Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]

Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]
bab 56


__ADS_3

❣️❣️❣️❣️


"Wait?"


"Apa?"


"Mommy?"


"Daddy?"


"Kalian......????????"


.


.


.


GUBRAK..


Ameera tentu langsung berteriak melihat sahabatnya kembali tergeletak di lantai tak sadarkan diri, Ricko juga segera bangun dari duduknya namun di cegah oleh si pirang.


"Eh, kamu mau apa?"


"Itu temen kamu pingsan, mom!" seru Ricko yang terlihat panik.


"Diem disitu, Jangan macem-macem" ancamnya pada Ricko.


"Nih pegang mangkoknya" Tambahnya lagi sambil menyerahkan mangkuk kotor pada pria itu


Ameera tak langsung mendekati Bella, ia lebih dulu ke kamar mengambil minyak kayu putih untuk di oleskan di bawah hidung Sahabatnya nanti.


"Bell, bangun woy!" Ameera mengguncang bahu Bella yang Kepalanya sudah ada di atas pahanya itu


"Mom, coba olesin lagi di pelipisnya" titah Ricko, kini ia juga ikut berjongkok di sisi Bella.


"Lo mau bangun, apa Lo telen nie minyak angin satu botol penuh?" ancam Ameera tak main-main.


Satu.. dua.. tiga..empat.. Lima.. enam.


Gadis dengan poni rata di kening nya itu pun akhirnya bangun dan membuka matanya, membuat Ricko bernafas lega dan tersenyum.


"Kenapa senyum-senyum?, gak lagi niat ngasih nafas buatan kan?" tanya Ameera dengan sorot mata tajam.


"Kalo kamu izinin ya aku kasih!" jawab Ricko santai menahan tawa.

__ADS_1


"STOP!!" teriak Bella.


Ameera dan Ricko pun akhirnya terdiam.


"Kalian lagi main drama apa sih?, gak lucu deh pake sebut mommy Daddy gitu, ya ampun!!" pekik Bella dengan menaikan satu oktaf nada suaranya.


"Kita gak mau drama apa-apa" sahut Ricko.


Bella langsung berdiri meletakkan kedua tangannya di pinggang dengan pandangan menyelidik pada dua orang di depannya itu.


"Kalian belom nyicil bikin baby kan?"


Ameera dan Ricko saling pandang sejenak kemudian tertawa terbahak-bahak bahkan gadis pirang itu sampai memukuli Ricko tanpa ampun.


"Haaaaaaaaa.... lucu banget sih Lo Bell"


"Gue serius, Lo belom di apa-apain kan sama nie laki orang?" mata Bella bagai elang saat melirik Ricko.


Ricko yang merasa sebagai terdakwa hanya menunduk mengusap tengkuknya.


"Aaaaaaaaaa.... Meer!!!!"


"Semalem kan gue udah bilang jangan macem-macem, Nanti Lo kena azab. Kita belom lulus kuliah!"


" Kalo Lo hamil terus gak kuliah nanti gue nyontek sama siapa?"


"Lo enak enak sendiri sama tuh laki tapi gak mikirin gue Meer, Lo anggap gue apa?"


"Huaaaaaaaaaa... hiks..hiks..!!!"


Bella terus saja menangis masih memeluk Ameera, namun gadis itu malah tertawa lalu mendorong tubuh Bella.


"Lo ngomong apa sih?"


"Bawa bawa azab sama hamil segala!"


Ameera menghapus air mata Bella dengan ibu jarinya sambil tersenyum.


"Dia pria baik, gak mungkin macem-macem Sama gue, Iya kan, Dadd?" Ameera menoleh kearah Ricko.


"Ya ampun, gue pengen muntah dengernya"


Bella bangkit dari duduknya berlari ke kamar mandi meninggalkan Ameera dan Ricko yang tertawa.


"Temen kamu Lucu, masih ada gak ya yang kaya gitu?"

__ADS_1


"Buat apa?, emang aku gak cukup?" tanya Ameera sudah memanyunkan bibirnya.


"Hahaha, enggak, aku butuh buat bikin Si ucrit ketawa"


"Siapa ucrit?" Ameera mengernyitkan dahinya.


"Kura-kura peliharaannya Mitha" kekeh Ricko.


Lagi, Ameera memukul Ricko!


"Udah siang, kamu gak ke kantor?, kan janjinya cuma mau anterin aku sama sarapan bareng." ucap Ameera setelah melihat jam yang menempel di dinding.


"Kamu sendiri gak kuliah?, kan ada kelas pagi"


Ameera menggeleng.


"Udah telat, gara gara drama gak jelas si Bella" jawab Ameera.


"Terus kamu mau kemana?, atau mau pulang?" tanya Ricko.


"Disini aja deh!"


"Ya udah, aku jga disini nemenin kamu ya?" pinta Ricko dengan senyum dan tatapan penuh harap.


.


.


.


.


" Aku pingsan, boleh?"


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁***


Modus...


pengen dikasih nafas buatan,🤧🤧🤧


Kakak adek sama aja 😪😪


Like komen nya yuk ramai kan


__ADS_1


__ADS_2