![Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]](https://asset.asean.biz.id/duda-impian--musuh-kakak-kesayangan-.webp)
❣️❣️❣️❣️❣️
Reza kembali turun ke ruang tamu setelah memasukkan istri cantiknya itu kedalam kamar, tak rela KHUMAIRAHnya di lihat orang lain, ia tentu akan memilih menyembunyikan di tempat yang aman tak terjangkau oleh mata siapapun.
"Mereka kemana, Pah?" tanya Reza.
"pulang"
"Adek ikut?" tanyanya lagi sambil mengernyitkan dahinya.
"Tentu, adikmu sudah sangat dekat dengan anak itu, kak. Apa kamu.....?"
"Enggak, Pah!" Pria tiga anak itu langsung memotong ucapan Papanya.
Papa menghela nafasnya dalam-dalam, bingung harus berkata apalagi pada anak sulungnya itu.
"Jika alasanmu menolak Ricko karna urusan pribadi kalian tentu papa tidak setuju, kak" ucap papa, Si bungsu yang terus merengek padanya membuat pria paruh baya itu serba salah karna keduanya adalah anak Kesayangannya.
"Meera masih kuliah, Pah. Nanti ku pertimbangan lagi"
**********
Meera dan Ricko turun dari mobil saat kereta besi itu sudah ia parkir kan di garasi rumahnya, keduanya berjalan beriringan masuk kedalam rumah duda beranak satu itu.
Mitha yang memang sudah terlelap langsung dibawa ke kamarnya di lantai dua.
Ricko langsung merebahkan tubuh mungil itu dan Meera yang menyelimutinya, kedua pasangan yang belum juga bisa ke pelaminan sudah berjanji ajak selalu sejalan mengurus Mitha.
"Kita keluar yuk" ajak gadis pirang itu pada Kekasihnya.
__ADS_1
"Kangen ya?" goda Ricko saat Meera sudah bergelayut manja padanya.
"Tentu, aku merindukanmu, sangat dan terlalu merindukanmu" balas Meera yang langsung mendapat serangan mendadak di pipinya
"Hey, nanti ada yang lihat, Dadd"
"Gak ada siapa siapa, Mom. Atau kita ke kamarku sekarang" Ricko menarik tangan Meera ke lantai bawah kamar tamu tempat ia tidur jika berada di rumah.
CEKLEK.
Meera duduk di sofa di ujung tempat tidur, kamar yang tak begitu luas namun nyaman, aroma maskulin lelaki sangat terasa karna warna hitam yang sangat dominan disana.
"Ini kamarmu?" Tanya Meera sambil mengedarkan pandangannya ke seisi ruangan itu.
"Ya, aku tidur disini jika pulang"
"Lalu yang di atas dekat Mitha, kamar siapa?" gadis itu bingung sendiri.
Ricko memang tak pernah menceritakan apapun tentang hubungannya dengan Bunga selama menikah, Dan Ameera pun tak pernah sekalipun mengorek masa lalu pria yang kini menjadi kekasihnya itu.
Bagi gadis pirang itu, Bunga akan tetap ada di antara mereka karna Mitha jadi ia tak kan pernah mengusik kehadirannya di hati anak dan suaminya itu.
"Aku gak ngerti"
"Gak usah ngerti, cukup di pahami aja" kekeh Ricko, ia mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Katanya Kangen!" goda Ricko lagi, Ia sudah menarik tangan Meera agar bangun dari duduk nya.
"Terus kamu mau apa?" balas Meera yang sudah mengalungkan tangannya di leher sang kekasih.
__ADS_1
"Aku ingin menyentuhmu" bisik Ricko, kini tubuh langsing si pirang sudah ada dalam dekapannya.
"Jangan macam-macam, atau nanti kamu akan menyesal" ancam Meera.
"Haha, tentu, Mom. Tapi apa boleh aku mencincilnya mulai malam ini?" pintanya lirih semakin mengeratkan pelukannya.
"Kamu pikir aku barang bisa di cicil?" kekeh Ameera yang sangat menikmati pelukan Ricko yang mendekap tubuhnya.
Ricko mengurai pelukannya, kini ia menangkup wajah gadis itu dengan dua tangannya yang terasa lembut.
.
.
.
.
.
.
.
"Aku sudah menyiapkan banyak mahar untukmu"
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
Kawin lah Sono kalian!!
__ADS_1
mumet nie kepala harus nyiapin dua part belah duren entar 🤦🤦🤦🤦🤦
Like komen nya yuk ramai kan ❤️