![Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]](https://asset.asean.biz.id/duda-impian--musuh-kakak-kesayangan-.webp)
❣️❣️❣️❣️
"Saya kesana sekarang!!"
Ricko menarik nafas dalam-dalam, ia menoleh ke arah Mitha yang tak terganggu sama sekali dengan pembicaraannya tadi dengan polisi yang mengabarkan sang istri kecelakaan tak jauh dari komplek elite rumahnya.
"Bunga.. bertahanlah"
Ia beranjak dari atas kasur anaknya menuju kamarnya sendiri mengambil jaket, dompet dan kunci mobil.
Langkahnya terhenti saat melihat mamanya yang baru keluar dari arah ruang tengah.
"Ada apa?" tanya mama saat melihat anak semata wayangnya itu sangat panik dan terburu-buru.
"Bunga kecelakaan, aku mau kerumah sakit" jawab Ricko dengan nafas terengah-engah.
"Apa?, Bunga kecelakaan!" pekik mama terkejut.
Ricko hanya mengangguk kan kepalanya.
"Mama ikut, Nak"
"Jangan, mama tunggu Mitha dirumah, aku akan kabari apapun yanh terjadi disana, doakan Bunga dan anakku selamat, Mah" pinta Ricko lirih, dadanya begitu sakit terasa.
Mama hanya pasrah mengiyakan, ia mengelus lengan Ricko sesaat sebelum putranya itu berangkat ke rumah sakit.
"Sabar ya, mama doakan semua baik-baik saja"
Ricko pergi dengan sejuta rasa takut yang menghantuinya, seburuk apapun Bunga ia tetap istri sahnya dan ibu dari kedua anaknya.
__ADS_1
Bukan... ini yang aku inginkan!!!
.
.
Mobil berhenti di lobby rumah sakit umum, Bangunan tiga lantai yang tak pernah sekalipun ia injakan kakinya disana.
"Permisi, Pasien kecelakaan wanita hamil atas nama Bunga Dimana ya?" tanya Ricko pada salah satu suster jaga.
"Tunggu sebentar" jawabnya, lalu mengalihkan matanya ke layar komputer.
"Di ruang cempaka tiga nomer sebelas. Bapak dari sini lurus Sampai ujung lalu belok kanan, ruangan ada paling Akhir"
Ricko mengangguk paham, ia langsung berlari ke arah yang tadi di tunjukan suster padanya.
Terlihat dua polisi sedang berjaga di depan sebuah kamar paling ujung.
"Malam, apa anda suami korban?" tanya salah satu polisi.
"Ya, saya Ricko suami dari Bunga"
Kedua polisi itu saling pandang kemudian melempar senyum hangat pada Ricko.
"Korban menabrak Truck yang sedang mengangkut sampah pinggir jalan dekat lampu rumah di jalan otista" jelas pak polisi.
"Apa ada korban lainnya pak?" tanya Ricko penasaran karna ia tahu di jalan itu masih cukup ramai walau malam hari.
"Tukang sampah mengalami cedera bagian tangan, ada juga pejalan kaki yang terluka di bagian betis karna ia terperosok ke dalam got karna terkejut dan satu lagi...." pak Polisi tak meneruskan kata-katanya, keduanya menahan tawa sebentar sebelum melanjutkan penjelasannya.
__ADS_1
"Siapa korban selanjutnya?" Ricko bertanya sambil mengernyitkan dahinya.
salah satu polisi menarik nafasnya dan menghembuskan nya perlahan.
"Seorang pengamen jalanan alias Ben Cong yang sedang berdiri untuk menyebrang jalan"
Ricko melongo dengan ucapan akhir sang Polisi, bagaimana mungkin istrinya begitu banyak membawa korban dalam Kecelakaanya.
"Lalu bagaimana ketiga korban yang lainnya?"
"Untuk Korban pejalan kaki dan tukang sampah mereka hanya di obati saja tapi untuk korban satunya lagi---_"
"Aaaaah.. lontong.. lontong.. eh salah ya... tolong."
"Eyke gak mau ih, pasti rasanya Atit bingit aaaaaaah"
"Aduduududuhhh... perih perih nikmat cuuuus!!"
Terdengar suara jeritan tak jelas dari dalam salah satu kamar, Ricko dak kedua polisi saling pandang dan tenggelam di dalam pikiran masing-masing.
"Korban yang itu tidak mau di obati sedari tadi hanya menjerit jerit padahal suster belum sekalipun menyentuhnya"
***Bunga.. jangan siksa aku dengan cara harus menemuinya.. aku Takut!!!
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻***
Aje gile..
Lo nabraknya gak kira kira...
__ADS_1
parah 😂😂😂😂😂😂
LIKE komen nya yuk ramai kan