Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]

Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]
bab 111


__ADS_3

❣️❣️❣️❣️


Pertemuannya dengan Ameera di lobby apartemen Reza ternyata menjadi pertemuan terlama diantara mereka akhir akhir ini, masalah terbakarnya dua tempat usaha sampingan Ricko menjadi awal kesibukannya, Jangankan untuk berkencan sebagai mana layaknya pasangan kekasih umumnya sekedar makan siang di sela-sela jam kerjanya pun sedikit sulit, tak jarang Ameera sampai tertidur saat menunggu pria berlesung pipi itu membalas pesannya.


"Lemes amat, non" goda Bella saat gadis pirang itu masuk kedalam apartemennya.


"Hem, ngantuk banget" jawabannya lesu yang langsung berbaring di sofa.


"Ngantuk bergadang bareng dia apa sebaliknya?"


Ameera menghela nafasnya kemudian membuang Secara kasar.


"Bergadang karna nunggu dia telepon gue, Bell"


Bella duduk di dekat kaki sahabatnya yang sedang meringkuk, matanya merah dengan lingkar mata sedikit hitam karena kurang tidur.


"Lo istirahat deh, gak usah kuliah ya. Lo tidur aja disini gue gak mau Lo sakit nanti gara-gara si Duda!" oceh Bella sedikit geram karna ini sudah berulang kali.


"Hem, iya gue tidur disini" gumamnya pelan dengan mata sudah terpejam.


Bella bangun dari duduknya, meraih tas dan keperluannya yang lain sambil mengumpat dalam hati, tak tega rasanya melihat sahabatnya yang baru merasakan jatuh cinta tapi harus sering menelan kekecewaan.


.

__ADS_1


.


.


DOOOORRRR


Bella mengusap dadanya karna terkejut saat pria bule yang masih mengejar Ameera menepuk bahunya.


"Mau apa sih Lo" sentaknya pada Leo.


"Galak amat, mana yayang gue?" tanyanya tak tahu malu.


"Dasar kecoa Buntet masih punya muka Lo, hah! nanyain Meera setelah Lo bohongin dia" Ingin rasanya Bella menelan hidup-hidup Leo saat ini juga.


"Maaf, gue gak maksud begitu , gue cuma...."


Kejadian minggu lalu masih membekas di otaknya saat Meera memenuhi keinginan bule brengsek itu untuk bertemu, ancaman demi ancaman membuat yang ia terima membuat Ameera jengah dan akhirnya menyetujui pertemuan yang di rencanakan Leo.


Ameera yang datang sendiri kesebuah restauran mewah ternyata di jebak oleh Leo, ia memperkenalkan Ameera pada seluruh keluarganya jika mereka adalah sepasang kekasih dan akan segera menikah, orang-orang yang tau siapa Ameera tentu bersorak bangga pada pria itu karna bisa menaklukkan hati seorang gadis dari kalangan tak biasa.


Ameera sampai dua kali menampar Leo karna rasa kecewanya, kecewa karna di bohongin tentang ancaman ia akan menikahi pembantunya dan juga merasa di bodohi saat ia di perkenalkan sebagai calo istri Leo.


Semenjak kejadian itu, Ameera sudah tak ingin lagi melihat tampang si bule brengsek, Rasa kecewa memang lebih sakit daripada kejahatan apapun.

__ADS_1


.


.


****


Ricko mendesah kesal sampai ia memukul stir mobilnya sendiri saat kemacetan ibu kota selalu saja menghambat laju kendaraannya padahal ia sudah sangat terlambat datang ke acara meeting pagi ini.


Ia berkali kali melirik ke jam yang melingkar di pergelangan tangannya sambil terus mengumpat kesal.


Mommy...


Ucapnya lirih saat ia melihat layar ponselnya untuk mengurangi rasa jenuh.


Ada tiga pesan yang di kirim kekasih hatinya itu yang belum sempat ia baca.


Satu persatu ia membacanya bahkan sampai mengulangnya, senyum tersungging di ujung bibirnya manakala ia melihat foto Ameera yang ia simpan.


[ Maaf, semalam aku tak sempat menelpon mu]


Belum juga balasan pesannya terkirim bunyi klakson pengendara lainnya membuat ia tersentak kaget..


Ricko meneruskan perjalannya menuju tempat dimana semua kolega bisnisnya sedang menunggu.

__ADS_1


Sampai disana iapun langsung memulai rapatnya.



__ADS_2