Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]

Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]
bab 108


__ADS_3

,❣️❣️❣️❣️


"Dad, pacaran sekarang yuk.."


Tanpa basa basi Ameera langsung mengatakan hal itu di telinga Ricko, pria yang tadi sempat terkejut langsung mengulum senyum ia sudah hafal dengan harum tubuh gadis pirangnya.


"Gak jadi pacarannya" kata Ricko yang masih di peluk dari belakang oleh Ameera


"Kenapa?"


"Aku mau langsung nikahin kamu aja, boleh?"


Ricko meringis saat perutnya justru di cubit oleh Meera, gadis itu masih menyandarkan kepalanya di punggung Ricko.


"Aku maunya pacaran!"


"Pacaran gak halal, gak bisa ngapa-ngapain" kata Ricko sambil mengusap tangan Meera yang semakin erat memeluknya.


"Aku kan gak pernah pacaran, Dadd" gumamnya pelan.


Ricko harus extara sabar membiarkan keduanya dalam posisi seperti ini, karena ia merasakan Ameera sedang sangat menikmati pelukannya, meski sejujurnya justru Ricko ingin memutar tubuhnya.


"Pacaran setelah nikah kan bisa!" ucap Ricko saat Ameera mulai mengurai pelukannya.


Kini keduanya saling berhadapan, Ricko menangkup wajah Ameera yang seharian ini tak di beri kabar olehnya.


"Aku mau pacaran kaya orang-orang, Dadd" rengeknya manja membuat Ricko akhirnya menarik tubuh langsing itu kedalam dekapannya.


"Ya udah, kita pacaran sekarang atau nunggu besok nih" goda Ricko sambil terkekeh menyindir Ameera yang kemarin malam menunda jawabannya.

__ADS_1


"Kan aku udah bilang, sekarang pacaran!"


"Hahaha, iya sayang"


Ricko mencium pucuk kepala Ameera, mendekap tubuh itu semakin erat. Malam ini malam paling bahagia baginya rasa lelah seakan hilang begitu saja saat mendengar suara gadis pirangnya, masalah yang menumpuk hari ini pun bisa ia lupakan sejenak saat menghirup bau harum tubuh Ameera.


"Aku mencintaimu" bathin Ricko, ia sedang benar-benar merasakan jatuh cinta yang luar biasa.


"Eh iya, kok kamu tau aku disini?" Meera mendongakan wajahnya.


"Apa yang aku gak tau sih, Mom" sahut Ricko, ia memainkan hidungnya dengan hidung Ameera membuat gadis itu salah tingkah sampai meremat ujung jaket yang dikenakan pacarnya itu.


"Kamu alasan apa saat menemui ku saat ini?" tanya Ricko, ia mencoba mengalihkan fokusnya saat ia merasa ada yang tak beres dalam tubuhnya.


"Aku bilang mau ketemu Abang kurir paket" jawab pelan Meera sambil menunduk.


"Hei, kamu bilang aku kurir?" seru Ricko yang tak percaya dengan apa yang dikatakan Ameera, dan gadis itu hanya mengangguk karna saat itu ia ingat pembicaraannya dengan Reza di dalam mobil saat pagi tadi.


"Haha, terus Abang bawanya apa?" kekeh Ameera yang langsung melayani candaan pria itu.


" Abang bawanya cinta juga Kasih sayang yang di kemas dalam sebuah kata kesetiaan."


"Gombal..." desis Ameera, ia membuang pandangannya untuk menutupi wajah malunya.


"Kok gombal sih, kan aku lagi serius"


"Ya, aku terima paketnya sini aku tanda tanganin dulu"


Riko menyodorkan pipi kanannya pada Meera, ia yang bingung hanya diam.

__ADS_1


"Tanda tangannya di ganti cium aja ya" pinta Ricko, ia menunjuk pipinya dengan jari telunjuk.


"Wah, Abang kurir yang satu ini mesum ya" Ameera tergelak.


Cup...


Bibir mungilnya sudah mendarat sebentar di pipi yang memiliki lesung itu.


"Makasih ya"


Ameera hanya mengangguk sambil tersenyum, ia baru merasakan indahnya memiliki kekasih sungguhan.


.


.


.


.


.


"Aku boleh ketemu keluarga mu sekarang?


💕💕💕💕💕💕💕💕💕


Gaskeun Bang... 😝😝😝😝😝😝


Kita tim nyimak aja dari sini..

__ADS_1


Like komen nya yuk ramai kan


__ADS_2