Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]

Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]
bab 164


__ADS_3

🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


"Aunty, Kata papa punya coklat banyak, Kakak minta doooooooong...." teriak cucu pertama Rahardian itu sambil menggedor pintu kamar sang pengantin baru.


"Cuma punya satu batang doang, kak Khusus buat Aunty" jawab Ricko masih dalam posisi menggendonng istrinya.


Huaaaaaaaa....


Bocah tampan yang kini berusia delapan tahun itu akhirnya menangis meraung membuat Ricko dan Ameera saling pandang.


"Woy, mantan duda! Lo apain anak gue?" teriak Reza yang ikut menggedor pintu.


Ricko yang kesal saat mendengar ocehan kakak iparnya itu langsung membaringkan tubuh istrinya ke tengah ranjang.


"Nanti ya, Mom" ujar pria berlesung pipi itu , ia begegas berjalan menuju pintu yang masih menimbulkan suara gedoran yang cukup keras.


CEKLEK..


"Ada apa sih?" tanya Ricko saat ia dan kakak iparnya itu saling berhadapan.


"Anak gue lo apain nih?" Reza balik bertanya sambil berdecak pinggang.


"Lah, mana gue tau" cetus Ricko sembari melihat kearah Air yang masih terisak duduk di lantai


"Kok nangis?"


"Dia minta cokelat, gue mana punya! lagian adanya cuma satu batang doang itupun khusus buat adek lo" cetus Ricko dengan nada yang benar benar kesal.


"Emang punya lo warnanya coklat?" ejek Reza yang kini tangannya sudah ia lipat di depan dadanya.


"Bukan, warna pink. Puas lo?"


Air yang masih menangis terus meronta menginginkan apa yang sedang dua pria dewasa itu ributkan kali ini.

__ADS_1


"Kakak, mau cokelat, Uncle" jerit bocah cengeng itu sambil merentangkan kedua tangannya.


Ricko menghela nafasnya sebelum ia meraih tubuh keponakan pertamanya itu untuk di gendong.


"Uncle, gak punya sayang.. Besok kita beli ya" rayu pria berlesung pipi itu.


"Enggak, kakak mau sekarang!" rengek Air memaksa dan tarus meronta dalam dekapan Ricko.


"Tuh, lo gak denger kalo anak gue mau cokelat sekarang!" cetus Reza yang tak ada sedikit pun niatan ikut merayu putra sulungnya.


"Lo gak punya mata, kalo ini udah malem?" timpal Ricko menahan geram.


Keduanya yang masih berdebat membuat Ameera akhirnya datang menghampiri, gadis cantik berambut pirang yang kini resmi menjadi Nyonya besar Pradipta itu mengela nafas saat kedua pria kesayangannya itu terus berdebat sampai menarik urat tanpa ada yang mau mengalah.


"Daddy cari gih, dari pada nih anak berisik!" titahnya pada sang suami.


Ricko menatap lekat kedua mata istrinya untuk mencari rasa keberatan namun sialnya ia tak mendapatkan hal itu.


"Ya udah deh"


Reza yang masih melipat kedua tangannya di dada tersenyum menyeringai saat Ricko melewatinya.


"Ganggu aja lo, dasar ipar laknat!" ketus pria tinggi putih itu.


"Bodo amat! dasar lo mantan Duda fedofil" sahut Reza tak mau kalah.


Ricko langsung keluar menuju kendaraannya yang sudah terparkir rapih, sebelum ia menyalakan mesin mobilnya ia nampak berfikir sejenak.


"Udah malem begini gue cari coklat kemana?" gumamnya kesal.


Ia juga melirik jam di ponselnya yang sudah menunjukkan hampir larut malam.


"Ini bukan kota yang ada banyak minimarket pinggir jalan" dengus Ricko lagi yang kesal tapi ia tetap mencoba mencari apa yang Air inginkan karna memang ia menyayangi semua keponakan Ameera termasuk Langit.

__ADS_1


Hampir dua jam akhirnya ia bisa mendapatkan apa yang ia cari itupun karna bantuan beberapa orang orang suruhnya juga. Ricko pulang dengan senyum merekah di ujung bibirnya bukan sebab coklat di tangannya tapi pikiran yang sedang traveling lah yang kini mengusai otaknya.


CEKLEK...


Ricko yang baru membuka pintu kamarnya langsung tersentak kaget saa ia berjalan menghampiri ranjang pengantinnya, Ia yang sedang berdecak pinggang semakin di buat jengkel saat ponselnya bergetar di saku celananya, ada sebuah pesan masuk dan ia langsung membacanya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Nitip anak anak ya!! Gue mau piknik....



🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


Babang ganteng parah 🤣🤣🤣🤣🤣


Yang penganten siapa sih? 😝😝😝😝

__ADS_1


Niat banget bikin rusuh mantan Duda


Di like sama komenan dulu yok biar nanti siang bisa nambah bab 😍😍😍😍


__ADS_2