![Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]](https://asset.asean.biz.id/duda-impian--musuh-kakak-kesayangan-.webp)
❣️❣️❣️❣️
"Eh Lo tau gak?" Ucap Reza saat Ardi mengangkat teleponnya.
"Lo belom cerita, Mana gue tau!" jawab Ardi kesal.
Sahabatnya itu tak jarang berubah menjadi pria penggosip dadakan.
"Si keong laknat mau kawin!" seru Reza dengan gelak tawa kencangnya.
Ardi mengernyitkan dahinya, ia mencoba mencerna apa yang Reza Katakan padanya.
"Keong?, Ricko maksud Lo?" tanya Ardi mencoba menebak.
"Ya iyalah, masa ya iya dong, hahaha" gelak tawa kembali Ardi dengar dari Reza di sebrang sana.
"Kata siapa?, gue ketemu dia minggu lalu gak ada ngomong apa-apa" seru Ardi mencoba mengingat pertemanan terakhirnya dengan Ricko di sebuah parkiran hotel ternama Minggu lalu.
"Kemarin malem gue ketemu" sahut Reza
"Adu jotos gak lo?" kekeh Ardi yang sudah tau kelakuan Reza dan Ricko jika bertemu setelah saling melempar ejekan.
"Gak, soalnya ada orangtuanya, gini gini kan gue harus tetep terlihat imut dan baik hati di depan mereka"
__ADS_1
"Amit amit, Kaya bocah TK Lo berdua" dengus Ardi.
"Mau kawin sama siapa?, gue gak denger dia Deket sama cewe manapun" Ardi mulai kepo dan perghibahan pun terjadi.
"Kaya pernah liat, tapi lupa!" jawab Reza yang ia pun sepertinya samar-samar seakan pernah bertemu.
"Artis?, atau anak pengusaha?"
Reza terdiam sejenak, wajahnya sungguh tak pernah ia lihat saat ada acara pertemuan penting' kalangan pebisnis.
"Yang jelas bukan bini orang, kan?" ejek Ardi dengan terkekeh membuat Reza justru tertawa dengan lebar.
Betapa puasnya ia. kini Ricko akhirnya akan berhenti mengejar istrinya, bukan Reza tak tahu bahwa selama ini Ricko masih mencari informasi tentang Melisa.
Ricko sering bertanya kabar kepada Langit, ia tahu bocah itu adalah anak angkat kesayangan Melisa yang ikut dengan saat akhir pekan tiba.
"Kita tunggu aja undangannya!" ujar Reza dengan senyum di sudut bibirnya.
"Apa dia jodohin?" Gumam Ardi, ia masih tak percaya dengan kabar yang di berikan Reza.
"Kalo sampe iya dia di jodohin, berarti bener bener dah tuh si keong laknat gak ada kreatifnya, masa iya kawin aja harus ngikut kaya gue yang dijodohin secara mendadak"
Ardi dan Reza terdiam sejenak, waktu yang di katakan Ricko pun tentang hari pernikahannya sudah sangat membuat keduanya penasaran.
__ADS_1
Perbincangan berakhir Reza langsung menutup telepon nya, dilihatnya waktu hampir sore kini saatnya ia kembali kerumahnya, menemui anak dan istri tercinta yang tak bisa di raih oleh Ricko, Musuhnya.
*****
"Kita akan menikah, tapi dengan satu syarat!"
Bunga mendongakan wajahnya yang sedari tadi menunduk memainkan jari-jarinya di atas pangkuan.
"Apa?" tanyanya pelan penuh rasa penasaran.
"Jangan terlalu banyak mencampuri hidupku" jawab Ricko dengan mencondongkan tubuhnya.
"Jangan banyak bertanya aku dimana dan dengan siapa"
"Aku bebas pulang kemanapun yang ku mau"
"Aku akan melakukan hak kewajiban ku sebagai suami, tapi aku tak kan menuntut banyak hal darimu sebagai istri"
"Baik, kak"
Tak ada pilihan lain yang bisa Bunga lakukan, di tambah kini justru kedua orangtuanya sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit saat mendengar kabar jika mama Ricko terkena Serangan jantung.
Di usia yang belum genap dua puluh tahun ia harus siap menjadi nyonya Ricko Pradipta.
__ADS_1