kan menjadi mommy mu, esok pasti ada cara untuk Daddy membawanya kemari bermain bersamamu!"


Ricko mengucapkannya setelah ia mencium lama kening putri kecil kesayangannya.


.


.


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Perlu bantuan gak bang?


siap jadi team 69... eh salah 86 🤭🤭🤭


Buat jaga-jaga dari amukan gajah kalo tercyduk 😂

__ADS_1


Like komen nya yuk ramai kan ❤️


__ADS_2