![Duda Impian [Musuh Kakak Kesayangan]](https://asset.asean.biz.id/duda-impian--musuh-kakak-kesayangan-.webp)
❣️❣️❣️❣️
Tunggu aku di tempat biasa!
Kata terakhir yang di ucapkan Ricko pada Ameera sebelum ia menutup teleponnya.
Pria yang sudah tiga hari tak bertemu pujaan hatinya itu kini sedang merindu, senyuman Meera selalu terbayang di pelupuk matanya membuat ia sering tak fokus dalam bekerja.
"Kamu tuh sering banget ngelamun!" ucap Intan sebelum keduanya meninggal kan ruangan rapat.
"Iya kah? biasa aja." sahut Ricko dengan senyum kecilnya yang siapapun melihat pasti akan terpana dengan pesona dua lesung pipinya
"Mikirin pacar atau calon istri?" goda Intan.
"Haha, tergantung sih, dia bisa jadi pacar sekaligus calon istri" ucapnya sambil terkekeh.
"Ia akan menjadi pacar jika sedang manja dan merajuk padaku, dan akan menjadi calon istri terbaik jika sedang mengurusku juga Mitha" Lagi dan lagi Ricko tak pernah bosan membanggakan gadis pirangnya , tanpa ia sadari semakin Meera di puja semakin wanita di hadapannya itu merasa tertantang untuk bersaing.
__ADS_1
Karna bagi Intan, Ameera hanya gadis kecil polos yang tak tak paham dunia orang dewasa, dan Ia menyayangkan itu pada Ricko.
Sebagai dua orang yang sudah saling berpengalaman tentu harusnya Pria itu memilih dia.
"Kamu harus mengajarinya dari sekarang, jangan sampai kamu menyesal karna tak bisa mengimbangi mu" cetusnya dengan lirikan tajam.
"Mengimbangi apa?, kamu pikir aku ini apa, haha" Ricko tak terlalu menanggapi ucapan Intan walau ia tahu maksud dari wanita itu.
Selama menikah ia hanya melepaskan apa yang seharusnya ia keluarkan, mungkin nanti jika sudah bersama Ameera ia akan merasakan apa itu hubungan suami istri yang sesungguhnya.
"Aku siap memuaskan mu jika gadis kecil itu terlalu lugu" Ricko sedikit tersentak saat Intan dengan sengaja membungkuk di hadapannya sambil berbisik dengan suara manja untuk memancingnya yang sudah lama tak di sentuh di atas ranjang.
"Jangan menggodaku jika tak ingin menyesal nantinya" ucap Ricko dengan senyuman menyeringai.
Wanita liar itu memainkan dasi Ricko dengan tangan kirinya sedangkan tangan kanannya sibuk membuka satu persatu kancing Kemeja yang ia gunakan.
Lima kancing sudah terlepas, kemejanya sudah terbuka lebar meski blazer masih melekat di tubuh indahnya.
Dua gundukan daging kenyal terpampang jelas di depan mata pria yang hanya melihat datar tanpa ekspresi apapun, padahal bentuknya yang besar, padat dan putih bersih sangat kontras dengan BR@ merah menyala yang ia kenakan untuk menutupi dua bongkahan aset tubuhnya
__ADS_1
"Aku ingin kamu menikmatinya" Intan menyusuri garis wajah Ricko dengan ujung jari telunjuknya.
"Menikmati apa?" Ricko malah balik bertanya dengan santai, terlihat dari sikapnya yang begitu tenang bagai tak terganggu dengan perilaku Intan yang di luar batas.
"Apapun itu, aku ingin denganmu saat ini"
Suara intan mulai serak, saat ia menurunkan dua tali yang masih berada di atas bahunya.
Ricko masih diam, Tak di pungkiri jika ia memang pria normal yang akan sangat senang jika di berikan secara percuma, ia sedang tak menolak ataupun menerima apa yang sedang ia lihat saat ini, karna jika ia berpaling bukankah itu akan mubazir??
🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥
Eh Kampret..
Kita slepet yuk 😤😤😤😤😤
Cari penyakit euy 😂
Mending Lo ke indoapril gih cari sabun Sono 🤭
__ADS_1
Like komen nya yuk ramai kan
Babang ku akan buka puasa gak ya 😭😭