![Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]](https://asset.asean.biz.id/duda-impian--musuh-kakak-kesayangan-.webp)
❣️❣️❣️❣️
Mobil Ameera berhenti di area parkiran apartemen Bella yang tak jauh dari kampusnya, selama perjalanan ia terus mengumpat wanita yang mencoba menggoda kekasihnya, tak bisa ia bayangkan jika Ricko termakan rayuan ****** berkedok sekertaris itu
Hatinya mulai khawatir, tak ia pungkiri Ricko pasti menginginkannya.
Pria itu laki-laki normal yang butuh tempat pelepasan, Ia memang tak pernah meminta apapun dari Meera cukup mencium seluruh wajah gadis itu tapi tidak dengan bibirnya, hal sejauh yang pernah Ricko lakukan menjelajahi ceruk leher Meera namun tidak sampai meninggal kan bekas, ia hanya bermain-main dengan hidungnya, meski setelahnya ia akan pusing tujuh keliling dan merajuk manja tak jelas pada Meera dan Ameera akan berlaga seperti orang bodoh yang tak mengerti walau ia paham karma biasanya suara dan tatapan mata Ricko akan berbeda dari sebelumnya.
.
.
.
"Gue kira gak jadi?" tanya Bella saat membuka pintu.
"Jadilah, gue males pulang" ucapnya dengan nada kesal sampai Bella harus mengernyitkan dahinya bingung
"kenapa?, biasanya ketemu sama Duda suka happy!" ledek Bella karna raut Meera benar-benar berbeda belum lagi sisa kebasahan di kedua matanya masih sangat jelas terlihat.
"Berantem?" tanya gadis berponi itu sambil berjalan di belakang sahabatnya.
"Hem, iya!" sahut Meera dengan memasang wajah menyedihkan.
"Kasian de loh!" Alih-alih menghibur, Bella malah justru mencebikkan bibirnya ke arah Ameera membuat Gadis itu akhirnya melempar tutup botol kearah Bella.
"Jahat banget deh, Lo gak kasihan sama gue?"
"Enggak!" jawab Bella yang berlari ke kamarnya karna takut Meera melemparnya lagi.
Ameera mendengus kesal, kemudian mendudukkan bokongnya di salah satu kursi meja makan.
memainkan gelas bekas ia minum air putih tadi.
__ADS_1
Bikin rencana apa ya?, gemes banget sumpah!
Di sela-sela lamunannya, ia tersentak saat ponselnya bergetar di atas meja ada nama sang kekasih disana.
"Iya, Dadd" sapa Meera.
"Udah sampe kan, sayang?" tanya Ricko di sebrang sana
"Udah, baru sampe, kamu?" Meera balik bertanya.
"Aku juga, aku mau mandi dulu ya. Nanti aku telepon lagi"
"Ya, Dadd"
Meera memutuskan sambungan teleponnya, bangun dari duduk kemudian melangkah menuju kamar mandi yang memang berada di luar kamar utama.
.
.
.
"Besok Lo ikut gue yuk" aja Meera pada Bella.
"Kemana?" tanya Bella tanpa menoleh, matanya masih fokus pada layar benda pipih yang ia pegang sedari tadi.
"Ikut aja, dan jangan banyak tanya!"
"Dih, aneh!" sungut Bella, Gadis itu menatap bingung sahabatnya yang melamun melihat Langit langit kamarnya.
"Lo ada masalah?" tanya Bella yang mulai penasaran.
"Gak ada!" Jawab Meera singkat, tak ada niatan dalam hatinya untuk bercerita pada Bella, karna menurutnya ini adalah aib sang kekasih.
__ADS_1
"Tumben maen rahasia-rahasia an ma gue" sindir Bella sambil memukul wajah Ameera dengan bantal.
"Gak ada, Bell... gue cuma mau Lo besok anter gue ke suatu tempat" pintanya lagi pada sahabatnya.
" Kemana?"
" Gak tau, gue lagi nunggu Daddy bales chat gue dulu"
TRIIIIING..
Ameera tersenyum lebar saat ia melihat pesan dari Ricko yang baru saja pria itu kirim padanya, tanpa menunggu lagi ia langsung membuka dan membacanya isi pesannya.
.
.
.
.
.
.
Restauran Nusa indah jam sebelas siang!!
🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉
Mau di apain Meer 🙄🙄🙄
Ok lah besok kan berantemnya 😪😪😪
sekarang Atur strategi dulu ya 🤣🤣🤣
__ADS_1
Like komen nya yuk ramai kan