Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]

Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]
Bab 152


__ADS_3

❣️❣️❣️❣️❣️


Aku tak kan meminta maaf darimu..


Tapi aku akan meminta kamu menjadi istriku, ibu sambung dari anakku, Mitha.


Dan dihadapan makam istriku..


Maukah kamu menikah denganku?


Ameera yang terharu malah menggelangkan kepalanya sambil terisak pelan, meski bukan yang pertama kalinya Ricko mengatakan hal itu, namun tetap saja membuat Meera selalu bahagia.


"kenapa?, kamu menolak ku?" tanya Ricko.


Meera mengangguk kan kepalanya dengan cepat.


"Tentu aku menolakmu!!!" jawabnya ketus.


"Kenapa?, apa kamu tak lagi mencintaiku?, apa ada pria lain selain aku?" Ricko mulai meninggikan nada bicaranya, ia belum siap jika hal itu benar terjadi.


"Kenapa menolakku, Mom!" sentak Ricko sambil mengguncang bahu Meera, matanya mulai memerah menahan tangis dan kilatan emosi


.


.


"Aku menolak mengatakan Tidak."


Ricko langsung menarik tubuh langsing Meera saat mendengar ucapan gadis itu, ia bernafas lega karna Meera hanya menggodanya.

__ADS_1


"Aku mencintaimu" bisik Ricko.


"Aku Lebih mencintaimu, Dadd" balas Meera dengan nada kesal tapi malah semakin mengeratkan pelukannya.


"Apa kabarmu tanpa aku?" tanya Ricko.


"Kamu pikir aku akan baik-baik saja!" sentak Meera, ingin rasanya ia menggigit kembali tubuh pria yang sedang amat ia rindukan itu.


"Aku berharap begitu, ada atau tak adanya aku, kamu akan selalu baik, selalu sehat dan selalu cantik" ujar Ricko sambil mencium pucuk kepala gadisnya.


"Aku baru keluar dari rumah sakit, aku tak sadarkan diri beberapa waktu lalu. Terlalu banyak yang kupikirkan membuat kesehatanku menurun, terlebih saat tak adanya kabar darimu!" ucapnya kesal.


"Maaf. Aku terlalu egois yang hanya memikirkan diriku sendiri. Aku janji tak kan meninggalkanmu lagi"


Ricko mengurai pelukannya, ia menangkup wajah yang masih terlihat sedikit pucat dengan rambut sedikit berantakan karna terpaan angin yang lumayan kencang.


"Aku akan membahagiakanmu setelah ini, tak kan ku lewatkan satu haripun tanpa memberi kabar padamu, Mom" ucap pria berlesung pipi itu.


"Aku merindukannya, Dadd" lirih Meera saat mengingat gadis kecil yang selalu manja padanya.


Renggangnya hubungan ia dan Ricko berdampak pula pada Mitha yang Sulit ia temui Karna Meera tak pernah berani datang kerumah pria itu jika tak bersama Ricko.


"Tata pun pasti merindukanmu, beberapa kali ia merengek memohon bertemu denganmu" ucap Ricko penuh sesal.


"Dan kamu tak membawanya padaku?, kamu membiarkan aku dan Mitha saling merindu!" dengusnya kesal.


"Maaf, sayang. Aku hanya ingin Mitha bisa sedikit saja tanpamu meski hasilnya nihil. Ternyata ia tak hentinya menanyakanmu padaku"


Meera tertawa saat melihat raut wajah kesal Pria di hadapannya itu, Sekuat apapun ia memisahkan Meera dan Mitha nyatanya tak pernah bisa.

__ADS_1


"Kalian itu jodohku, dan kalian juga sudah satu paket komplit" kekeh Ameera sambil menusuk pipi Ricko yang tersenyum, terlihat jelas lesung pipinya yang sangat menggoda yang mampu membuat Meera menjadi semakin gila mencintainya.


"Aku tahu itu, makanya aku kembali padamu dan berjanji tak kan meninggalkanmu lagi" ucap Ricko yang lalu mencium kening Meera dengan begitu lembut dan lama.


"Yakin?" goda Meera sambil mencibir kan bibirnya.


"Tentu sayang, aku yang teramat mencintaimu ini bisa apa tanpamu!" jelas Ricko yang langsung meraih kembali tubuh Meera kedalam dekapannya, kini mereka saling memeluk dengan erat.


.


.


.


EHEM...


.


.


.


"Siapa tuh, Dadd?"


🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥


Hayo loh!!!


Ada yang gangguin kan 🤭🤭🤭🤭

__ADS_1


Pacaran tuh makanya jangan di kuburan 😂😂😂


Like komen nya yuk ramai kan ♥️


__ADS_2