![Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]](https://asset.asean.biz.id/duda-impian--musuh-kakak-kesayangan-.webp)
❣️❣️❣️❣️
"Jangan mencintai seseorang yang sedang mencintai orang lain.. bathin Danish seakan menggelitik dirinya sendiri.
Cinta yang saling bertepuk sebelah tangan tak ada yang mau mencoba menerima malah sibuk saling berjuang.
"Kak Danish mau balik kantor lagi?" tanya Bunga.
"Enggak, kerajaan ku udah beres, aku antar kamu pulang ya"
Bunga tak menjawab, ia hanya mengangguk sambil tersenyum kecil seakan menerima tawaran dari Danish, Kini keduanya sudah berdiri bersiap untuk pergi dari cafe setelah dua jam mereka disana.
"Mau mampir ke suatu tempat?" tanya Danish ketika mereka sudah ada di dalam mobil.
"Aku mau pulang, kak Ricko pasti juga udah ada dirumah kan?"
Danish tertawa kecil, seakan mencibir kearah Bunga yang sudah memposisikan duduknya senyaman mungkin di samping nya.
"Ok, aku antar kamu langsung kerumah, tapi aku gak menjamin kalau pak Ricko ada dirumah jam segini" kekehnya sambil menyalakan mesin kereta besinya.
"Kita lihat saja nanti" ucap Bunga dengan percaya dirinya jika pangeran hatinya mungkin saja sedang menunggu ia pulang saat ini.
Tak ada obrolan penting selama di perjalanan, hanya candaan yang di layangkan Danish untuk Bunga, gadis yang belum bisa ia taklukan.
***
"Dari mana?" suara Ricko jelas mengangetkan Bunga yang baru saja mau menaiki anak tangga pertama.
__ADS_1
"Aku abis dari cafe depan kantor kakak tadi bareng kak Danish" jawab Bunga yang masih memegang dadanya karna terkejut.
"Pantes, ia izin keluar tadi" gumam Ricko, ada sorot mata curiga di kedua mata Ricko saat menatap Bunga.
"Kalian pacaran?" tanya Ricko menyelidik.
Bunga dengan cepat menggelengkan kepalanya, belum normal detak jantungnya Ricko kembali membuat ia terkejut dengan pertanyaan konyol menurut Bunga.
"Enggak, mana mungkin aku pacaran dengan kak Danish" ucapnya dengan kesal.
"Baguslah, cepat mandi sana, temani kakak makan malam"
Ricko berlalu meninggalkan Bunga yang tersenyum lebar, sedingin apapun sikap Ricko ia yakin masih tersisa sedkit perhatian untuknya.
Dengan langkah tergesa tentu gadis cantik itu segera menaiki anak tangga menuju kamarnya untuk membersihkan dirinya.
"Loh, kok gak ada?" gumam Bunga yang bingung Karna Ricko tak nampak di ruang makan.
"Maaf, nona, Tuan sudah menunggu di mobil"
Bunga menatap salah satu ART semakin bingung.
"Mobil?" Gumamnya lagi namun segera bergegas ke arah luar rumah dan benar saja, pangeran hatinya itu sudah duduk di balik kemudi mobil mewahnya yang berwarna putih.
"Aku kira kita makan dirumah" ujar Bunga saat masuk kedalam mobil dengan tangan sibuk memakai setbelt.
" kita makan malam di luar" jawabnya tanpa menoleh sedikitpun.
__ADS_1
Bunga tak lagi berbicara, ia melirik sekilas ke arah Ricko yang memang sedikit rapih lalu iapun melihat dirinya sendiri untuk memantaskan diri.
syukurlah, aku memakai dress lagi..
Bunga membuang nafas lega sambil tersenyum.
Sedangkan Ricko tak sedetikpun menoleh ke arahnya.
Hening..
Tak ada satu katapun terucap dari mulut keduanya, pandangan mereka lurus kedepan menatap jalanan yang membentang membelah ibu kota di malam hari.
Lampu dari ribuan kendaraan setidaknya menjadi hiburan tersendiri bagi Bunga yang duduk di sisi pria yang memiliki hati sedingin bongkahan salju.
.
.
.
💦💦💦💦💦💦💦
Next part nya baru deh kebongkar alasan mereka nikah 😂😂😂
ada yang mau tebak tebakan lagi?
tapi jangan lupa Like komennya ya..
__ADS_1