Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]

Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]
bab 109


__ADS_3

❣️❣️❣️❣️❣️


" Aku boleh bertemu keluarga mu sekarang?"


permintaan Ricko tentu membuat Ameera tersentak kaget, tak pernah sedikitpun terlintas dalam otaknya untuk mengenalkan pria itu di hadapan kedua orangtuanya meski sudah pasti mama dan papa sudah sangat mengenal baik sosok kekasihnya itu


"Ngapain?" tanyanya pura-pura tak mengerti.


"Aku mau minta izin macarin anak gadisnya yang cantiknya luar biasa ini" goda Ricko sambil mengelus pipi mulus Ameera


"Mama sama papa baru pulang dari luar negeri, aku rasa mereka gak akan siap, lain kali bagaimana?" Ameera menolak halus keinginan Ricko yang sungguh Sangat di luar dugaannya.


"Baiklah, tapi aku harap secepatnya"


Ameera hanya mengangguk kan kepalaya tanda paham.


"Ini kita mau disini aja?" tanya Ricko yang sepertinya baru sadar dengan keadaan sekitar.


"Terus kamu maunya apa?, Kita jalan jalan malem jum'atan!" kekeh Ameera.


"Hah.. malem Jum'at ya" kata Ricko sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Nanti aja deh malam Minggu ya" ajaknya kemudian.


"Sekarang aku pulang dulu, aku belum ketemu Mitha dirumah, aku langsung ke apartemen kemudian kemari"


"Iya kah? berikan salam ku untuknya ya , dan katakan jika aku merindukannya" ucap Meera.

__ADS_1


"Pasti sayang, aku pulang ya. Beri aku kabar jika kamu pulang nanti karna aku akan menelepon mu" kata Ricko sambil meraih tangan Ameera, di kecupannya punggung tangan itu berkali-kali.


"Ada apa?"


"Hei, aku belum puas mengobrol denganmu, lagi pula aku masih punya hutang penjelasan kenapa aku meninggalkanmu tadi pagi"


Ricko yang yang sudah menyiapkan berbagai alasan dan jawaban ternyata tak sama sekali mendapatkan pertanyaan, bahkan yang Ricko pikirkan gadis itu akan merajuk padanya namun nyatanya Ameera justru memberikan Ricko rasa nyaman di sela-sela rasa lelahnya.


"Oh, itu. Aku tak kan bertanya apa pun, aku akan menjadi pendengar yang baik untukmu" jawab Ameera.


"Ya ampun, ini manusia apa bidadari sih, baik banget" kekeh Ricko yang tak percaya dengan ucapan Meera yang biasanya gadis itu selalu bar-bar dan ceplas-ceplos.


"Bukan, aku mbak Kunti hihihi"


Kedua nya tertawa lalu kembali saling memeluk sebelum akhirnya mereka nanti berpisah.


"Udah cocok banget nih kaya nya jadi Nyonya Pradipta!"


"Aku tau ada pria lain bersamamu saat ini, aku harap kamu bisa menjaga sikapmu saat tak bersamaku" pesan Ricko pada pacar kecilnya itu.


"Haha, tau aja ah."


"Jangan macam-macam di belakangku, mengerti!"


"Iya, Dadd... ampun!" Meera memegang telinganya sendiri seraya memohon pengampunan dari sosok pria di hadapannya itu..


"Gadis pintar!"

__ADS_1


"Hey, aku ini *H**ot Mommy*!"


Ricko hanya mengulum senyum kemudian mencium kening kekasihnya itu dengan lama dan dalam.


"Aku pulang ya" pamitnya dengan berat.


"Hati-hati di jalan"


Ameera kembali menatap punggung lebar Ricko yang semakin jauh dan hilang dari pandangannya, tanpa ia sadari ada satu tetes air mata jatuh begitu saja di pipinya, entah ini tangis apa iapun yang tak mengerti yang ia rasakan saat ini adalah bagai berdiri sendirian di hadapan sebuah ombak besar yang siap menggulungnya dalam pusaran air.


.


.


.


.


.


.


"Meera..."


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Ada juga Aer bak Meer bukan ombak 🌊🌊🌊🌊🌊

__ADS_1


Sini gue guyur 😝😝😝😝


Like komen nya yuk ramai kan ♥️


__ADS_2